Grand Theft Auto VI — atau yang lebih dikenal sebagai GTA 6 — menjadi salah satu judul paling dinanti sepanjang sejarah industri game. Semakin mendekati tanggal rilis resmi, berbagai spekulasi dan pertanyaan terus bermunculan di kalangan penggemar dan pengamat industri. Salah satunya adalah: apakah Rockstar Games menggunakan artificial intelligence (AI) untuk membangun dunia game yang begitu luas dan kompleks? Jawaban dari pihak pengembang ternyata cukup tegas dan menarik.
🧠 Rumor AI yang Menggema di Industri
Dalam beberapa bulan terakhir, industri game telah dibanjiri perkembangan teknologi AI, termasuk alat-alat generatif yang diklaim bisa menghasilkan dunia tiga dimensi hanya dari teks atau gambar. Contohnya, implementasi AI canggih seperti Project Genie dari Google yang memperlihatkan kemampuan membuat peta atau ruang video game dengan prompt sederhana. Kejadian ini bahkan sempat mempengaruhi harga saham beberapa perusahaan game besar.
Tak heran, kabar tentang kemungkinan GTA 6 dibuat pakai AI kemudian merambat di komunitas online. Banyak penggemar yang berharap teknologi ini bisa membuat proses pembuatan game secepat kilat atau menambahkan fitur ekspansif otomatis seperti interaksi karakter yang lebih realistis atau generasi kota secara otomatis. Namun, benarkah itu yang terjadi?
Pengembang: AI Generatif Tidak Dipakai dalam Kreatif Game
Baru-baru ini, CEO Take‑Two Interactive Strauss Zelnick memberikan pernyataan resmi menanggapi pertanyaan soal penggunaan AI dalam pengembangan GTA 6. Menurutnya, meskipun perusahaan dan beberapa studionya memang menggunakan teknologi AI secara internal untuk meningkatkan efisiensi dan beberapa proses, GTA 6 tidak menggunakan generative AI dalam proses penciptaan kontennya.
Zelnick menegaskan bahwa dunia dalam GTA 6 dibuat sepenuhnya secara handcrafted, artinya setiap elemen lingkungan, bangunan, jalan, dan detil lingkungan dibuat oleh tim manusia, bukan oleh algoritma otomatis. Pendekatan ini menurutnya adalah salah satu hal yang membedakan franchise Grand Theft Auto dari permainan lain: setiap sudut kota benar-benar dirancang dengan tujuan artistik, bukan dihasilkan secara prosedural.
“Generative AI tidak memiliki bagian dalam apa yang dibuat Rockstar Games. Dunia mereka adalah hasil kerja tangan. Itulah yang membedakan mereka,” ujar Zelnick.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa teknologi AI bukanlah alasannya ditundanya GTA 6, melainkan proses manual yang memakan waktu karena Rockstar ingin menjaga kualitas tinggi sesuai reputasi mereka.
AI Bukan Musuh, Tapi Bukan Kreator Utama
Walaupun GTA 6 sendiri tidak dibuat oleh AI generatif, Zelnick menyampaikan sikapnya bahwa perusahaan tetap memanfaatkan AI dan machine learning dalam sejumlah proyek. Ada “ratusan pilot” penggunaan AI di berbagai bagian perusahaan untuk mempercepat proses tertentu, misalnya manajemen data, pengujian, atau tooling internal.
Namun, ia juga menekankan batas penting antara alat (tools) dan kreasi artistik. Menurutnya, AI belum mampu menggantikan kreativitas dan visi artistik manusia — terutama dalam menciptakan pengalaman bermain yang kompleks dan penuh narasi seperti GTA 6.
Jadi Apa Peran AI?
Perlu dipahami ada perbedaan antara:
- Penggunaan AI untuk peningkatan proses internal (misalnya pengujian otomatis, optimasi tugas pengembangan), dan
- Penggunaan AI generatif untuk menciptakan konten game (misalnya menghasilkan dunia atau karakter secara otomatis).
Dalam kasus GTA 6, hanya bentuk pertama yang dibenarkan — AI digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pencipta utama konten atau cerita.
Kenapa Ini Penting?
Pernyataan Zelnick ini menegaskan filosofi yang sudah lama dikenal di kalangan pengembang game AAA besar: walaupun teknologi terus berkembang, kreativitas manusia tetap menjadi inti dari pengalaman game bermutu tinggi. Dunia GTA yang begitu hidup dan detil bukan hanya soal kecanggihan grafis atau sistem otomatis — itu adalah hasil visi dan dedikasi tim yang besar dan berpengalaman.
Kesimpulan
Singkatnya, meskipun banyak spekulasi tentang penggunaan AI untuk mempercepat pengembangan GTA 6, menurut pengembangnya sendiri, game ini tidak dibuat pakai generative AI. Dunia yang luas itu dihasilkan melalui desain manual dan kerja kreatif para developer, bukan oleh algoritma yang menekan tombol otomatis. Teknologi AI memang dipakai — tetapi hanya sebagai alat bantu internal, bukan sebagai pengganti kreatif.
Dengan cara ini, GTA 6 tetap mempertahankan sentuhan artistik manusia sebagai fondasinya, sekaligus memanfaatkan kemajuan AI untuk mendukung proses produksi di balik layar.






