Jakarta – Mimpi Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin untuk berprestasi di kandang sendiri harus pupus lebih dini. Pasangan ganda putra andalan Indonesia ini dipastikan angkat koper lebih awal dari ajang Indonesia Open 2026 setelah takluk di babak pertama. Raut kekecewaan terpancar jelas, dan keduanya tak sungkan menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang telah memberikan dukungan penuh.
Perjalanan Leo/Daniel di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, pada Selasa (2/6/2026) terhenti di tangan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan. Hasil ini tentu menjadi pukulan telak bagi Leo/Daniel, yang sebelumnya mematok target ambisius untuk menembus babak semifinal turnamen bergengsi ini.
Daniel mengakui bahwa dalam gim penentu, dirinya dan Leo menunjukkan permainan yang terburu-buru. Momentum pertandingan yang sempat mereka kuasai akhirnya terlepas karena pengambilan keputusan yang kurang cermat di momen-momen krusial. Ia menyampaikan rasa sesalnya karena belum mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan publik sendiri yang memadati Istora. Daniel menambahkan bahwa mereka akan segera melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut dan bertekad untuk memberikan hasil yang lebih memuaskan di kesempatan berikutnya.
Senada dengan Daniel, Leo juga menilai bahwa pertandingan tersebut sebenarnya masih bisa diraih. Namun, lawan berhasil melakukan adaptasi dan mengubah taktik permainan, yang membuat mereka mampu membalikkan keadaan di fase-fase genting. Leo mengungkapkan bahwa meskipun mereka berusaha bermain tenang, lawan yang tampil tanpa beban justru mampu menemukan celah untuk mengungguli. Ia menambahkan bahwa situasi seperti itu seharusnya bisa diantisipasi dan dikendalikan.
Lebih lanjut, Leo mengakui adanya sejumlah kesalahan sendiri yang dimanfaatkan oleh pasangan Taiwan. Beberapa poin penting yang seharusnya bisa menjadi modal berharga justru hilang karena bola yang keluar tipis atau menyangkut di net. Kesalahan-kesalahan yang terkesan "given" ini tentunya sangat merugikan dan menjadi catatan penting untuk segera diperbaiki.
Meskipun hasil di Indonesia Open 2026 ini mengecewakan, Leo/Daniel tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Mereka segera mengalihkan fokus penuh ke dua turnamen berikutnya yang akan menjadi ajang pembuktian. Australia Open dan Macau Open, yang dijadwalkan bergulir mulai 9 hingga 21 Juni mendatang, kini menjadi target utama mereka untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik.
Daniel menegaskan bahwa meskipun hasil kali ini belum sesuai harapan, fokus utama mereka adalah melakukan perbaikan diri masing-masing. Ia optimis bahwa dengan evaluasi yang tepat, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan.
Leo menekankan pentingnya aspek mental yang harus segera dibenahi. Ia tidak ingin hasil buruk di kandang sendiri membawa dampak negatif yang berkepanjangan. Leo berjanji akan berusaha memberikan yang terbaik di Australia dan Macau, serta menjaga kondisi mental agar tidak terpuruk terlalu lama. Dengan dua turnamen besar yang menanti, Leo dan Daniel bertekad untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.
Kekalahan di Indonesia Open ini menjadi momen evaluasi yang sangat penting bagi Leo/Daniel. Pasangan ini memang baru kembali dipasangkan di awal tahun 2026 setelah sempat mencoba berpasangan dengan pemain lain. Pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat chemistry dan kekompakan mereka di lapangan. Mereka kini menatap masa depan dengan optimisme, berharap dapat segera menemukan kembali performa terbaik dan meraih hasil yang lebih membanggakan di rangkaian turnamen selanjutnya.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






