Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan kualitasnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang visioner dan progresif. Dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, UAD berhasil menorehkan sederet penghargaan bergengsi.
Acara yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis, 12 Juni 2025 itu, menjadi saksi bagaimana UAD mengukuhkan dirinya sebagai salah satu kampus unggulan di Indonesia, khususnya dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Dalam ajang bertajuk Muhammadiyah Higher Education Award (MHEA), UAD berhasil menggondol berbagai kategori penghargaan sebagai bentuk nyata komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.
Salah satu tonggak keberhasilan UAD kali ini adalah ketika dinobatkan sebagai PTMA terbaik dalam penerapan Standar Mutu AIK. Sebuah prestasi yang mencerminkan keberhasilan UAD dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan ke dalam seluruh lini aktivitas akademik dan non-akademik kampus.
Tak berhenti di situ, UAD juga berhasil meraih predikat sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah dengan jumlah judul penelitian terbanyak yang berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Ini merupakan indikator kuat bahwa kampus ini bukan hanya tempat belajar teori, melainkan juga menjadi ladang subur bagi tumbuhnya penelitian-penelitian bermutu tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain unggul dalam bidang riset, UAD juga menunjukkan dominasinya di ranah publikasi ilmiah. Kampus ini berhasil meraih peringkat pertama dalam jumlah jurnal yang telah terindeks oleh Scopus, sebuah pangkalan data jurnal ilmiah internasional bergengsi. Tak hanya itu, UAD juga menjadi pemegang rekor terbanyak untuk jurnal yang tercatat di SINTA (Science and Technology Index), sistem pengindeks jurnal nasional yang dikelola oleh pemerintah Indonesia.
Berbagai penghargaan tersebut menjadi semacam mahkota yang memperkuat posisi UAD sebagai institusi pendidikan tinggi yang tak hanya konsisten menjaga standar mutu, tetapi juga berani menatap masa depan dengan inovasi dan dedikasi.
Dalam pidato sambutannya, Ketua Bidang Pendidikan, Budaya, dan Olahraga PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., memberikan pesan yang mendalam tentang pentingnya pembaruan dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa dinamika zaman menuntut kampus-kampus untuk terus bergerak, beradaptasi, dan menghadirkan perubahan yang sesuai dengan kebutuhan era modern.
“Pendidikan tinggi harus terus melakukan tajdid untuk menjawab tantangan zaman, dengan keikhlasan dalam memimpin perguruan tinggi dan senantiasa berpegang pada nilai-nilai AIK,” ungkap Prof. Irwan.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat pembaruan yang menjadi ruh dalam gerakan Muhammadiyah, sekaligus menjadi pengingat bahwa kampus harus menjadi pelita dalam kegelapan tantangan zaman, bukan hanya melalui pencapaian akademik, tetapi juga lewat nilai dan karakter.
Rakornas AIK sendiri merupakan momentum penting yang dirancang untuk memperkuat kualitas institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi program dan kebijakan, melainkan juga sebagai sarana penilaian dan penghargaan atas capaian konkret para PTMA dalam mengelola institusi secara profesional dan religius.
Prestasi yang dicapai oleh UAD dalam ajang MHEA 2025 semakin menegaskan tekad dan semangat institusi ini untuk terus melahirkan inovasi, menghasilkan lulusan yang berkualitas, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan bangsa.






