Kekalahan Tragis Manchester City di Laga Pamungkas Liga Musim 2025/26: Akhir Era Guardiola Ditutup dengan Pahit

Darus Sinatria

Manchester, Inggris – Musim Premier League 2025/26 berakhir dengan nada minor bagi Manchester City. Dalam pertandingan kandang terakhir mereka di Etihad Stadium, Minggu (24/5/2026) malam WIB, The Citizens harus mengakui keunggulan tim tamu, Aston Villa, dengan skor tipis 2-1. Ironisnya, kekalahan ini menjadi penutup dari era kepelatihan Pep Guardiola bersama klub raksasa Manchester tersebut, yang akan segera berpisah di akhir musim panas ini.

Pertarungan pekan ke-38 antara Manchester City dan Aston Villa ini sejatinya tidak lagi menentukan nasib City dalam perburuan gelar juara. Namun, hasil pertandingan ini memiliki makna emosional yang mendalam, terutama bagi para pendukung setia City yang menyaksikan penampilan terakhir sang maestro taktik, Pep Guardiola. City sempat membuka keran gol lebih dulu melalui sontekan Antoine Semenyo di babak pertama. Gol tersebut sempat disambut gegap gempita oleh publik Etihad, memberikan harapan akan sebuah penutup manis bagi sang pelatih.

Namun, asa tersebut harus pupus di paruh kedua pertandingan. Aston Villa, yang diasuh oleh Unai Emery, menunjukkan determinasi luar biasa dan berhasil membalikkan keadaan. Sang striker andalan, Ollie Watkins, menjadi pahlawan bagi tim tamu dengan mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-1 untuk The Villans. Brace Watkins ini tidak hanya membawa tiga poin penting bagi Villa, tetapi juga menorehkan catatan pahit di laga perpisahan sang pelatih legendaris.

Kekalahan ini secara matematis mengukuhkan posisi Manchester City sebagai runner-up klasemen akhir Premier League musim 2025/26. Mereka mengumpulkan total 78 poin dari 38 pertandingan yang telah dilakoni. Perolehan poin ini terpaut tujuh angka dari Arsenal, sang juara liga musim ini, yang berhasil mengunci gelar juara. Sementara itu, bagi Aston Villa, kemenangan dramatis ini semakin memperkokoh posisi mereka di zona Liga Champions. Dengan tambahan tiga poin, pasukan Emery berhasil mengumpulkan 65 poin dari 38 laga, mengamankan tiket kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa.

Rangkaian Kejadian Pertandingan yang Penuh Drama

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi, meskipun status pertandingan sebagai laga penutup musim tidak lagi krusial bagi City dalam perburuan gelar. Tuan rumah, Manchester City, mencoba membangun serangan dari berbagai lini. Peluang pertama datang dari pergerakan Savinho yang melepaskan umpan tarik dari sisi lapangan. Bola bergulir ke arah Tijjani Reijnders, namun sepakan first-time sang gelandang belum mampu menggetarkan jala gawang Aston Villa. Tak lama berselang, Bernardo Silva berhasil melepaskan diri dari penjagaan ketat pemain belakang Villa. Ia mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari jarak dekat, namun Marco Bizot, kiper Villa, sigap mengantisipasi bola dengan kakinya.

Pecah telur terjadi pada menit ke-23. Berawal dari situasi tendangan sudut yang dieksekusi oleh Reijnders, bola berhasil ditepis oleh pemain belakang Villa. Namun, pantulan bola justru jatuh ke kaki Antoine Semenyo yang berada di posisi tepat. Dengan tenang, Semenyo melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau Bizot, membawa Manchester City unggul 1-0. Keunggulan ini bertahan hingga turun minum, memberikan sedikit kelegaan bagi para penggemar City yang berharap bisa memberikan kado perpisahan indah bagi Guardiola.

Namun, awal babak kedua menjadi mimpi buruk bagi kubu tuan rumah. Baru dua menit setelah peluit dibunyikan, Aston Villa berhasil menyamakan kedudukan. Ollie Watkins menjadi aktor utama dalam gol penyama kedudukan ini. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi oleh tim tamu, barisan pertahanan City gagal melakukan sapuan bola dengan sempurna. Bola liar yang timbul berhasil dimanfaatkan oleh Watkins untuk membobol gawang James Trafford.

Petaka bagi Manchester City kembali hadir pada menit ke-63. Ollie Watkins kembali menunjukkan ketajamannya. Ia menerima umpan lambung dari lini tengah dan dengan cerdik menggiring bola melewati beberapa pemain bertahan City sebelum akhirnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Watkins berhasil mengecoh John Stones sebelum akhirnya menaklukkan James Trafford dengan tendangan akurat. Gol ini sempat memicu kontroversi dan harus melalui pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) terkait potensi offside. Namun, setelah peninjauan ulang, VAR menyatakan gol tersebut sah dan Aston Villa berhak memimpin 2-1.

Di menit-menit akhir pertandingan, Manchester City sempat berupaya keras untuk mencari gol penyama kedudukan. Phil Foden berhasil menceploskan bola ke gawang Villa pada menit ke-89 setelah menerima umpan terobosan brilian dari Mateo Kovacic. Sorak sorai kembali membahana di Etihad. Namun, kebahagiaan itu kembali bertepuk sebelah tangan. Wasit memutuskan untuk mengecek VAR atas gol tersebut. Setelah peninjauan, VAR menganulir gol Foden karena dianggap berada dalam posisi offside saat menerima umpan. Keputusan ini semakin menambah kekecewaan para pemain dan pendukung City.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada lagi gol tercipta. Manchester City harus menelan pil pahit kekalahan di laga kandang terakhir mereka, yang sekaligus menjadi panggung perpisahan bagi Pep Guardiola. Sebuah akhir yang tidak sesuai harapan bagi era yang penuh dengan kesuksesan.

Susunan Pemain:

Manchester City: James Trafford (GK), Rico Lewis, John Stones, Rúben Dias, Nathan Aké, Jérémy Doku, Bernardo Silva, Tijjani Reijnders, Phil Foden, Savinho, Antoine Semenyo.

Aston Villa: Marco Bizot (GK), Kosta Rega Bogarde, Tyrone Mings, Pau Torres, Ian Maatsen, Victor Lindelöf, Douglas Luiz, Ross Barkley, Leon Bailey, Emiliano Buendía, Ollie Watkins.

Also Read

Tags