Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan 2025 kembali hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi profesional guru di Indonesia. Salah satu tugas penting dalam modul awal adalah menyusun jurnal refleksi pembelajaran, khususnya pada Modul 1: Implementasi Prinsip Understanding by Design (UbD). Modul ini dirancang untuk membekali guru agar mampu merancang pembelajaran yang lebih bermakna, berorientasi pada pemahaman mendalam, serta berpusat pada peserta didik.
Menyusun jurnal PPG bukan sekadar mengisi laporan kegiatan, melainkan proses reflektif untuk mengevaluasi pemahaman dan penerapan prinsip UbD secara nyata di dalam kelas. Oleh karena itu, penting bagi para peserta PPG untuk mengetahui langkah-langkah menyusun jurnal yang baik, sistematis, dan sesuai dengan capaian pembelajaran.
Apa Itu Understanding by Design (UbD)?
Understanding by Design adalah pendekatan perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe. Model ini menekankan pada perencanaan “mundur” (backward design), yaitu dimulai dari hasil belajar yang diinginkan terlebih dahulu, baru kemudian disusun penilaian dan aktivitas pembelajarannya.
Ada tiga tahap utama dalam pendekatan UbD:
- Menentukan hasil belajar yang diharapkan (desired results).
- Menentukan bukti keberhasilan belajar (evidence of learning).
- Merancang kegiatan pembelajaran (learning experiences and instruction).
Dengan pendekatan ini, guru tidak hanya fokus pada aktivitas pembelajaran semata, tetapi lebih kepada pencapaian pemahaman mendalam dari siswa atas konsep yang diajarkan.
Struktur Jurnal PPG Modul 1
Jurnal Modul 1 umumnya memiliki struktur refleksi yang terdiri atas beberapa komponen utama, antara lain:
1. Identitas Diri
Tuliskan nama lengkap, NIP/NIK, asal sekolah, mata pelajaran yang diampu, serta bidang studi PPG yang diikuti. Bagian ini bersifat administratif, namun penting untuk identifikasi jurnal.
2. Deskripsi Umum Modul
Berikan penjelasan singkat tentang isi Modul 1, mencakup tujuan utama pembelajaran, pokok-pokok bahasan, serta mengapa prinsip UbD penting dalam konteks pendidikan saat ini.
Contoh kalimat:
“Modul 1 membahas bagaimana guru dapat merancang pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Prinsip Understanding by Design membantu saya merancang pembelajaran dengan hasil belajar yang jelas, relevan, dan terukur.”
3. Refleksi Diri terhadap Pemahaman UbD
Di bagian ini, peserta diharapkan menjawab pertanyaan seperti:
- Apa pemahaman saya tentang UbD setelah mempelajari modul?
- Apa perbedaan UbD dengan pendekatan pembelajaran yang biasa saya gunakan?
- Apa manfaat penerapan UbD di kelas saya?
Contoh:
“Sebelum mengikuti PPG, saya cenderung menyusun RPP berdasarkan urutan kegiatan belajar. Setelah memahami UbD, saya menyadari pentingnya menetapkan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai oleh siswa, lalu menyusun aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan itu. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih terarah.”
4. Penerapan UbD dalam RPP atau Perencanaan Pembelajaran
Tuliskan bagaimana Anda mulai menerapkan prinsip UbD dalam menyusun RPP atau modul ajar. Sebutkan perubahan nyata yang dilakukan, mulai dari tujuan pembelajaran, indikator keberhasilan, hingga jenis asesmen dan aktivitas belajar.
“Dalam menyusun RPP revisi, saya menetapkan tujuan pembelajaran berdasarkan CP (Capaian Pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran). Saya juga menyesuaikan asesmen formatif dan sumatif agar sejalan dengan hasil belajar yang diharapkan. Aktivitas pembelajaran saya rancang agar siswa mengalami proses inquiry dan kolaborasi.”
5. Tantangan dan Solusi
Uraikan kendala yang dihadapi saat mencoba menerapkan UbD, serta strategi atau solusi yang digunakan untuk mengatasinya. Bisa mencakup aspek teknis, pemahaman konsep, maupun resistensi dari siswa atau rekan kerja.
Contoh:
“Tantangan terbesar saya adalah menyusun asesmen yang benar-benar mengukur pemahaman siswa, bukan sekadar hafalan. Untuk mengatasinya, saya mengikuti forum diskusi PPG dan meminta umpan balik dari dosen dan guru pamong.”
6. Refleksi Akhir dan Komitmen Pengembangan Diri
Sampaikan secara jujur bagaimana perubahan ini berdampak pada cara Anda mengajar. Tutup dengan komitmen pribadi untuk terus mengembangkan perencanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
“Saya menyadari bahwa merancang pembelajaran tidak hanya tentang kegiatan di kelas, tetapi juga tentang bagaimana siswa benar-benar memahami materi. Ke depan, saya berkomitmen menggunakan prinsip UbD dalam semua perencanaan pembelajaran saya.”
Tips Menyusun Jurnal PPG Modul 1 yang Baik
Agar jurnal Anda berkualitas dan sesuai harapan dosen/instruktur PPG, perhatikan beberapa tips berikut:
- Gunakan bahasa reflektif dan akademis. Hindari bahasa terlalu santai atau naratif yang tidak relevan.
- Jujur dan otentik. Tulis pengalaman pribadi Anda dalam menerapkan UbD, bukan sekadar menjiplak teori.
- Berikan contoh konkret. Sebutkan pengalaman spesifik di kelas Anda yang menunjukkan pemahaman terhadap modul.
- Tautkan dengan capaian pembelajaran. Hubungkan refleksi Anda dengan CP dan ATP yang berlaku di Kurikulum Merdeka.
- Sunting dan periksa ulang. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan atau format sebelum dikumpulkan.
Penutup
Menyusun jurnal Modul 1 tentang Understanding by Design adalah langkah awal guru untuk merenungkan kembali makna sejati dari proses belajar-mengajar. Lebih dari sekadar tugas akademik, jurnal ini merupakan ruang refleksi bagi para pendidik untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi siswa.
Dengan memahami dan menerapkan prinsip UbD, guru tak lagi sekadar mengajar untuk menyelesaikan materi, tetapi untuk menciptakan pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan dalam diri siswa. Semoga jurnal Anda menjadi cerminan dedikasi dan semangat perubahan menuju pendidikan Indonesia yang lebih bermutu.






