Pengumuman daftar pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 oleh Tim Nasional Iran memicu kebingungan dan pertanyaan tajam. Salah satu nama besar yang paling mengejutkan tidak tercantum adalah penyerang andalan, Sardar Azmoun. Keputusan ini, yang tampaknya bertentangan dengan statusnya sebagai mesin gol utama Iran bersama Mehdi Taremi, menimbulkan spekulasi luas mengenai alasan di baliknya. Sumber-sumber yang dekat dengan tim mengindikasikan bahwa dicoretnya Azmoun bukanlah murni keputusan teknis semata, melainkan terkait dengan sikapnya yang dianggap menentang kebijakan pemerintah, sebuah isu yang sensitif di tengah situasi politik Iran yang memanas.
Azmoun, yang sebelumnya menjadi bagian integral dari skuad Iran di Piala Dunia 2022, rupanya sudah terdepak dari tim sejak gelaran uji coba pada bulan Maret lalu. Keputusan drastis ini muncul setelah Azmoun secara terbuka menyampaikan protes melalui platform media sosialnya terkait eskalasi konflik yang melibatkan negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel. Sikap Azmoun ini dinilai oleh otoritas pemerintahan Iran yang berkuasa sebagai bentuk pembangkangan, sebuah tindakan yang tidak dapat ditoleransi oleh rezim. Penggunaan media sosial oleh publik figur untuk menyuarakan pendapat politik, terutama yang berseberangan dengan narasi resmi pemerintah, memang kerap kali berujung pada konsekuensi berat di Iran.
Menariknya, kontras dengan nasib Azmoun, rekan setimnya di klub Al Ahli, Saeid Ezatolahi, tetap masuk dalam daftar 26 pemain yang akan diboyong ke Piala Dunia 2026. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pencoretan Azmoun memiliki dimensi politik yang kuat. Meskipun Iran saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk absennya pertandingan domestik sejak Februari akibat konflik di Timur Tengah, mereka tetap berhasil menyertakan 17 pemain yang berkompetisi di liga lokal. Sementara itu, sembilan pemain lainnya tersebar di berbagai liga luar negeri, dengan dominasi pemain dari Uni Emirat Arab (lima pemain), disusul Belgia (dua pemain), Yunani (satu pemain), dan Rusia (satu pemain). Keragaman asal klub ini mencerminkan upaya Iran untuk merangkum talenta terbaiknya, terlepas dari latar belakang kompetisi mereka.
Perjalanan Iran menuju Piala Dunia kali ini juga diwarnai oleh drama tersendiri. Sempat muncul ancaman pengunduran diri dari turnamen akbar ini, yang dipicu oleh perlakuan yang dianggap tidak adil oleh Pemerintah Amerika Serikat terkait penerbitan visa bagi para pemain dan staf. Namun, setelah melalui negosiasi dan penyesuaian, Iran akhirnya memastikan partisipasinya. Sebagai bagian dari solusi keamanan, tim Iran diizinkan untuk memindahkan markas tim mereka ke Tijuana, Meksiko, sebuah kota yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat. Keputusan ini diambil demi menjamin keamanan dan kelancaran persiapan tim.
Meskipun demikian, Iran tetap harus menjalani tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat. Jadwal pertandingan mereka mengharuskan tim untuk melakukan perjalanan dari Tijuana ke Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan dan segera kembali ke Meksiko setelah laga usai. Lokasi pertandingan fase grup Iran meliputi SoFi Stadium di Inglewood, California, untuk dua pertandingan, dan Lumen Field di Seattle untuk satu pertandingan lainnya. Ketentuan ini menunjukkan betapa rumitnya logistik dan keamanan yang harus dihadapi Iran di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayangi.
Di Grup G, Iran akan bersaing dengan tim-tim kuat seperti Belgia, Mesir, dan Selandia. Jika berhasil melaju ke babak gugur, Iran berpotensi besar berhadapan dengan Amerika Serikat di babak 32 Besar, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli di Dallas Cowboys Stadium. Potensi pertemuan ini, tentu saja, bergantung pada performa kedua tim di fase grup, khususnya jika keduanya berhasil menempati posisi runner-up di grup masing-masing. Pertemuan ini akan menjadi lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, melainkan juga akan sarat dengan muatan simbolis dan politik, mengingat hubungan bilateral kedua negara yang kompleks.
Berikut adalah daftar skuad lengkap Tim Nasional Iran untuk Piala Dunia 2026:
Kiper:
Alireza Beiranvand (Tractor)
Hossein Hosseini (Sepahan)
Payam Niazmand (Persepolis)
Bek:
Danial Eiri (Malavan)
Ehsan Hajsafi (Sepahan)
Saleh Hardani (Esteghlal)
Hossein Kanaani (Persepolis)
Shoja Khalilzadeh (Tractor)
Milad Mohammadi (Persepolis)
Ali Nemati (Foolad)
Ramin Rezaeian (Foolad)
Gelandang:
Rouzbeh Cheshmi (Esteghlal)
Saeid Ezatolahi (Shabab Al-Ahli)
Mehdi Ghayedi (Al-Nasr)
Saman Ghoddos (Kalba)
Mohammad Ghorbani (Al-Wahda)
Alireza Jahanbakhsh (Dender)
Mohammad Mohebi (Rostov)
Amir Mohammad Razzaghinia (Esteghlal)
Mehdi Torabi (Tractor)
Aria Yousefi (Sepahan)
Penyerang:
Ali Alipour (Persepolis)
Dennis Dargahi (Standard Liege)
Amirhossein Hosseinzadeh (Tractor)
Mehdi Taremi (Olympiakos)
Shahriar Moghanlou (Kalba)
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






