Real Madrid mengakhiri musim dengan kemenangan kandang 2-0 atas Real Oviedo dalam sebuah pertandingan yang lebih terasa seperti formalitas daripada sebuah kontes sengit. Los Blancos, yang telah mengamankan posisi runner-up di La Liga, menampilkan performa yang cukup untuk mengalahkan tim juru kunci yang sudah dipastikan terdegradasi. Gol-gol dari pemain muda Gonzalo Garcia dan bintang mereka, Jude Bellingham, memastikan tiga poin bagi tuan rumah, namun hasil ini tidak memberikan dampak signifikan pada peta persaingan klasemen liga.
Pertandingan yang digelar di Santiago Bernabéu pada Jumat, 15 Juni 2026, ini sebenarnya tidak memiliki bobot yang berarti bagi kedua tim. Bagi Real Madrid, posisi kedua di klasemen telah terkunci, tertinggal jauh dari Barcelona yang telah mengunci gelar juara. Sementara itu, Real Oviedo harus menerima kenyataan pahit terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Spanyol sebagai tim juru kunci.
Meski demikian, para pemain Real Madrid tetap menunjukkan profesionalisme mereka di hadapan para pendukung setia. Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup tinggi dari pihak tuan rumah. Franco Mastantuono hampir saja membuka keunggulan bagi Madrid di awal laga, namun upayanya masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang Oviedo, Aaron Escandell. Beberapa menit berselang, Trent Alexander-Arnold mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola hanya melenceng tipis di sisi gawang Escandell pada menit ke-20. Tak lama kemudian, Brahim Diaz juga berani melepaskan tembakan dari jarak jauh, namun lagi-lagi Escandell menunjukkan refleks yang sigap untuk mengamankan gawangnya.
Keasyikan Madrid dalam melancarkan serangan akhirnya membuahkan hasil di penghujung babak pertama. Gol pembuka tercipta berkat pressing tinggi yang berhasil dilakukan oleh para pemain Los Blancos di area pertahanan Oviedo. Bola berhasil direbut di lini belakang tim tamu, yang kemudian disodorkan oleh Brahim Diaz kepada Gonzalo Garcia yang berada di dalam kotak penalti. Dengan tenang, Garcia melepaskan tendangan terukur ke sudut gawang, tak mampu dijangkau oleh Escandell, dan membawa Madrid unggul 1-0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Carlo Ancelotti tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Escandell kembali dipaksa bekerja keras untuk menjaga gawangnya tetap steril. Ia berhasil menahan tembakan keras dari Alvaro Carreras pada menit ke-57, menunjukkan performa individu yang patut diapresiasi di tengah situasi timnya yang sulit. Peluang lain datang untuk Kylian Mbappe di menit ke-76, namun upayanya masih dapat diblok oleh barisan pertahanan Oviedo.
Konsistensi serangan Real Madrid akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-80. Jude Bellingham, yang menjadi salah satu motor serangan tim, berhasil menusuk ke dalam kotak penalti. Dengan pergerakan yang lincah, ia melepaskan tendangan mendatar yang keras dan terarah, kembali tak mampu dihalau oleh Escandell, sehingga menggandakan keunggulan Madrid menjadi 2-0.
Di sisa pertandingan, Oviedo sempat memberikan sedikit perlawanan. Haissem Hassan melancarkan sebuah sepakan keras yang mengarah ke gawang, namun Thibaut Courtois, sang kiper utama Madrid, menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang dengan terbang untuk menepis bola. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta, dan Real Madrid menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Dalam pertandingan ini, Real Madrid menurunkan susunan pemain yang cukup kuat meskipun status pertandingan sudah tidak menentukan. Formasi yang diturunkan meliputi Courtois di bawah mistar gawang, dengan Trent Alexander-Arnold, Asensio, Alaba, dan Carreras di lini pertahanan. Lini tengah diisi oleh Tchouaméni, Camavinga, dan Brahim Diaz, sementara lini serang dipercayakan kepada Mastantuono, Gonzalo Garcia, dan Vinicius Jr. Di sisi Real Oviedo, Aaron Escandell menjaga gawang, didukung oleh Nacho Vidal, Bailly, Costas, dan Rahim di lini belakang. Lini tengah diisi oleh Colombatto dan Fonseca, dengan Ilyas Chaira, Reina, dan Thiago Fernández sebagai penyerang pendukung, serta Fede Viñas sebagai ujung tombak.
Meskipun hasil akhir ini mungkin terasa kurang berarti dalam konteks perburuan gelar, kemenangan ini tetap menjadi penutup musim yang positif bagi Real Madrid di hadapan para pendukungnya. Bagi Real Oviedo, ini adalah akhir dari perjalanan pahit di La Liga, dan mereka harus segera bangkit untuk menghadapi tantangan di kasta yang lebih rendah musim depan. Pertandingan ini lebih mencerminkan perbedaan kualitas antara tim papan atas dan tim yang terpuruk di klasemen, sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi kedua tim menjelang kompetisi berikutnya.






