Talenta Muda Papua Bersinar di Jakarta: Tiga Medali Dibawa Pulang Tim PAC

Darus Sinatria

Papua Athletics Center (PAC) kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu gudang talenta atletik tanah air. Dalam gelaran Jakarta Athletics League 2026 yang diselenggarakan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, pada tanggal 22 hingga 24 Mei 2026, tim kebanggaan Papua ini berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang tiga medali. Keberhasilan ini menempatkan PAC di peringkat kedelapan dalam klasemen akhir invitasi cabor atletik pelajar dan Jakarta Athletics League 2026, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat persaingan yang ketat di tingkat nasional.

Puncak kejayaan PAC di ajang bergengsi ini diukir oleh Demianus Yenjau, seorang pelari muda berbakat asal Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Pada hari terakhir kompetisi, Demianus sukses mendominasi nomor Lari 2.000 Meter Putra kategori U-16. Dengan performa luar biasa, ia berhasil melintasi garis finis lebih dulu dengan catatan waktu impresif 6 menit 12,37 detik, yang sekaligus menyumbangkan medali emas bagi timnya. Perolehan medali emas ini menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi Demianus dalam mengasah kemampuannya di dunia atletik.

Sebelum Demianus mengibarkan bendera kemenangan, pundi-pundi medali PAC telah terisi berkat penampilan apik para atletnya. Di hari pertama perlombaan, Yusuf Manakopeyau yang berasal dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil meraih medali perak pada nomor Lompat Jauh Putra U-18. Dengan lompatan sejauh 6,14 meter, Yusuf menunjukkan potensi besarnya dalam disiplin atletik yang membutuhkan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan teknik ini. Tren positif ini kemudian dilanjutkan oleh Imanuel Yewen, atlet asal Sorong, Papua Barat Daya, yang tampil memukau di hari kedua. Imanuel berhasil mengamankan medali perak di nomor Lari 3.000 Meter Putra U-18, mencatatkan waktu 9 menit 42,40 detik, sebuah pencapaian yang solid dan membanggakan.

Di luar raihan podium, kejuaraan ini juga menjadi ajang pembelajaran yang sangat berharga, terutama bagi Yusuf Manakopeyau. Atlet yang baru saja bergabung dengan pemusatan latihan PAC pada awal tahun 2026, tepatnya tanggal 5 Januari, ini melakoni debutnya di nomor yang berbeda pada hari ketiga, yaitu Tolak Peluru Putra U-18. Meskipun baru pertama kali berkompetisi di nomor ini, Yusuf tidak gentar. Ia menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berhasil menempatkan diri di peringkat kelima dengan tolakan sejauh 10,84 meter. Pengalaman bertanding di nomor baru ini menjadi modal penting bagi Yusuf untuk terus berkembang dan mengeksplorasi kemampuannya di berbagai cabang atletik.

Jakarta Athletics League 2026 ini merupakan seri pembuka dari rangkaian kompetisi liga atletik yang akan diselenggarakan di Jakarta sepanjang tahun. Bagi Tim PAC, partisipasi dalam ajang ini baru menjadi gerbang awal dari perjalanan mereka di musim kompetisi 2026. Rencananya, tim ini akan kembali unjuk gigi pada Seri 2 Jakarta Athletics League yang dijadwalkan bergulir pada bulan Juli 2026, dilanjutkan dengan Seri 3 pada bulan November 2026. Keikutsertaan rutin dalam seri-seri kompetisi ini diharapkan dapat memberikan jam terbang yang cukup bagi para atlet PAC untuk terus mengasah mental dan kemampuan bertanding mereka.

Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Jodi Mahardi, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih oleh para atlet muda PAC. Ia menyatakan bahwa keberhasilan tim PAC meraih medali emas dan mampu bersaing di delapan besar nasional merupakan bukti nyata keberhasilan desentralisasi pembinaan atletik yang dilakukan di Mimika. Menurutnya, program pembinaan di PAC tidak hanya berfokus pada latihan fisik semata, tetapi juga memberikan kesempatan bertanding yang memadai. Hal ini sangat penting untuk memastikan adanya regenerasi atletik yang berkelanjutan dan berkualitas di Indonesia.

Senada dengan pandangan Jodi Mahardi, Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, turut menyuarakan apresiasinya terhadap semangat dan performa para atlet muda binaan PAC. Claus menyoroti pencapaian Yusuf Manakopeyau yang mampu tampil kompetitif di nomor baru sebagai cerminan dari proses pembinaan yang berjalan dengan baik di PAC. Ia meyakini bahwa melalui partisipasi rutin dalam kompetisi, kemampuan teknik dan mental bertanding para atlet akan terus mengalami peningkatan. PT Freeport Indonesia, bersama dengan PB PASI, memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung dan mengembangkan talenta-talenta muda dari Papua agar kelak mampu bersaing di kancah internasional. Dukungan ini menjadi krusial dalam mewujudkan mimpi para atlet muda untuk mengharumkan nama bangsa di arena olahraga global.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags