Fleksibilitas Berkendara: Ungkap Rahasia Empat Mode Energi Wuling Eksion

Ricky Bastian

Wuling Eksion hadir sebagai solusi menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan SUV dengan sentuhan elektrifikasi. Model plug-in hybrid ini menawarkan sebuah keunggulan signifikan berupa kemampuan untuk beroperasi dalam empat mode energi yang berbeda, memberikan keleluasaan bagi pengemudi untuk menyesuaikan performa kendaraan dengan berbagai skenario berkendara.

Inti dari sistem penggerak Wuling Eksion terletak pada kombinasi mesin bensin berkapasitas 1.5 liter yang dirancang khusus untuk aplikasi hybrid, dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang canggih. Komponen krusial lainnya adalah baterai berkapasitas 20,5 kWh. Konfigurasi ini tidak hanya menghasilkan efisiensi bahan bakar yang mengesankan, tetapi juga memungkinkan Eksion untuk menempuh jarak sejauh 125 kilometer dalam mode listrik murni. Lebih jauh lagi, ketika bensin dan listrik bekerja bersama, jarak tempuh total kendaraan dapat melampaui 1.000 kilometer, berdasarkan standar CLTC.

Sistem manajemen energi pada Wuling Eksion dirancang untuk bekerja secara adaptif dan cerdas, mampu beralih di antara tiga mode operasional utama: hybrid seri, hybrid paralel, dan mode kendaraan listrik (EV). Menurut Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, pengemudi tidak perlu secara manual memilih sumber energi yang akan digunakan. Sistem akan secara otomatis mengoptimalkan kinerja berdasarkan kondisi jalan dan kebutuhan saat itu.

Danang menjelaskan lebih lanjut bahwa pilihan antara mode seri dan paralel akan ditentukan oleh sistem secara real-time. "Antara mode seri dan paralel, sistem akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kondisi berkendara yang ada. Perubahan kinerja akan terjadi secara langsung," ujar Danang. Ia menambahkan bahwa ketika pengemudi mencapai kecepatan tertentu, sistem akan beralih secara otomatis ke mode seri atau paralel, tergantung pada berbagai parameter yang dihitung secara instan. Pengecualian terjadi pada mode EV, di mana pengemudi memiliki kontrol lebih langsung.

Secara total, Wuling Eksion menawarkan empat pilihan mode penggunaan energi yang dapat diakses melalui layar head unit. Keempat mode tersebut adalah EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Masing-masing mode memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang spesifik.

Mode EV Max dirancang untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik hingga batas optimal. Jika kendaraan dinyalakan dalam kondisi baterai penuh (100%) dan mode EV Max dipilih, sistem akan memprioritaskan penggunaan daya baterai secara eksklusif. Sepanjang perjalanan, motor listrik akan menjadi satu-satunya penggerak kendaraan, tanpa melibatkan mesin bensin sama sekali. Operasi ini akan terus berlanjut hingga tingkat daya baterai mencapai ambang batas minimum, yaitu 12%. "Filosofi di balik mode ini adalah untuk memanfaatkan energi baterai terlebih dahulu," jelas Danang. Setelah baterai mencapai level 12%, kendaraan akan secara otomatis beralih ke mode hybrid untuk melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya, mode EV First memiliki filosofi yang sedikit berbeda. Mode ini bertujuan untuk menjaga level daya baterai agar tidak turun di bawah kisaran 35%. Begitu daya baterai mencapai angka tersebut, mesin bensin akan segera aktif untuk memberikan bantuan tenaga. Pendekatan ini memastikan bahwa selalu ada cadangan energi listrik yang memadai untuk penggunaan sewaktu-waktu.

Mode Hybrid adalah mode operasional standar yang bekerja secara dinamis untuk menyeimbangkan pasokan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik. Kombinasi dan perpindahan tenaga ini dilakukan secara otomatis berdasarkan beban kendaraan dan kebutuhan akselerasi saat itu. Pengalaman berkendara yang dihasilkan dalam mode ini diklaim serupa dengan mobil hybrid konvensional, yaitu menawarkan sensasi yang halus, responsif, dan efisien.

Terakhir, mode Fuel Priority menawarkan pendekatan yang berlawanan dengan EV Max. Jika EV Max menguras daya baterai, Fuel Priority justru memprioritaskan penggunaan mesin bensin sejak awal perjalanan. Tujuan utama dari mode ini adalah untuk menjaga agar cadangan energi di dalam baterai tetap melimpah. Cadangan daya ini dapat dimanfaatkan kemudian, misalnya saat kendaraan menghadapi kondisi lalu lintas padat atau kemacetan di perkotaan, di mana penggunaan energi listrik murni menjadi lebih efektif.

Menurut Danang, untuk penggunaan sehari-hari yang praktis, memilih mode EV First atau Hybrid sudah sangat memadai. Kedua mode ini menawarkan keseimbangan yang baik antara efisiensi dan kenyamanan berkendara.

Salah satu keunggulan utama Wuling Eksion yang membedakannya dari mobil hybrid konvensional adalah kemampuannya untuk diisi daya dari sumber listrik eksternal. Tidak seperti mobil hybrid biasa yang hanya mengandalkan regenerasi energi dari pengereman atau kerja mesin, Eksion dilengkapi dengan port pengisian daya. Ini berarti pengguna dapat mengisi daya baterai kendaraan menggunakan listrik dari rumah atau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), layaknya sebuah mobil listrik murni. Kemampuan plug-in hybrid ini memberikan fleksibilitas pengisian daya yang lebih besar dan mendukung penggunaan energi listrik secara lebih maksimal.

Also Read

Tags