Guncangan di San Siro Massimiliano Allegri Dipecat, AC Milan Lakukan Perombakan Besar

Darus Sinatria

Kejatuhan dramatis AC Milan di pekan terakhir Serie A musim ini berujung pada pemecatan pelatih kepala Massimiliano Allegri. Keputusan tegas ini diambil oleh manajemen klub setelah Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions, sebuah target yang dianggap krusial oleh pemilik klub, RedBird. Tak hanya Allegri, beberapa petinggi klub yang menduduki posisi strategis juga turut tersingkir dari kursi jabatannya sebagai konsekuensi dari performa yang dinilai mengecewakan.

Perjalanan Milan menuju kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi itu terhenti di ambang pintu. Kebutuhan akan hasil imbang dalam laga penutup musim melawan Cagliari ternyata tidak mampu dipenuhi. Alih-alih meraih poin yang dibutuhkan, anak asuh Allegri justru harus menelan kekalahan 1-2. Hasil ini membuat Milan terlempar ke peringkat kelima klasemen dengan total 70 poin. Posisi ini, ironisnya, disalip oleh Como yang berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Cremonese, mengumpulkan total 71 poin dan mengukuhkan diri sebagai tim terakhir yang berhak lolos ke Liga Champions.

Kegagalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Milan. Mengingat besarnya investasi yang telah digelontorkan klub pada bursa transfer sebelumnya, ekspektasi untuk kembali bersaing di panggung Eropa sangatlah tinggi. Terlebih lagi, Milan sempat menunjukkan performa menjanjikan di paruh pertama musim, bahkan sempat menghuni puncak klasemen Serie A dan menjadi pesaing kuat Inter Milan dalam perburuan gelar Scudetto. Namun, tren positif tersebut tidak mampu dipertahankan. Memasuki paruh kedua musim, performa Milan mengalami penurunan signifikan, sementara Inter Milan justru menunjukkan peningkatan performa yang konsisten, meninggalkan Milan semakin tertinggal.

Kekecewaan yang mendalam ini akhirnya mendorong RedBird, sebagai pemilik baru klub, untuk mengambil langkah drastis. Setelah menggelar rapat darurat sehari pasca-kekalahan pahit dari Cagliari, Gerry Cardinale, bos RedBird, secara resmi mengumumkan pemecatan Allegri. Keputusan ini tidak hanya menyasar sang pelatih, tetapi juga meluas ke jajaran manajemen, termasuk Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada. Mereka semua dinilai gagal dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing, yang berujung pada kegagalan tim mencapai target utama musim ini.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh klub, RedBird menegaskan bahwa tujuan utama klub di musim lalu adalah mengamankan posisi di Liga Champions dan membangun fondasi untuk persaingan reguler di papan atas Serie A. Pernyataan tersebut menguraikan bagaimana Milan sempat berada di posisi dua besar Serie A dan bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara. Namun, inkonsistensi permainan di fase-fase krusial, yang berpuncak pada kekalahan yang sangat mengecewakan di pekan terakhir, telah menghancurkan seluruh harapan musim ini.

"Sudah saatnya kami melakukan perombakan di jajaran operasional tim," demikian bunyi pernyataan klub, yang secara implisit menandakan bahwa kegagalan ini tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Klub secara transparan menyebutkan nama-nama yang diberhentikan: CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada. Meskipun demikian, klub juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama membela panji AC Milan.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut juga menyoroti keseriusan RedBird dalam membangun kembali kekuatan tim. Klub berjanji akan segera mengumumkan pengganti para petinggi yang diberhentikan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil dengan harapan agar tim dapat lebih siap dan terorganisir dalam menyambut musim baru yang akan datang. Fokus utama adalah memastikan bahwa transisi kepemimpinan berjalan lancar dan strategis, demi mewujudkan ambisi klub untuk kembali menjadi kekuatan dominan di Italia dan Eropa.

Massimiliano Allegri, dalam periode keduanya menukangi AC Milan, mencatat rekor yang kurang memuaskan. Selama masa kepelatihannya, tim hanya mampu meraih 22 kemenangan, dengan 10 hasil imbang dan 10 kekalahan. Angka-angka ini, jika dibandingkan dengan ekspektasi dan sumber daya yang dimiliki klub, jelas tidak memenuhi standar yang diharapkan. Kini, dengan kepergian Allegri, Gerry Cardinale bersama Penasihat Tim Zlatan Ibrahimovic akan memiliki tugas berat untuk mencari sosok pelatih baru yang mampu mengembalikan kejayaan Rossoneri. Pencarian ini diharapkan akan menghasilkan pilihan yang tepat, yang mampu membawa AC Milan kembali ke jalur kemenangan dan bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Perombakan ini bukan hanya sekadar pergantian personel, melainkan sebuah sinyal kuat dari RedBird bahwa mereka serius dalam membangun kembali AC Milan menjadi kekuatan yang disegani di kancah global.

Also Read

Tags