Investasi Besar di Otomotif, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terserap

Niam Beryl

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa sektor industri otomotif di Tanah Air telah menjadi magnet bagi investasi dengan nilai mencapai Rp 174,31 triliun. Mahardi Tunggul, selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, mengungkapkan bahwa dana tersebut tersalur ke sektor kendaraan bermotor (KBM) roda empat, roda tiga, serta roda dua.

“Secara total investasi untuk roda empat saat ini mencapai Rp 143 triliun, dan untuk yang roda dua dan roda tiga sebesar Rp 30,4 triliun,” tutur Tunggul dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Kantor Kemenperin, Senin (19/5).

Jika digabungkan, total investasi yang mengalir ke produksi KBM roda empat dan roda dua serta tiga mencapai angka spektakuler yakni Rp 174,31 triliun.

Lebih jauh, Tunggul menguraikan bahwa suntikan dana tersebut membuahkan terbentuknya 105 fasilitas manufaktur, yang terdiri dari 32 pabrik pembuat mobil dan 73 pabrik yang memproduksi sepeda motor serta kendaraan roda tiga.

“Untuk kendaraan bermotor, kita punya 32 pabrikan (roda empat) saat ini, didukung juga oleh 73 pabrikan kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga,” imbuhnya.

Keberadaan lebih dari seratus unit pabrik kendaraan tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional. Hampir 100 ribu orang kini bekerja di sektor ini, terbagi atas sekitar 69.390 karyawan di sektor produksi kendaraan roda empat, serta 30.310 pekerja yang terlibat dalam produksi roda dua dan tiga.

Lebih dari sekadar menyediakan lapangan kerja, industri ini juga memiliki kapasitas produksi yang mumpuni. Jika diibaratkan sebagai “mesin raksasa”, industri otomotif Indonesia sanggup menghasilkan hingga 10,72 juta unit kendaraan per tahun. Rinciannya adalah 2,35 juta unit untuk mobil, sedangkan sisanya merupakan kendaraan roda dua dan tiga.

Also Read

Tags