Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan lawatan kerja ke Kabupaten Boven Digoel, wilayah yang berada di bagian selatan Papua, guna menyambangi lokasi pengembangan program bahan bakar nabati yang bersumber dari kelapa sawit.
Dalam pernyataan resminya yang diterima di Jakarta pada hari Minggu, Sjafrie menekankan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk nyata dari kesungguhan pemerintah dalam menggerakkan langkah-langkah pembangunan energi yang bersifat mandiri. Selain itu, kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan kedaulatan negara baik dari sisi pertahanan maupun ekonomi menjadi perhatian utama.
Menurutnya, proyek biodiesel ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah dalam mengokohkan ketahanan energi nasional. Hal ini dilakukan demi meminimalkan ketergantungan negara terhadap bahan bakar fosil yang diimpor dari luar negeri, khususnya jenis solar.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri,” katanya.
Dalam konteks global yang dinamis dan penuh tantangan, keberhasilan membangun kemandirian energi bagaikan membangun tiang penyangga bagi ketahanan negara. Karena itu, program ini juga sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan sistem energi nasional yang lebih berdikari dan tahan terhadap gejolak eksternal.
Sjafrie menyampaikan bahwa kegiatan pengamatan dari udara terhadap wilayah yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan kebun sawit, bukan sekadar simbolik. Ini adalah cerminan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan wilayah timur Indonesia yang kerap terpinggirkan dalam arus pembangunan nasional.
Tak hanya itu, peninjauan langsung dari udara juga memperlihatkan betapa pentingnya Papua sebagai bagian dari strategi pertahanan dan pembangunan ekonomi jangka panjang negara.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri,” katanya.
Selama kunjungan tersebut, Menhan tidak bergerak sendiri. Ia didampingi oleh jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih. Di antaranya adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengembangan biodiesel tidak hanya menyangkut sektor energi, tapi juga berkaitan erat dengan sektor agrikultur, kehutanan, hingga infrastruktur.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, Menhan juga menekankan bahwa kehadiran proyek ini akan memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan, khususnya dalam menciptakan model energi hijau yang berkelanjutan. Dengan memberdayakan sumber daya lokal seperti kelapa sawit, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.






