Vinfast Pastikan Konten Lokal Mobil Listrik Rakitan Subang Penuhi Standar Pemerintah

Ricky Bastian

Produsen otomotif asal Vietnam, Vinfast, menegaskan komitmennya terhadap regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Mobil listrik perdana mereka yang dirakit di fasilitas produksi Subang, Jawa Barat, yakni model VF MPV 7, dipastikan telah memenuhi standar TKDN minimal 40 persen.

Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) Vinfast Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengantongi sertifikat TKDN yang relevan sejak tahun lalu. Menurutnya, pemenuhan persyaratan ini merupakan bagian dari partisipasi Vinfast dalam program kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang diselenggarakan pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Kariyanto saat ditemui di Jakarta Barat pada Rabu (20/5).

"Kami telah mematuhi ketentuan pemerintah terkait kandungan lokal, yaitu minimal 40 persen," ujar Kariyanto. Ia menambahkan bahwa sertifikat TKDN telah diperoleh Vinfast sebagai bukti kepatuhan terhadap regulasi tersebut, yang merupakan hasil dari keikutsertaan mereka dalam program BEV tahun lalu.

Lebih lanjut, Kariyanto menyatakan bahwa Vinfast Indonesia berencana untuk terus meningkatkan persentase TKDN pada produk-produk mereka di masa mendatang. Peningkatan ini sejalan dengan program pemerintah yang terus mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dalam industri otomotif. Keberadaan pabrik mandiri di Indonesia menjadi landasan kuat bagi Vinfast untuk merealisasikan ambisi tersebut.

"Kami tentu akan terus berupaya menaikkan kadar konten lokal seiring waktu, sesuai dengan arahan pemerintah untuk terus memperbesar porsi komponen domestik," jelas Kariyanto.

Vinfast VF MPV 7 sendiri telah resmi diluncurkan di Indonesia, dengan unit yang dirakit secara lokal di Subang. Kendaraan listrik keluarga ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 420 jutaan untuk status on the road Jakarta. Namun, bagi konsumen yang memilih untuk tidak menyertakan paket baterai, harga yang ditawarkan menjadi lebih terjangkau, yaitu sekitar Rp 345 jutaan.

Sebelumnya, model yang sama telah diperkenalkan kepada publik di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, diproduksi langsung dari Vietnam. Menariknya, meskipun versi rakitan lokal ini tidak mengalami kenaikan harga, Vinfast justru menambahkan sejumlah fitur baru yang semakin memperkaya pengalaman berkendara.

Pembaruan pada Vinfast VF MPV 7 rakitan lokal ini mencakup integrasi konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay, yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menghubungkan smartphone mereka. Selain itu, fitur kamera 360 derajat turut disematkan, memberikan visibilitas menyeluruh saat bermanuver di area parkir atau jalan sempit. Cermin reflectable juga menjadi bagian dari pembaruan, menambah kenyamanan dan keamanan. Tidak ketinggalan, roof bar tambahan juga kini hadir, meningkatkan fungsionalitas kendaraan untuk keperluan membawa barang bawaan ekstra. Sejumlah peningkatan lain yang tidak disebutkan secara spesifik juga turut melengkapi mobil listrik ini.

Peluncuran VF MPV 7 di Indonesia menandai langkah strategis Vinfast untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif tanah air, khususnya di segmen kendaraan listrik yang terus berkembang. Dengan komitmen terhadap TKDN dan inovasi fitur, Vinfast berupaya menawarkan produk yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga kompetitif dari segi harga dan teknologi. Pabrik di Subang diharapkan menjadi pusat produksi yang vital untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan bahkan potensi ekspor di masa depan. Investasi Vinfast di Indonesia juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada pengembangan industri otomotif nasional.

Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan regulasi, termasuk kewajiban TKDN. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang kuat, mulai dari produksi komponen hingga perakitan kendaraan. Bagi Vinfast, kepatuhan terhadap aturan TKDN bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan konsumen dan pemerintah, serta memperkuat basis operasional mereka di Indonesia. Dengan demikian, Vinfast VF MPV 7 rakitan Subang tidak hanya menjadi produk mobil listrik, tetapi juga simbol kolaborasi antara industri global dan kebijakan pembangunan nasional. Keberhasilan Vinfast dalam memenuhi TKDN ini diharapkan dapat memacu produsen otomotif lain untuk melakukan hal serupa, mempercepat transisi Indonesia menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Also Read

Tags