Klarifikasi Sato Ungkap Permintaan Persib Soal Sengketa Kontrak yang Tertutup

Darus Sinatria

Pemain asal Filipina, Daisuke Sato, akhirnya membuka suara terkait perselisihan kontrak yang sempat mengemuka dengan Persib Bandung. Dalam keterangannya, Sato mengungkapkan bahwa pihak Persib pernah mengajukan permintaan agar hasil dari sengketa tersebut tidak diungkapkan ke publik, baik nama pemain maupun klub yang bersangkutan. Isu ini kembali mencuat setelah Persib diketahui menerima sanksi larangan mendaftarkan pemain baru dari FIFA, yang berhubungan dengan perselisihan kontrak dengan mantan pemainnya.

Perjalanan Sato bersama Maung Bandung terbilang cukup singkat, yaitu sekitar satu setengah musim, terhitung sejak tahun 2022 hingga awal 2024. Namun, kerja sama mereka harus berakhir lebih dini ketika kompetisi Liga 1 musim 2023/2024 masih bergulir. Pada saat itu, Sato dilepas oleh tim meskipun kontraknya secara resmi masih berlaku bersama Persib. Perkara ini kemudian berkembang menjadi sebuah sengketa hukum olahraga yang akhirnya diproses oleh Sato bersama tim kuasa hukumnya.

Melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (30/5/2026), Sato memberikan penjelasan mengenai situasi yang beredar terkait larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung. Ia menegaskan bahwa masalah ini bukanlah hasil dari laporan baru atau tindakan terkini dari pihaknya. Kasus ini sejatinya merupakan kelanjutan dari perselisihan kontrak yang terjadi antara Persib Bandung dan dirinya, Daisuke Caumanday Sato, pasca pemutusan kontraknya pada tahun 2023.

Sato menegaskan bahwa proses hukum yang ia tempuh telah berjalan cukup lama dan melalui jalur yang semestinya. Di sisi lain, Persib sempat mengajukan upaya banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Namun, upaya banding tersebut dilaporkan mengalami penolakan pada Maret 2026. Setelah putusan tersebut, menurut penuturan Sato, Persib kemudian meminta agar hasil putusan tersebut tidak dipublikasikan secara terbuka. Sato menyatakan bahwa pihaknya menolak permintaan tersebut karena ia meyakini bahwa proses penyelesaian sengketa semacam ini perlu dijalankan secara transparan agar dapat diketahui oleh publik.

Dalam pernyataannya, Sato menjelaskan bahwa Persib mengajukan permintaan agar putusan tersebut tidak disebarluaskan dengan mencantumkan nama pemain dan klub. Alasan yang dikemukakan oleh Persib adalah adanya kekhawatiran mengenai kehormatan dan reputasi klub. Pihak Sato menolak permintaan tersebut karena mereka berpegang pada prinsip bahwa setiap permasalahan hukum, termasuk sengketa kontrak, seharusnya ditangani dengan keterbukaan penuh. Pernyataan Sato ini merupakan kali pertama ia menguraikan secara rinci komunikasi yang terjadi terkait sengketa kontraknya yang selama ini berjalan di balik layar.

Saat ini, Persib Bandung masih dihadapkan pada kewajiban untuk menyelesaikan perkara tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku agar sanksi dari FIFA dapat dicabut. Sebelumnya, manajemen Persib telah menyampaikan komitmennya untuk mematuhi seluruh tahapan proses dan regulasi yang ada. Penyelesaian kasus ini menjadi sangat krusial mengingat dampaknya yang signifikan terhadap aktivitas transfer pemain Persib menjelang dimulainya musim kompetisi berikutnya. Keputusan dan penyelesaian yang adil menjadi kunci agar Persib dapat kembali beraktivitas normal dalam bursa pemain. Keterbukaan informasi mengenai proses ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh tim kebanggaan Bobotoh tersebut.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags