Cicilan Mobil Terjangkau Hingga 8 Tahun, Mengapa Konsumen Tetap Enggan?

Ricky Bastian

Industri pembiayaan kendaraan roda empat kini menawarkan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya. Perusahaan pembiayaan (leasing) telah memperkenalkan opsi kredit mobil baru dengan tenor yang diperpanjang secara signifikan, bahkan mencapai delapan tahun. Skema ini dirancang secara strategis untuk meringankan beban cicilan bulanan konsumen, menjadikannya lebih terjangkau. Namun, terlepas dari daya tarik nominal cicilan yang super murah, fasilitas pembiayaan dengan jangka waktu yang panjang ini ternyata masih belum banyak dilirik oleh masyarakat.

PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengakui bahwa program kredit berdurasi panjang ini sebenarnya bukan merupakan inovasi terbaru dalam jaringan diler Daihatsu. Menurut Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head PT AI-DSO, opsi pembiayaan dengan tenor hingga delapan tahun telah tersedia selama dua hingga tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa industri telah mencoba untuk memberikan solusi cicilan yang lebih ringan sejak beberapa waktu lalu.

Proses peluncuran produk pembiayaan kendaraan tidak bisa dilakukan sembarangan oleh perusahaan leasing. Setiap skema pembiayaan yang ditawarkan kepada publik harus melalui proses pengawasan yang ketat dan memperoleh persetujuan resmi dari regulator keuangan. Tri Mulyono menjelaskan bahwa pengembangan produk di sektor keuangan, khususnya leasing, harus mendapatkan approval atau persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memastikan bahwa produk yang ditawarkan aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, melindungi baik perusahaan pembiayaan maupun konsumen.

Meskipun secara teoritis menawarkan keringanan berupa cicilan bulanan yang lebih kecil, realitas di lapangan menunjukkan bahwa permintaan untuk tenor delapan tahun masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan total pembiayaan kendaraan Daihatsu secara keseluruhan. Data yang diungkapkan oleh Tri Mulyono menunjukkan bahwa hanya sekitar lima hingga sepuluh persen dari total konsumen yang memilih opsi tenor delapan tahun. Angka ini cukup mengejutkan mengingat tujuan utama dari penawaran tenor panjang adalah untuk menarik lebih banyak konsumen dengan memberikan cicilan yang lebih ringan.

Pada dasarnya, baik diler maupun perusahaan pembiayaan berperan sebagai penyedia fasilitas. Mereka menawarkan berbagai pilihan skema pembiayaan untuk mengakomodasi beragam kebutuhan dan kemampuan finansial konsumen. Keputusan akhir mengenai tenor kredit mana yang akan dipilih sepenuhnya berada di tangan konsumen, berdasarkan pertimbangan kemampuan finansial dan tingkat kenyamanan pribadi mereka dalam mengelola kewajiban utang. Pihak penyedia layanan hanya menyediakan opsi, sementara keputusan pembelian dan strategi pembiayaan tetap menjadi ranah konsumen.

Berdasarkan evaluasi di lapangan dan umpan balik dari konsumen, mayoritas pembeli mobil Daihatsu justru lebih memilih tenor yang dianggap standar, yaitu berkisar antara empat hingga lima tahun. Faktor utama di balik preferensi ini adalah pertimbangan psikologis konsumen. Banyak dari mereka yang merasa enggan untuk terikat dalam kewajiban utang dalam jangka waktu yang terlalu lama. Konsep "terlalu lama" ini menjadi penentu utama.

Banyak konsumen yang berpikir, jika mereka mengambil tenor kredit hingga delapan tahun, yang berarti hampir satu dekade, mereka akan merasa jenuh dan terbebani oleh masa cicilan yang seolah tidak kunjung berakhir. Perasaan ini dapat mengurangi kenikmatan memiliki kendaraan baru, karena beban finansialnya terasa berkepanjangan. Tri Mulyono menambahkan bahwa pandangan umum di kalangan konsumen adalah, "Wah, saya kredit empat atau lima tahun saja lah, supaya tidak kelamaan." Pernyataan ini mencerminkan adanya preferensi untuk menyelesaikan kewajiban utang dalam jangka waktu yang lebih singkat, meskipun cicilan bulanannya sedikit lebih tinggi.

Data penjualan ritel Daihatsu untuk periode Januari hingga April 2026 memberikan gambaran yang menarik mengenai posisi merek ini di pasar otomotif nasional. Total penjualan ritel Daihatsu mencapai 46.953 unit, dengan pangsa pasar sebesar 16,3%. Pencapaian ini menempatkan Daihatsu pada posisi kedua dalam penjualan ritel otomotif secara nasional. Menariknya, 65 persen dari total pembeli mobil Daihatsu adalah pembeli mobil pertama (first car buyer), yang menunjukkan bahwa Daihatsu menjadi pilihan populer bagi mereka yang baru pertama kali memiliki kendaraan. Selain itu, sebanyak 72 persen konsumen Daihatsu memilih untuk membeli mobil secara kredit, mengukuhkan peran penting pembiayaan dalam industri otomotif. Meskipun angka pembelian kredit tinggi, preferensi tenor pendek menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih untuk menyelesaikan cicilan dalam rentang waktu yang lebih wajar, bahkan jika itu berarti membayar cicilan bulanan yang sedikit lebih besar. Hal ini mengindikasikan bahwa daya tarik cicilan bulanan yang super murah dari tenor panjang belum mampu mengalahkan preferensi konsumen untuk kebebasan finansial jangka panjang dan menghindari beban utang yang berkepanjangan.

Also Read

Tags