Sirkuit Mugello, Italia, kembali menjadi saksi bisu drama balap motor kelas paling ringan, Moto3, pada Minggu (31/5/26). Dalam seri yang selalu dinanti sebagai pembuka, pebalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan determinasi tinggi. Meski tidak mampu menggapai podium impian, performanya patut diapresiasi setelah berjuang keras dalam lintasan yang terkenal menantang. Kemenangan di seri ini diraih oleh Brian Uriarte, diikuti oleh Alvaro Carpe di posisi kedua, dan Hakim Danish dari Malaysia melengkapi podium teratas.
Moto3, yang kerap dianggap sebagai jenjang awal menuju pentas MotoGP, selalu menyajikan tontonan yang mendebarkan berkat talenta-talenta muda yang penuh semangat. Sirkuit Mugello sendiri, dengan karakteristiknya yang unik, menambah tingkat kesulitan sekaligus daya tarik balapan. Trek lurus yang membentang lebih dari satu kilometer memberikan kesempatan untuk membangun kecepatan tinggi, sementara kombinasi tikungan yang presisi dan berisiko menuntut konsentrasi penuh serta keahlian teknis yang mumpuni.
Sebelum bendera start dikibarkan, terjadi perubahan tak terduga pada posisi terdepan. David Almansa, yang seharusnya memulai balapan dari pole position, terpaksa mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. Posisi terdepan kemudian diisi oleh Hakim Danish, pebalap asal Malaysia. Di belakangnya, Joel Kelso menempati posisi kedua, diikuti oleh Brian Uriarte dan Jesus Rios. Sesi kualifikasi sebelumnya sendiri telah memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di papan atas. Maximo Quiles, yang memimpin klasemen sementara, harus memulai balapan dari posisi ke-14, sementara Adrian Fernandez, yang berada di urutan kedua klasemen, harus berjuang dari posisi kesembilan.
Veda Ega Pratama memulai balapan ini dari posisi ke-12. Dengan target yang jelas, yakni mengamankan poin krusial untuk bersaing di klasemen sementara yang poinnya setara dengan Marco Morelli, Veda menunjukkan ambisi besar sejak awal. Begitu lampu start padam, Veda langsung melakukan manuver agresif, merangsek ke barisan depan. Ia berhasil menyalip enam pebalap sekaligus dalam beberapa saat pertama, menduduki posisi keenam. Namun, di tengah sengitnya persaingan di tikungan-tikungan awal, posisinya sedikit terganggu. Setelah menyelesaikan lap pertama, ia tercatat berada di posisi kesembilan.
Karakteristik Sirkuit Mugello yang tidak kenal ampun kembali terbukti. Dalam balapan Moto3 di sirkuit ini, posisi kerap berpindah tangan secara dramatis di setiap tikungan. Hal ini terlihat jelas pada lap keempat, ketika Veda Ega kembali harus berjuang keras setelah posisinya tergeser ke urutan ke-16. Penting untuk dicatat, Veda bukanlah sosok asing di sirkuit ikonik yang terletak di dekat kota Florence ini. Sebagai alumni Red Bull Rookie Cup, ia telah memiliki pengalaman berharga di lintasan yang sama.
Persaingan yang begitu rapat di Mugello memaksa Veda Ega untuk menerapkan strategi yang lebih matang dalam upaya menembus pertahanan para rivalnya. Hingga memasuki lap kedelapan, ia masih berada di posisi ke-12, terus berjuang untuk menemukan celah. Sementara itu, di rombongan terdepan, Maximo Quiles berhasil memimpin balapan. Pebalap asal Spanyol ini terlibat dalam adu taktik yang seru dengan Adrian Fernandez dan Hakim Danish, saling bergantian menduduki posisi tiga besar.
Memasuki lima lap terakhir, intensitas balapan semakin memuncak, terutama dalam perebutan posisi podium. Seperti yang sudah diprediksi, garis lurus Mugello menjadi medan pertempuran bagi para pebalap muda untuk mencari keuntungan dari slipstream atau aliran angin dari pebalap di depan. Perubahan posisi terjadi cukup signifikan. Nama-nama seperti Eddie O’Shea dan Joel Kelso mulai merangsek ke barisan terdepan. Hakim Danish pun harus rela tergeser ke posisi keenam. Di tengah perubahan tersebut, Veda Ega Pratama perlahan tapi pasti mulai memperbaiki posisinya, masuk ke urutan kedelapan.
Memang, lap-lap akhir balapan Moto3 seringkali menjadi momen yang paling menegangkan. Posisi terdepan yang terlihat aman bisa saja berubah dalam sekejap. Pebalap yang memulai dari barisan belakang pun berpeluang besar untuk meraih kemenangan. Dalam tiga lap terakhir, Veda Ega sudah berhasil masuk ke rombongan terdepan. Ia menunjukkan kemampuannya dengan merebut posisi keempat di tikungan pertama pada lap ke-14. Di saat yang sama, Hakim Danish, pebalap dari Malaysia, juga berhasil kembali masuk ke rombongan terdepan.
Namun, drama kembali mewarnai jalannya balapan. Hanya dua lap sebelum finis, Maximo Quiles kehilangan kendali ban saat menikung. Veda Ega yang berada tidak jauh di belakangnya nyaris saja ikut terseret dalam insiden tersebut. Beruntung, Veda mampu menjaga keseimbangan motornya dan terhindar dari kecelakaan yang lebih parah. Quiles melebar, sementara Veda harus kembali memacu motornya dari posisi ketujuh. Di lintasan terakhir dari Sirkuit Mugello, Veda Ega berusaha keras untuk memecah rombongan terdepan, namun usahanya belum membuahkan hasil. Ia harus puas mengakhiri perjuangannya di posisi kedelapan, sebuah hasil yang menunjukkan determinasi luar biasa di tengah kerasnya persaingan Moto3 Italia 2026.
Berikut adalah hasil lengkap Moto3 Italia 2026:
- Brian Uriarte
- Alvaro Carpe
- Hakim Danish
- Joel Kelso
- Eddie O’Shea
- Adrian Fernandez
- Maximo Quiles
- Veda Ega Pratama
- Jesus Rios
- Marco Morelli
… (dan seterusnya)






