Sang Kiper Cadangan yang Beruntung: Tiga Kali Juara Liga Champions Tanpa Jadi Starter?

Darus Sinatria

Kepa Arrizabalaga, nama yang mungkin akrab di telinga para penggemar sepak bola, memiliki catatan unik dan cukup mencengangkan dalam kariernya di Liga Champions. Meskipun belum pernah merasakan atmosfer pertandingan final sebagai pilihan utama, kiper asal Spanyol ini telah dua kali mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa tersebut. Dan kini, dengan kepindahannya ke Arsenal, sebuah potensi sejarah baru tengah menanti, di mana ia bisa saja menambah koleksi gelar Liga Champions ketiganya, lagi-lagi dari bangku cadangan.

Perjalanan Kepa di kancah Liga Champions dimulai bersama Chelsea pada musim 2020/2021. Saat itu, ia didatangkan dengan ekspektasi tinggi, namun perjalanannya di kompetisi ini justru diwarnai dengan peran sebagai pelapis utama bagi Edouard Mendy. Dalam kampanye yang berujung manis bagi The Blues, Kepa hanya mencatatkan satu penampilan. Pertandingan tersebut terjadi pada fase grup melawan Krasnodar, di mana ia bermain penuh dalam laga yang berakhir imbang 1-1. Meskipun tidak menjadi pilihan utama, trofi Si Kuping Besar tetap berhasil ia genggam, sebuah bukti bahwa keberuntungan dan keberadaan dalam tim juara terkadang lebih krusial.

Tak berselang lama, takdir kembali mempertemukannya dengan trofi Liga Champions pada musim 2023/2024. Kali ini, ia mengenakan seragam raksasa Spanyol, Real Madrid. Dalam skuat Los Blancos yang penuh bintang, Kepa lagi-lagi tidak menjadi pilihan nomor satu. Ia hanya dipercaya tampil dalam empat pertandingan, dan itu pun terjadi karena cedera parah yang menimpa kiper utama mereka, Thibaut Courtois. Menariknya, porsi bermain Kepa di Liga Champions musim itu bahkan kalah banyak dibandingkan dengan rekan setimnya, Andriy Lunin, yang tampil dalam delapan laga. Puncak kejayaan Real Madrid di final melawan Borussia Dortmund tidak disaksikan Kepa dari lapangan, karena Courtois telah pulih dan siap mengawal gawang di laga krusial tersebut.

Kini, Kepa kembali merasakan atmosfer Liga Champions, namun dengan balutan seragam Arsenal. Kepindahannya ke Emirates Stadium menempatkannya kembali dalam posisi sebagai kiper pelapis, kali ini di bawah bayang-bayang David Raya. Perjalanan Arsenal di kompetisi ini musim 2025/2026 baru saja dimulai, dan Kepa baru mencatatkan satu penampilan. Pertandingan tersebut adalah saat The Gunners meraih kemenangan 3-2 atas Kairat Almaty. Sang manajer, Mikel Arteta, diperkirakan kuat akan tetap mempercayakan gawang Arsenal kepada David Raya saat menghadapi Paris Saint-Germain di Puskas Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026, malam WIB.

Jika Arsenal berhasil menjuarai Liga Champions musim ini, ini akan menjadi gelar ketiga bagi Kepa Arrizabalaga di kompetisi yang sama, dan semuanya diraih tanpa pernah menjadi starter di partai puncak. Bagi Arsenal sendiri, kemenangan di final nanti akan menjadi momen bersejarah yang sangat dinantikan, menandai pertama kalinya mereka berhasil membawa pulang trofi Liga Champions ke markas mereka.

Fenomena Kepa ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah ia adalah lambang keberuntungan murni, ataukah ada strategi tersendiri di balik keputusannya untuk bergabung dengan tim-tim yang berpotensi juara, bahkan jika itu berarti perannya akan terbatas? Terlepas dari itu, catatan impresifnya sebagai kiper yang selalu meraih gelar Liga Champions, meskipun seringkali dari pinggir lapangan, patut diapresiasi. Ia membuktikan bahwa sepak bola adalah permainan tim, di mana setiap anggota memiliki peranannya, sekecil apapun itu. Keberadaannya dalam ruang ganti, dukungan moral yang ia berikan, dan kesiapannya untuk tampil ketika dibutuhkan, bisa jadi merupakan kontribusi yang tak ternilai bagi kesuksesan tim.

Perjalanan Kepa di Liga Champions menjadi pengingat bahwa dunia sepak bola tidak selalu tentang sorotan utama. Terkadang, kesuksesan diraih melalui kolaborasi, ketekunan, dan momen yang tepat. Dengan usianya yang masih produktif, bukan tidak mungkin Kepa akan terus menambah koleksi trofinya, entah sebagai kiper utama di masa depan, atau melanjutkan tradisi uniknya sebagai "juara cadangan" Liga Champions. Pertandingan final melawan Paris Saint-Germain nanti akan menjadi penentu, apakah rekor luar biasa ini akan berlanjut, ataukah Arsenal akan meraih kejayaan pertama mereka dengan bintang-bintang yang lebih bersinar di lapangan. Apapun hasilnya, kisah Kepa Arrizabalaga dalam kancah Liga Champions akan selalu menjadi cerita menarik untuk dikenang dalam sejarah sepak bola Eropa.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags