Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah mengambil keputusan strategis terkait pemilihan markas tim nasional untuk mengarungi kompetisi Piala AFF 2026. Dua stadion ikonik, Stadion Pakansari di Cibinong dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, dipastikan akan menjadi panggung bagi skuad Garuda. Penentuan ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari tahapan kompetisi hingga potensi penonton.
Piala AFF edisi mendatang dijadwalkan bergulir mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Timnas Indonesia, yang tergabung dalam Grup A, akan menghadapi tantangan dari tim-tim kuat seperti Vietnam dan Singapura, serta Kamboja. Satu tempat lagi di grup ini akan diisi oleh pemenang dari duel kualifikasi antara Timor Leste dan Brunei Darussalam. Format kompetisi mengharuskan timnas melakoni dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang di fase grup.
Keputusan PSSI menunjuk Stadion Pakansari sebagai arena untuk dua laga kandang perdana di fase grup melawan Kamboja dan Vietnam. Pilihan ini didasarkan pada analisis kapasitas stadion dan estimasi jumlah penonton yang diharapkan hadir. Marsal Marsita, Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), menjelaskan bahwa untuk pertandingan-pertandingan di fase grup, skala penonton yang mungkin hadir belum akan mencapai kapasitas penuh SUGBK yang mencapai 60 ribu penonton. Oleh karena itu, Stadion Pakansari dengan kapasitas yang lebih proporsional dinilai lebih ideal untuk menciptakan atmosfer yang tetap membakar semangat juang para pemain tanpa terkesan kosong.
"Memang benar, kami telah mendaftarkan dua pertandingan fase grup ke AFF untuk diselenggarakan di Stadion Pakansari," ungkap Marsal dalam acara pengumuman kerja sama PSSI dengan EA Sports baru-baru ini. Beliau menambahkan, "Kami juga mempertimbangkan bahwa pertandingan-pertandingan di fase grup kemungkinan besar tidak akan dipadati oleh 60 ribu penonton. Oleh karena itu, Pakansari memiliki kapasitas yang pas untuk dua laga fase grup melawan Vietnam dan Kamboja."
Meskipun demikian, sorotan publik sempat tertuju pada kondisi Stadion Pakansari yang dilaporkan sedang dalam proses perbaikan. Atap stadion yang memiliki kapasitas sekitar 30 ribu penonton itu dilaporkan sempat roboh akibat terjangan angin kencang di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Namun, kekhawatiran ini segera ditepis oleh pihak PSSI. Marsal memastikan bahwa insiden tersebut tidak akan menjadi hambatan dalam persiapan venue. Pihak federasi telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi dan optimis bahwa perbaikan akan rampung tepat waktu.
"Kami optimis, itu tidak akan menjadi masalah. Tim PSSI sudah melakukan pengecekan di sana. Artinya, masih ada cukup waktu untuk melakukan persiapan," ujar Marsal dengan keyakinan. Ia juga menegaskan bahwa jadwal pertandingan Piala AFF yang akan digelar setelah ajang Piala Dunia 2026 memberikan ruang yang memadai untuk memastikan kesiapan stadion. "Pertandingan akan dilaksanakan setelah Piala Dunia (2026). Masih ada waktu, jadi tidak ada kendala. Kami sudah mengajukan konfirmasi kepada AFF untuk menggelar laga fase grup di Stadion Pakansari," pungkasnya.
Jika Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak gugur Piala AFF, panggung akan bergeser ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Perpindahan ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan kapasitas SUGBK yang lebih besar, yang diharapkan akan terisi penuh oleh dukungan suporter saat timnas berjuang di fase krusial kompetisi. Penggunaan SUGBK di babak gugur juga mengisyaratkan harapan PSSI untuk melihat antusiasme publik yang memuncak, seiring dengan semakin dekatnya timnas menuju tangga juara.
Keputusan PSSI dalam menentukan kandang timnas ini mencerminkan perencanaan yang matang, mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan strategis demi memberikan performa terbaik bagi skuad Garuda di kancah internasional. Dukungan penuh dari para pemain di lapangan dan dukungan dari tribun penonton diharapkan akan menjadi kombinasi yang ampuh untuk membawa pulang trofi Piala AFF 2026.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






