Akhir Era Sang Serba Bisa: Alaba Pamit dari Santiago Bernabeu

Darus Sinatria

Perpisahan tak terhindarkan di Santiago Bernabeu. David Alaba, bek tangguh yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi Real Madrid, dipastikan akan mengakhiri perjalanannya bersama raksasa Spanyol itu di penghujung musim ini. Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya masa bakti sang pemain yang kontraknya tidak diperpanjang oleh klub.

Keputusan untuk berpisah ini sebenarnya telah tercium sejak paruh kedua tahun lalu. Kedatangan dua talenta muda, Alvaro Carreras dan Dean Huijsen, pada bursa transfer musim panas lalu, secara implisit telah mengisi celah yang selama ini ditempati Alaba, baik di posisi bek kiri maupun sebagai jantung pertahanan di lini tengah. Namun, faktor utama yang memaksa Alaba tersingkir dari skuad inti adalah rentetan cedera yang dialaminya.

Cedera robek ligamen anterior (ACL) yang dideritanya pada Desember 2023 menjadi pukulan telak bagi kariernya di Madrid. Proses pemulihan yang memakan waktu hingga Januari 2025 membuatnya absen dalam jangka waktu yang cukup lama. Setelah berhasil kembali, ia kembali dihantam badai cedera. Cedera otot meniskus pada April dan masalah pada otot betis pada Oktober tahun yang sama semakin membatasi kesempatan bermainnya. Kondisi ini membuat Alaba kian jarang mendapatkan menit bermain reguler.

Statistik musim ini menggambarkan betapa terbatasnya peran Alaba di tim. Ia hanya mampu mencatatkan 15 penampilan dengan total waktu bermain yang hanya menyentuh angka 505 menit. Dari keseluruhan penampilannya, hanya tiga kali ia bermain penuh selama 90 menit. Sejak hijrah ke Madrid pada musim panas 2021, Alaba telah mengoleksi 131 penampilan. Namun, ironisnya, mayoritas penampilannya terjadi di dua musim pertamanya, dengan hanya 46 kali turun ke lapangan dalam tiga musim terakhir.

Meski demikian, kepergian Alaba tidak bisa dilepaskan dari jejak prestasi yang gemilang. Selama membela panji Los Blancos, ia berhasil mengoleksi sembilan trofi bergengsi. Dua gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions menjadi bukti nyata kontribusinya dalam mengantarkan Real Madrid meraih kejayaan. Kemenangan dramatis di Liga Champions ke-14 akan selalu dikenang, di mana Alaba turut menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras Alaba. Perez mengungkapkan bahwa Alaba telah menanamkan kasih sayang di hati para penggemar Madrid. Ia bahkan menyebutkan bahwa sebuah momen ikonik Alaba dalam perayaan kemenangan Liga Champions ke-14 telah menjadi simbol kebahagiaan dan kini terukir dalam sejarah klub. "Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya," tegas Perez, mengisyaratkan bahwa pintu klub akan selalu terbuka bagi sang pemain di masa depan.

Masa depan karier Alaba masih menjadi misteri. Belum ada pengumuman resmi mengenai klub baru yang akan dibelanya. Namun, satu hal yang pasti, ia masih menjadi andalan bagi tim nasional Austria. Namanya tercatat dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk memperkuat negaranya di Piala Dunia 2026, menunjukkan bahwa kualitas dan pengalamannya masih sangat dihargai di kancah internasional.

Kepergian David Alaba ini bukan sekadar hilangnya satu pemain. Ini merupakan sinyal kuat adanya perombakan besar-besaran dalam komposisi skuad Real Madrid untuk musim depan. Alaba mengikuti jejak Dani Carvajal dan pelatih tim junior, Alvaro Arbeloa, yang juga dipastikan meninggalkan klub di akhir musim ini. Ketiga nama ini mewakili babak baru bagi Madrid, yang mengindikasikan adanya dinamika perubahan yang signifikan dalam membangun kekuatan tim untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. Era baru akan segera dimulai di Santiago Bernabeu, dan kepergian para veteran ini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses transisi tersebut. Perpisahan ini, meski meninggalkan rasa haru, juga membuka lembaran baru bagi para penggawa Madrid yang akan datang, sekaligus memberikan kesempatan bagi talenta-talenta muda untuk bersinar dan meneruskan tradisi kejayaan klub.

Also Read

Tags