Mikel Arteta, pelatih yang kini berhasil mengembalikan kejayaan Arsenal di Liga Inggris, mengakui bahwa di awal masa kepelatihannya, sempat terbersit keraguan dalam dirinya mengenai kemampuannya untuk memimpin klub legendaris tersebut meraih gelar juara. Perjalanan panjang yang dilalui timnya, diwarnai frustrasi karena nyaris juara dalam beberapa musim beruntun, menjadi ujian berat bagi keyakinan diri sang arsitek taktik.
Sejak mengambil alih kemudi Arsenal pada akhir tahun 2019, Arteta memulai sebuah proyek ambisius untuk membangun kembali kekuatan tim yang sempat tertidur. Perlahan namun pasti, ia berhasil membentuk skuad yang kembali mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League. Namun, pencapaian sebagai runner-up selama tiga musim berturut-turut, terutama dua kali harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan rival di pekan-pekan krusial setelah sempat menduduki puncak klasemen, tentu saja meninggalkan luka dan keputusasaan. Situasi ini bahkan sempat membuat Arteta mempertanyakan apakah dirinya adalah sosok yang tepat untuk membimbing Arsenal meraih trofi bergengsi.
Meskipun demikian, keyakinan manajemen klub terhadap visi dan kemampuan Arteta tidak pernah goyah. Kepercayaan yang diberikan itu pun terbayar lunas di musim ini. Arsenal di bawah asuhannya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda terpeleset di momen-momen genting. Sejak memimpin klasemen pada bulan Oktober, The Gunners berhasil mempertahankan momentumnya hingga garis finis, mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali merengkuh gelar Liga Inggris. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar kemenangan, tetapi juga pembuktian atas kegigihan dan ketahanan yang ditanamkan oleh Arteta.
Lebih jauh lagi, kesuksesan musim ini membuka peluang bagi Arsenal untuk meraih gelar tambahan. Tim yang kini bertransformasi menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan ini, dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions pada tanggal 30 Mei mendatang di Budapest, Hungaria. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keraguan awal Arteta telah berhasil ia taklukkan melalui kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada proses.
Dalam konferensi pers pertamanya setelah memastikan gelar juara, yang dilangsungkan pada Kamis (21/5/2026) dan dikutip oleh ESPN, Arteta mengungkapkan berbagai emosi yang bercampur aduk. "Ada banyak emosi, kegembiraan, kebahagiaan, rasa bangga. Dan juga, kelegaan," ujar Arteta, menggambarkan perasaannya yang meluap. Namun, ia menekankan bahwa yang paling membuatnya bangga adalah cara timnya meraih kemenangan tersebut. Menurutnya, Arsenal telah menunjukkan nilai-nilai fundamental yang tidak hanya relevan dalam dunia olahraga, tetapi juga dalam kehidupan secara umum. Nilai-nilai tersebut meliputi kegigihan, ketahanan, kemampuan untuk tetap tenang di tengah keraguan, dan kerentanan yang jujur.
Arteta melanjutkan, ia pernah secara pribadi mengajukan pertanyaan fundamental kepada dirinya sendiri: "Apakah saya cukup baik untuk memimpin tim ini, klub ini, para pemain ini untuk memenangi trofi utama?". Ia mengakui bahwa sebelum meraih kesuksesan, seseorang tidak dapat sepenuhnya membuktikan dirinya. Oleh karena itu, ia memikirkan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Ia mencontohkan bahwa mereka sempat mendatangkan para ahli dari luar dan para pembicara untuk memberikan inspirasi kepada tim, namun pada akhirnya, setiap individu harus menemukan cara mereka sendiri untuk bangkit dan berjuang.
"Pelajaran besar di sini adalah tetap rendah hati, tetap ingin tahu, dan fokus pada apa yang ingin Anda capai," tegas Arteta. Ia menambahkan bahwa jika seseorang memberikan yang terbaik, maka peluang untuk meraih kesuksesan akan semakin besar. Ia melihat bahwa selama tiga tahun terakhir, timnya telah memberikan peluang yang sangat baik bagi diri mereka sendiri, dan pada musim ini, peluang tersebut akhirnya membuahkan hasil yang manis.
Namun, seperti seorang juara sejati, Arteta tidak berpuas diri. Ia menegaskan bahwa keinginan untuk meraih lebih banyak lagi adalah hal yang terpenting saat ini. Semangat kompetitif yang membara akan membawa mereka menghadapi laga terbesar di Budapest dalam beberapa hari ke depan. Ini menunjukkan bahwa Arteta tidak hanya berhasil membawa Arsenal meraih gelar, tetapi juga menanamkan mentalitas pemenang yang akan terus mendorong klub ini menuju kesuksesan yang berkelanjutan. Perjalanannya dari keraguan diri hingga menjadi arsitek kebangkitan Arsenal adalah sebuah narasi inspiratif tentang ketekunan, keyakinan, dan kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi tantangan terberat sekalipun. Ia telah membuktikan bahwa, pada akhirnya, ia adalah sosok yang tepat untuk membawa Arsenal kembali ke puncak kejayaan.






