Budapest, Hungaria – Paris Saint-Germain akhirnya mengukuhkan diri sebagai juara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menaklukkan Arsenal dalam laga final yang mendebarkan di Puskas Arena, Budapest. Kemenangan ini diraih melalui adu tendangan penalti yang menegangkan, menyusul hasil imbang 1-1 yang bertahan sepanjang 120 menit pertandingan.
Perjalanan kedua tim menuju puncak Eropa diwarnai berbagai rintangan, namun duel pamungkas ini menyajikan tontonan yang tak terlupakan. Arsenal sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat Kai Havertz di menit keenam. Namun, PSG menunjukkan mental juara dengan menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. Hingga peluit panjang dibunyikan di akhir perpanjangan waktu, skor tetap sama kuat. Nasib gelar juara pun harus ditentukan melalui adu tos-tosan. Dalam drama adu penalti, PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Kegagalan Nuno Mendes menjadi satu-satunya catatan minor bagi PSG, sementara Arsenal harus menelan pil pahit akibat kegagalan dua penendangnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes.
Gelar Liga Champions kali ini menjadi torehan berharga bagi PSG, menandai keberhasilan mereka mempertahankan gelar juara yang juga diraih pada musim sebelumnya. Pencapaian ini menyamai rekor legendaris Real Madrid yang pernah berhasil menjuarai kompetisi antarklub terakbar di Eropa ini secara beruntun minimal dua musim.
Arsenal Unggul Cepat Lewat Kejeniusan Havertz
Pertandingan baru menginjak menit keenam ketika Arsenal berhasil membuka keunggulan. Berawal dari kemelut di lini pertahanan PSG, sapuan Marquinhos justru memantul ke arah Leandro Trossard. Bola liar kemudian berhasil dikuasai oleh Kai Havertz. Gelandang asal Jerman ini menunjukkan kelasnya dengan melakukan akselerasi solo ke dalam kotak penalti PSG. Dari sudut yang sempit di sisi kiri, Havertz melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau oleh kiper PSG, Matvey Safonov. Arsenal memimpin 1-0.
Gol cepat ini membuat PSG kesulitan menembus blok pertahanan Arsenal yang tampil disiplin dan rapat. Beberapa kali PSG mencoba membongkar pertahanan The Gunners, namun penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran. Salah satu peluang emas PSG datang pada menit ke-13 melalui sepakan Fabian Ruiz menyambut umpan Desire Doue, namun bola hanya melebar dari target. Arsenal sendiri hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-26 melalui crossing Bukayo Saka, namun Safonov sigap keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola sebelum sempat disambar oleh Trossard.
PSG Bangkit dan Mencari Momentum
Menjelang akhir babak pertama, PSG mulai menunjukkan geliatnya. Serangan balik cepat pada menit ke-37 hampir berbuah gol ketika Ousmane Dembele melepaskan tembakan keras, namun Gabriel Magalhaes berhasil memblok jalur tembak dengan kakinya. Peluang lain datang dari Nuno Mendes di menit ke-43 yang umpannya berhasil dihalau Piero Hincapie, namun bola liar disambar oleh Ruiz. Sayangnya, sundulan gelandang asal Spanyol ini masih melambung di atas mistar gawang. Dembele dan Doue juga sempat mencoba peruntungan melalui tendangan jarak jauh di penghujung babak pertama, namun belum membuahkan hasil. Shot on target pertama PSG baru tercipta di masa injury time babak pertama melalui tembakan keras Ruiz yang langsung mengarah ke pelukan kiper Arsenal, David Raya. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga jeda.
Gol Penyeimbang dan Ketegangan yang Meningkat
Memasuki babak kedua, PSG yang mendominasi penguasaan bola di paruh pertama langsung meningkatkan intensitas serangan. Peluang datang dari Achraf Hakimi melalui tendangan bebas pada menit ke-55, namun masih dapat digagalkan Raya. Momen krusial terjadi pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dilanggar oleh Cristhian Mosquera di dalam kotak terlarang saat menyambut umpan Dembele. Wasit yang dibantu oleh tinjauan VAR akhirnya menunjuk titik putih.
Ousmane Dembele, yang dikenal sebagai salah satu penendang penalti terbaik, tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan tenang, ia menceploskan bola ke sudut kiri bawah gawang, mengecoh Raya. Skor berubah imbang 1-1. Gol ini membakar semangat PSG yang semakin gencar menekan pertahanan Arsenal. Vitinha sempat melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-73, namun melambung. Serangan balik cepat Kvaratskhelia pada menit ke-77 nyaris berbuah gol, namun tembakannya hanya menghantam tiang gawang. Arsenal merespons dengan memasukkan beberapa pemain baru, namun belum mampu menciptakan ancaman berarti. PSG kembali nyaris mencetak gol di menit akhir babak kedua melalui Vitinha dan Bradley Barcola, namun skor 1-1 tetap bertahan hingga akhir waktu normal.
Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti yang Menentukan
Memasuki babak perpanjangan waktu, kedua tim terlihat sedikit kelelahan, namun tetap berupaya mencari celah. Arsenal sempat meminta penalti ketika Noni Madueke terjatuh di kotak terlarang pada menit ke-103, namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran. Peluang terakhir di babak perpanjangan waktu datang dari Jurrien Timber dan Viktor Gyokeres untuk Arsenal, namun tembakan mereka berhasil diblok pertahanan PSG. Skor 1-1 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu tos-tosan, ketegangan terasa begitu nyata. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo PSG. Di kubu Arsenal, hanya Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli yang mampu menjebol gawang. Kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes akhirnya memastikan kemenangan dramatis bagi Paris Saint-Germain.
Susunan pemain kedua tim:
Paris Saint-Germain: Safonov; Mendes, Pacho, Marquinhos (Zabarnyi 106′), Hakimi; Ruiz (Zaire-Emery 95′), Vitinha (Beraldo 106′), Neves; Kvaratskhelia (Barcola 83′), Dembele (Ramos 90+5′), Doue.
Arsenal: Raya; Hincapie, Gabriel, Saliba, Mosquera (Timber 66′); Lewis-Skelly (Zubimendi 91′), Rice; Trossard (Martinelli 83′), Odegaard (Gyokeres 66′), Saka (Madueke 83′); Havertz (Eze 91′).
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






