Honda Pasteur Bandung Tutup Operasi, Bangunan Bakal Diisi BYD

Niam Beryl

Setelah menempuh perjalanan panjang selama dua dekade, pusat penjualan dan layanan kendaraan Honda yang terletak di kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, kini telah menghentikan seluruh aktivitasnya. Berdiri kokoh sejak tahun 2005, diler ini menjadi salah satu wajah dari jaringan resmi Honda di kota kembang, hingga akhirnya berhenti beroperasi pada bulan Maret 2025 lalu.

Pantauan langsung kumparan di lokasi menunjukkan bahwa identitas merek Honda yang semula terpampang mencolok di bagian depan gedung kini telah dilepas. Area showroom yang biasanya menjadi etalase berbagai model kendaraan baru Honda, kini tampak kosong tanpa satu pun mobil dipajang.

Di bagian bawah bangunan, ruang yang dulunya difungsikan sebagai bengkel layanan purnajual kini juga tampak sunyi senyap. Tak ada lagi aktivitas perawatan rutin ataupun peralatan servis yang biasa terlihat. Hanya tersisa lantai bengkel sebagai saksi bisu perjalanan panjang layanan purna jual di sana.

“Untuk sementara, servis mobil Honda dipindahkan ke Jalan Cicendo,” terang seorang petugas saat dijumpai di lokasi, Jumat (30/5).

Informasi mengenai penutupan permanen ini sebelumnya telah diumumkan melalui unggahan di akun Instagram resmi diler tersebut. Dalam unggahan yang dipublikasikan pada 27 Maret 2025, pihak manajemen menyampaikan pernyataan resmi penghentian seluruh kegiatan operasional mereka.

“Kepada seluruh pelanggan dan mitra kerja yang terhormat. Ijin menyampaikan bahwa per hari ini Kamis 27 Maret 2025, PT Indosal Pasteur resmi menutup seluruh kegiatan operasionalnya sebagai salah satu diler resmi Honda new cars di Bandung. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kami selama ini. Kami bangga telah dapat melayani dan memenuhi kebutuhan kendaraan Anda selama bertahun-tahun.”

Unggahan tersebut mengundang reaksi dari banyak warganet, terutama mereka yang pernah menjadi pelanggan setia. Tak sedikit yang mencurahkan kenangan serta pengalaman mereka selama berinteraksi dengan diler tersebut. Beberapa mengungkapkan rasa kehilangan atas tutupnya diler yang sudah seperti ‘rumah kedua’ bagi pecinta Honda di Bandung.

Di balik tutupnya gerai legendaris ini, terselip kabar bahwa gedung eks diler Honda Pasteur itu tidak akan kosong terlalu lama. Rencananya, lokasi tersebut akan beralih fungsi sebagai showroom untuk kendaraan listrik asal Tiongkok, yakni BYD. Sebuah transformasi dari era mesin pembakaran ke era motor listrik.

Beberapa tenaga kerja yang sebelumnya menjadi bagian dari tim Honda disebut akan tetap melanjutkan kiprah mereka, sebagian berpindah ke BYD, sementara para mekanik masih akan menangani kendaraan Honda meski di lokasi berbeda.

“Kalau diler di sini milik pribadi, jadi kemarin dari pihak BYD sudah survei. Kalau pribadi itu biasanya mereka beli lisensi. Tapi kurang tahu, sistemnya apakah beli atau sewa (untuk BYD ini),” tuturnya.

Walau sinyal hijau kehadiran BYD sudah tampak jelas, hingga kini belum ada informasi pasti kapan showroom baru itu akan resmi dibuka untuk umum. Jika jadi diluncurkan, maka lokasi ini akan menjadi gerai kedua BYD di Kota Bandung setelah sebelumnya mereka membuka cabang di kawasan Soekarno Hatta.

Perubahan wajah diler dari Honda ke BYD ini menjadi bagian dari tren yang kini mulai tampak di beberapa wilayah. Sebelumnya, diler Honda Jemursari di Surabaya juga mengalami metamorfosis serupa dengan beralih menjadi showroom merek otomotif GWM.

Also Read

Tags