Dunia hiburan tanah air kembali diwarnai insiden yang mengundang perhatian publik. Aktor kawakan Dimas Anggara akhirnya buka suara setelah namanya terseret dalam isu tak sedap yang menyebut dirinya diduga menampar Kiesha Alvaro, putra dari musisi Pasha Ungu.
Dalam video klarifikasi yang beredar luas di berbagai platform sosial media, Dimas terlihat berdiri berdampingan dengan Kiesha Alvaro. Video tersebut direkam di lokasi rumah produksi Screenplay, tempat keduanya terlibat dalam satu produksi.
“Halo semuanya, hari ini tanggal 24 Juni 2025, saya sudah bertemu dengan Kiesha Alvaro di Screenplay. Saya telah mengakui dan mohon maaf kepada Kiesha dan juga keluarganya atas tindakan yang terjadi pada kami berdua,” kata Dimas, Selasa (24/6).
Pengakuan tulus dari Dimas menjadi titik terang dalam polemik ini. Ia secara terbuka mengungkapkan permintaan maaf atas perilaku yang mencoreng suasana kerja sama mereka di lokasi syuting. Peristiwa yang sempat menggores harmoni itu kini mulai menemukan jalan damai.
Dalam kesempatan yang sama, pria berusia 36 tahun tersebut menuturkan bahwa permohonan maafnya telah diterima oleh pihak Kiesha. Sikap legowo dari keluarga Kiesha membuka pintu untuk melanjutkan kolaborasi secara profesional tanpa bayang-bayang konflik.
“Dan Alhamdulillah Kiesha dan keluarga sudah menerima permohonan maaf dari saya,” tutur Dimas.
Tak hanya pihak Dimas yang menyampaikan penyesalan, Kiesha Alvaro pun angkat bicara dengan menunjukkan sikap dewasa dan bijak. Ia menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan Dimas atas insiden yang terjadi.
Sebagai anak dari pasangan selebritas, Kiesha tampak memahami dinamika kerja di dunia hiburan. Ia menyampaikan harapan agar hubungan kerja di antara mereka dapat semakin membaik dan penuh semangat.
“Semoga kita lebih baik lagi, lebih semangat lagi. Dan ya kita menjadi abang adik yang baik,” ucap Kiesha.
Ungkapan itu menjadi penyejuk di tengah isu yang sempat memanas. Sebuah permohonan maaf dan penerimaan tulus diiringi dengan jabat tangan pun menjadi simbol rekonsiliasi antara dua insan hiburan tersebut.
Dimas lalu meraih tangan Kiesha dan mengucapkan terima kasih, seolah menutup babak ketegangan dengan sebuah kelegaan. Momen itu menyiratkan bahwa meski sempat bersinggungan, persaudaraan dan profesionalitas tetap menjadi prioritas utama.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa konflik di lingkungan kerja, sekecil apa pun, tetap perlu ditangani dengan sikap dewasa dan komunikasi terbuka. Semoga insiden ini menjadi pelajaran dan tak terulang kembali di masa depan, sebagaimana harapan Dimas.
Dengan berakhirnya ketegangan ini secara damai, publik tentu berharap keduanya dapat terus berfokus pada karya dan menjaga hubungan yang positif sebagai rekan kerja maupun sebagai sesama pelaku seni.






