Memasuki pasar otomotif Indonesia, Wuling Eksion hadir dengan penawaran harga yang sangat menarik, namun kesempatan untuk meminang SUV inovatif ini dengan banderol spesial diprediksi akan segera berakhir. Kuota 2.000 unit yang dialokasikan untuk program harga perdana ini dilaporkan semakin menipis, mengindikasikan bahwa penyesuaian harga yang signifikan akan segera diberlakukan.
Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, memberikan gambaran mengenai perkembangan pemesanan kendaraan (SPK) Wuling Eksion. Beliau menginformasikan bahwa saat ini, jumlah SPK yang telah tercatat telah mencapai angka 1.500 unit. Hal ini berarti masih tersisa sejumlah unit yang memungkinkan calon konsumen untuk meraih keuntungan dari skema harga dan paket khusus yang ditawarkan.
"Masih ada beberapa lagi untuk menikmati reward price dan reward package-nya juga," ungkap Brian Gomgom pada Rabu, 3 Juni 2026. Pernyataan ini secara implisit menegaskan bahwa momentum untuk mendapatkan Wuling Eksion dengan harga terbaik sedang berada di ujung tanduk.
Lebih lanjut, Brian Gomgom menyampaikan bahwa detail mengenai besaran kenaikan harga akan diumumkan secara resmi oleh Wuling Motors setelah kuota 2.000 unit SPK tercapai seluruhnya. "Perbedaan harganya nanti akan kita infokan pas SPK-nya sudah di angka 2.000," jelasnya. Meskipun angka pastinya belum diungkapkan secara gamblang, beredar informasi kuat bahwa Wuling berencana untuk menaikkan harga Wuling Eksion sebesar Rp 10 juta. "Ya, ada informasi naiknya harga segitu (Rp 10 juta)," konfirmasi beliau, menguatkan spekulasi mengenai besaran penyesuaian harga tersebut. Kenaikan harga ini merupakan indikator normal dari strategi pemasaran, di mana penawaran awal yang menarik digunakan untuk mendorong minat dan mempercepat adopsi pasar terhadap produk baru.
Wuling Eksion sendiri bukanlah sekadar SUV biasa. Keunggulannya terletak pada statusnya sebagai SUV pertama di pasar Indonesia yang menawarkan dua pilihan teknologi penggerak sekaligus: opsi murni kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicles/BEV) dan opsi hibrida yang dapat diisi daya dari luar (Plug-in Hybrid Electric Vehicles/PHEV). Fleksibilitas ini menjawab kebutuhan pasar yang beragam, mulai dari konsumen yang mencari solusi mobilitas nol emisi hingga mereka yang menginginkan efisiensi bahan bakar maksimal dengan jangkauan yang lebih panjang.
Untuk varian Wuling Eksion EV, jantung pacunya ditenagai oleh motor listrik yang mampu menghasilkan daya sebesar 150 kW dengan torsi puncak mencapai 310 Nm. Ditenagai oleh baterai berkapasitas 69,2 kWh, mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak impresif hingga 530 kilometer berdasarkan standar CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle). Keunggulan lain dari sisi pengisian daya adalah dukungan terhadap teknologi DC fast charging dengan konektor CCS2, memungkinkan pengisian daya baterai secara cepat dan efisien.
Sementara itu, Wuling Eksion PHEV hadir dengan konfigurasi yang menggabungkan mesin hibrida khusus berkapasitas 1.5 liter yang dipasangkan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Sistem ini didukung oleh baterai berkapasitas 20,5 kWh. Kombinasi teknologi ini menghasilkan kemampuan untuk menempuh jarak sejauh 125 kilometer dalam mode listrik murni. Jika digabungkan dengan suplai energi dari mesin bensin, total jangkauan tempuh Wuling Eksion PHEV ini diklaim dapat melampaui 1.000 kilometer (CLTC), menawarkan keleluasaan mobilitas tanpa kekhawatiran akan kehabisan daya.
Harga spesial yang ditawarkan Wuling Eksion saat ini menjadi daya tarik utama bagi para konsumen yang jeli melihat peluang. Besaran harga ini merupakan strategi awal Wuling untuk memperkenalkan teknologi canggih yang dibawa oleh Eksion ke pasar Indonesia. Dengan adanya penawaran harga perdana, Wuling berharap dapat menarik perhatian lebih banyak konsumen dan membangun basis pengguna yang kuat untuk produk SUV terbarunya ini.
Perlu dicatat bahwa informasi mengenai harga spesial Wuling Eksion ini, meskipun tidak diungkapkan secara rinci dalam artikel sumber, merupakan bagian dari strategi promosi awal. Biasanya, harga spesial ini disertai dengan berbagai keuntungan tambahan, seperti garansi yang lebih panjang, bonus aksesoris, atau kemudahan dalam pembiayaan. Namun, seiring dengan mendekatnya batas kuota, calon konsumen disarankan untuk segera mengambil keputusan agar tidak kehilangan kesempatan emas ini.
Fenomena kenaikan harga setelah periode peluncuran awal adalah praktik umum dalam industri otomotif. Hal ini dilakukan untuk mengapresiasi konsumen yang berani menjadi yang pertama mengadopsi produk baru, sekaligus untuk menyesuaikan harga dengan nilai pasar yang sebenarnya setelah produk mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari konsumen. Dalam kasus Wuling Eksion, kenaikan sebesar Rp 10 juta menunjukkan apresiasi yang signifikan dari Wuling Motors terhadap para pembeli awal.
Dengan dua pilihan powertrain yang inovatif, Wuling Eksion memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam transisi menuju elektrifikasi di Indonesia. Varian BEV menawarkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan dan hemat biaya operasional jangka panjang, sementara varian PHEV memberikan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan fleksibilitas jarak tempuh yang luas, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang masih beradaptasi dengan ekosistem kendaraan listrik.
Kehadiran Wuling Eksion dengan kedua opsi teknologinya ini patut diapresiasi sebagai langkah maju dalam diversifikasi pilihan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Keputusan Wuling untuk menawarkan harga spesial pada tahap awal adalah langkah strategis untuk mendorong penetrasi pasar dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan teknologi masa depan. Namun, seperti yang diisyaratkan, kesempatan ini memiliki batas waktu, dan bagi mereka yang tertarik, saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertindak sebelum harga penyesuaian diberlakukan.






