PBSI tidak tinggal diam melihat potensi ganda putra andalannya, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, dalam perjalanan mereka menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pelatih kepala sektor ganda putra, Chafidz Yusuf, telah merancang strategi komprehensif guna mendongkrak peringkat kedua atlet muda tersebut agar mampu bersaing di kancah internasional. Langkah awal yang diambil adalah seleksi ketat terhadap turnamen yang akan diikuti, dengan fokus utama pada pencapaian target jangka panjang.
Leo dan Daniel, yang baru saja kembali berpasangan, saat ini menempati peringkat ke-133 dunia. Posisi ini tentu masih tertinggal jauh dibandingkan dengan rekan-rekan satu pelatnas mereka, seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berada di urutan ketiga, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di peringkat ke-12. Bahkan, pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani pun sudah melesat ke posisi ketujuh. Kondisi ini menuntut Leo/Daniel untuk bekerja ekstra keras demi mengejar ketertinggalan poin.
Menyadari tantangan yang dihadapi anak didiknya, Chafidz Yusuf menegaskan bahwa tim pelatih dan jajaran pengurus PBSI telah menyiapkan program terstruktur untuk periode empat tahun ke depan. Rencana tersebut mencakup alokasi partisipasi di berbagai kejuaraan, baik di tahun berjalan maupun tahun-tahun berikutnya, dengan perhitungan cermat agar poin yang didapat maksimal dan efisien. "Kami memiliki program jangka panjang yang sudah matang untuk Olimpiade 2028. Semua telah direncanakan, termasuk berapa banyak kejuaraan yang akan diikuti Leo dan Daniel di tahun ini dan di tahun-tahun mendatang," ujar Chafidz saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Pendekatan strategis ini menekankan pentingnya pemilihan kejuaraan yang tepat. Chafidz menjelaskan bahwa tidak semua turnamen akan diikuti secara membabi buta. Keputusan untuk mengikuti sebuah kejuaraan akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi fisik atlet dan pencapaian poin yang optimal. "Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa pintar-pintar memilih kejuaraan agar target jangka panjang di 2028 tercapai. Bukan berarti kami akan mengikuti semua kejuaraan yang ada," jelasnya.
Salah satu pertimbangan utama adalah riwayat cedera yang pernah dialami Daniel. Tim pelatih memprioritaskan kesehatan dan kebugaran atlet, sehingga jadwal pertandingan akan disesuaikan untuk meminimalkan risiko cedera kambuhan. Selain itu, Chafidz juga mengakui adanya ekspektasi tinggi dari para pemain untuk terus meraih kemenangan. Namun, ia menekankan bahwa tugas pelatih adalah membimbing mereka untuk mengelola ekspektasi tersebut dan tetap fokus pada proses. "Kita harus tetap menjaga kondisi mereka, mengingat Daniel pernah mengalami cedera. Begitu juga dengan Leo, keinginan untuk terus menang itu pasti ada pada setiap pemain, namun kita perlu bagaimana cara mengelola ekspektasi tersebut agar tidak membebani," tuturnya.
Lebih lanjut, Chafidz merinci bagaimana poin kejuaraan dihitung berdasarkan levelnya, mulai dari Super 300, 500, 750, hingga 1000. Ia mencontohkan bahwa untuk turnamen level Super 500, target minimal adalah mencapai babak semifinal. "Kita harus memperhitungkan perolehan poin dari setiap kejuaraan yang berbeda levelnya. Misalnya, di kejuaraan Super 500, kita targetkan minimal semifinal karena poin yang didapat akan signifikan dibandingkan dengan poin yang diperoleh pemain lain di luar negeri. Perencanaan ini harus dilakukan sebaik mungkin," paparnya.
Chafidz juga memberikan penegasan bahwa tidak akan ada lagi perombakan komposisi pasangan ganda putra yang menjadi proyeksi Olimpiade 2028. Keputusan ini diambil mengingat perubahan pasangan dapat berdampak signifikan pada perolehan poin dan memaksa persiapan dimulai kembali dari nol. Ia optimis melihat komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin, serta Leo/Daniel. Ketiga pasangan ini dinilainya memiliki fokus yang sama, yaitu lolos kualifikasi Olimpiade 2028 dan meraih prestasi terbaik.
"Saya melihat para pemain sudah memiliki komitmen yang sangat tinggi. Baik Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin, maupun Leo/Daniel, semuanya bertekad untuk mencapai target utama di Olimpiade 2028, setidaknya bisa lolos kualifikasi terlebih dahulu," ungkap Chafidz. Ia berharap komitmen ini akan membuahkan hasil yang diharapkan di berbagai kejuaraan mendatang. "Semoga di kejuaraan-kejuaraan ke depan, kami bisa mencapai target yang diharapkan. Dengan perhitungan poin yang sudah dilakukan oleh semua negara sejak sekarang, saya kira ini adalah langkah yang tepat," tutupnya.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






