Jakarta – Teka-teki mengenai nasib Tottenham Hotspur di Premier League musim depan akhirnya terjawab. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada Minggu (24/5) lalu berhasil memastikan The Lilywhites bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Namun, sorotan tajam tertuju pada peran vital Roberto De Zerbi, pelatih yang baru bergabung di pengujung Maret, yang dinilai menjadi kunci utama penyelamatan dramatis ini. Gelandang andalan Spurs, James Maddison, secara blak-blakan mengakui bahwa tanpa sentuhan magis De Zerbi, timnya kemungkinan besar akan terperosok ke divisi yang lebih rendah.
Posisi ke-17 klasemen akhir, dengan raihan 41 poin, menjadi garis finis Tottenham di musim ini. Angka tersebut menempatkan mereka tepat di batas aman zona degradasi, sebuah pencapaian yang diraih setelah melalui periode yang sangat menegangkan. Perjalanan Spurs di musim ini diwarnai dengan performa yang naik turun. Sempat mengalami dua kekalahan beruntun di awal masa kepelatihan De Zerbi, dan bahkan sempat menghuni zona merah pada bulan April, namun kebangkitan luar biasa terjadi di lima pertandingan terakhir. Sepuluh poin yang berhasil dikumpulkan di periode krusial tersebut menjadi penentu utama keberhasilan mereka menghindari ancaman degradasi.
Maddison mengungkapkan rasa terima kasih dan kekagumannya terhadap sosok De Zerbi. Ia menyatakan bahwa sejak pelatih asal Italia itu mengambil alih kemudi tim, perubahan yang terjadi sungguh luar biasa. Maddison meyakini, jika bukan De Zerbi yang berada di kursi kepelatihan, maka nasib Tottenham akan sangat berbeda. Ia menekankan bahwa kehadiran De Zerbi tidak hanya membawa perubahan taktis, tetapi juga membangkitkan kembali semangat juang para pemain. Energi positif yang ditularkan oleh De Zerbi setiap hari, menurut Maddison, sangat terasa dampaknya pada performa tim di laga-laga penentu. Meskipun demikian, Maddison juga mengakui bahwa masih ada ruang untuk peningkatan dalam hal kualitas permainan dan efektivitas dalam menciptakan peluang di masa depan.
Lebih lanjut, Maddison membantah anggapan bahwa timnya kurang memiliki mentalitas atau keinginan untuk berjuang. Ia menegaskan bahwa para pemain selalu menunjukkan upaya maksimal, namun memang dibutuhkan sosok seperti Roberto De Zerbi untuk menyempurnakan potensi yang ada dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap individu. Pujian setinggi-tingginya diberikan Maddison kepada De Zerbi atas keberhasilannya dalam mewujudkan hal tersebut. Ia melihat De Zerbi sebagai katalisator yang berhasil membangkitkan kembali performa yang sempat meredup.
Perlu diingat bahwa musim ini merupakan kelanjutan dari tren performa yang kurang memuaskan bagi Tottenham. Dalam dua musim sebelumnya, tim ini selalu mengakhiri kompetisi di posisi ke-17. Perbedaan mencolok musim ini adalah keberhasilan mereka menghindari degradasi, sebuah pencapaian yang berbeda dengan musim lalu ketika mereka masih bisa meraih trofi Liga Europa di bawah arahan Ange Postecoglou. Situasi yang dihadapi De Zerbi di akhir musim ini tentu jauh lebih genting, namun ia berhasil menorehkan catatan impresif dengan penyelamatan dramatis.
Kini, fokus Tottenham beralih ke masa depan. Roberto De Zerbi telah dipastikan akan tetap membesut tim London Utara tersebut untuk musim depan. Tantangan besar menanti De Zerbi, yaitu mengembalikan Tottenham Hotspur ke jalur persaingan papan atas Premier League. Ia diharapkan dapat membangun fondasi yang kuat dan menerapkan filosofi permainannya secara konsisten untuk membawa tim meraih hasil yang lebih membanggakan. Pertanyaan besar yang menggelayuti para penggemar adalah sejauh mana De Zerbi dapat mentransformasi tim dan mengembalikan kejayaan Spurs di kancah domestik maupun Eropa. Kepercayaan yang diberikan kepadanya harus dibuktikan dengan performa yang konsisten dan hasil yang gemilang di musim-musim mendatang.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






