Revolusi Mobilitas Listrik: BYD DM Menjawab Tantangan Jarak Tempuh dengan Inovasi Dual Mode

Ricky Bastian

Pasar otomotif Indonesia tengah mengalami pergeseran signifikan, didorong oleh adopsi kendaraan elektrifikasi yang kian pesat. Di tengah dinamika ini, BYD dan DENZA kian mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam sektor kendaraan listrik di tanah air. Hingga awal tahun 2026, kedua merek ini telah berhasil mendistribusikan lebih dari 19.200 unit kendaraan, menguasai hampir separuh pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Prestasi ini tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap solusi mobilitas ramah lingkungan, tetapi juga menegaskan peran BYD sebagai pemain kunci dalam transisi energi di industri otomotif Indonesia. Sejak kehadirannya di pasar domestik, diperkirakan sekitar 90.000 unit kendaraan BYD kini telah menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat Indonesia, seiring dengan pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik yang telah teramati dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum BYD resmi memasuki pasar Indonesia pada tahun 2022, pangsa pasar kendaraan listrik nasional hanya berkisar pada angka 0,9%. Namun, data kuartal pertama 2026 menunjukkan lonjakan drastis menjadi sekitar 20%, menandakan pergeseran paradigma dari fase adopsi awal menuju penerimaan yang lebih luas di kalangan konsumen. Meskipun demikian, BYD menyadari bahwa karakteristik pasar Indonesia yang beragam, mencakup kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, kebutuhan perjalanan jarak jauh, serta kesiapan infrastruktur pengisian daya yang masih berkembang, menghadirkan tantangan mobilitas yang kompleks bagi masyarakat.

Di sisi lain, kendaraan konvensional pun masih dibayangi oleh sejumlah kendala, seperti kenaikan harga bahan bakar yang fluktuatif, efisiensi energi yang terbatas, dan biaya operasional yang cenderung tinggi. Menjawab tantangan tersebut, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) sebagai solusi elektrifikasi yang dianggap sangat relevan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar Indonesia.

Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa di sepanjang tahun 2024, BYD telah memimpin dalam mencetak sejarah baru perkembangan kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia melalui perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat secara masif. Ia menambahkan bahwa semangat yang sama kini dibawa melalui teknologi Dual Mode untuk membuka babak baru pasar NEV di Indonesia.

Teknologi Dual Mode (DM) merupakan perpaduan cerdas antara kapabilitas kendaraan listrik murni (EV) dan kendaraan hybrid, dengan penekanan utama pada penggerak berbasis listrik. Inovasi ini dirancang untuk memberikan solusi mobilitas yang mampu mengatasi kekhawatiran terkait jarak tempuh, bahkan untuk beragam skenario penggunaan sehari-hari. Dalam perjalanan jarak pendek, terutama di lingkungan perkotaan, kendaraan dapat beroperasi sepenuhnya sebagai EV, menawarkan pengalaman berkendara yang hening, mulus, dan tanpa emisi. Sementara itu, untuk menempuh jarak yang lebih jauh, sistem hybrid pada teknologi DM memastikan efisiensi energi yang superior dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan antarkota maupun lintas pulau.

Berbeda dengan kendaraan konvensional yang mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama, teknologi BYD DM memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak inti. Mesin bensin berperan sebagai pendukung, berfungsi untuk menghasilkan listrik tambahan atau membantu meningkatkan efisiensi ketika dibutuhkan. Pendekatan ini menghasilkan karakter berkendara yang lebih responsif sembari tetap menjaga konsumsi energi yang optimal.

Dikembangkan secara eksklusif oleh BYD, teknologi DM turut dibekali dengan serangkaian fitur unggulan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Keunggulan ini mencakup sensasi berkendara yang halus dan bertenaga layaknya kendaraan listrik, fleksibilitas penggunaan berkat kombinasi sumber energi, kemampuan menempuh jarak jauh tanpa rasa khawatir akan keterbatasan daya, konsumsi bahan bakar yang sangat irit guna menekan biaya operasional, serta sistem manajemen energi pintar yang mampu mengoptimalkan performa dan efisiensi kendaraan dalam berbagai kondisi perjalanan.

BYD bertekad untuk menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan positif pasar NEV, menjadikannya lebih luas dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM yang menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, termasuk di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga dapat menjangkau spektrum kebutuhan dan segmen pasar yang lebih luas.

Salah satu keunggulan paling menonjol dari teknologi DM adalah efisiensi energinya yang luar biasa tinggi dengan biaya operasional yang sangat terjangkau. Dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim mencapai 65 km/liter dan kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.800 km dalam sekali pengisian penuh dan tangki bahan bakar, efisiensi termal mesin yang mencapai 46,06%, serta estimasi biaya penggunaan yang sangat rendah, teknologi DM menawarkan solusi mobilitas yang sangat ekonomis. Kemampuan ini sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang membutuhkan kendaraan hemat energi untuk aktivitas harian, perjalanan antarkota, hingga penggunaan komersial yang menuntut mobilitas tinggi.

Teknologi BYD DM dirancang dengan sistem penggerak cerdas yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan perjalanan dan kondisi berkendara. Melalui tiga mode penggerak utama, teknologi ini mampu menyeimbangkan kenyamanan, efisiensi energi, dan performa berkendara yang optimal.

Pertama, Mode EV (Electric Vehicle), memberikan pengalaman berkendara full electric yang senyap dan nyaman. Dalam mode ini, kendaraan sepenuhnya bergantung pada tenaga listrik, dengan motor listrik menggerakkan roda 100% sementara mesin bensin dalam kondisi siaga. Mode EV sangat ideal untuk mobilitas harian di perkotaan karena menghasilkan emisi nol dan tanpa konsumsi bahan bakar, selain memberikan kenyamanan berkendara superior dan efisiensi energi yang lebih baik.

Kedua, Mode HEV Series (Hybrid Electric Vehicle Series), dirancang untuk efisiensi optimal pada perjalanan jarak menengah hingga jauh. Ketika tingkat daya baterai menurun di bawah ambang batas yang ditentukan, sistem secara otomatis mengaktifkan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi ulang baterai, sementara roda tetap digerakkan oleh motor listrik. Mode ini mempertahankan karakter berkendara yang halus dan nyaman dengan tingkat kebisingan, getaran, dan kekasaran (NVH) yang optimal, sambil menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah. Mode ini sangat cocok untuk kondisi perjalanan dengan kecepatan rendah hingga menengah.

Ketiga, Mode HEV Parallel (Hybrid Electric Vehicle Parallel), mengombinasikan performa tinggi dan efisiensi. Dalam mode ini, motor listrik dan mesin bensin bekerja secara simultan untuk menggerakkan roda, menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan akselerasi yang responsif, sangat berguna saat melakukan manuver menyalip di jalan tol atau saat berkendara pada kecepatan tinggi. Dalam kondisi tertentu, terutama saat melaju pada kecepatan tinggi dengan daya baterai yang rendah, mesin bensin dapat mengambil alih penggerak roda sepenuhnya untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Mode ini menawarkan keseimbangan yang optimal antara performa berkendara dan efisiensi energi untuk berbagai kebutuhan perjalanan jarak jauh.

Secara global, teknologi DM telah diadopsi oleh lebih dari 7 juta pengguna, sebuah bukti tingginya penerimaan pasar internasional terhadap inovasi kendaraan energi baru BYD. Teknologi DM sendiri telah melalui proses pengembangan selama lebih dari dua dekade sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008. Generasi terbaru, DM 5.0, kini hadir dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi energi, integrasi sistem kendaraan yang lebih canggih, dan pengalaman berkendara yang semakin optimal.

Also Read

Tags