Sirkuit Mugello, Italia – Perhelatan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello pada hari pertama dipenuhi drama bagi pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish. Memulai sesi latihan bebas dengan optimisme, nasib apes justru membayanginya dengan dua kali terjatuh di lintasan yang basah, menandai awal yang sulit dalam rangkaian balapan kali ini.
Hakim Danish, yang tergabung dalam tim AEON Credit MT Helmets MSI, sempat menunjukkan performa menjanjikan di sesi latihan bebas pertama (FP1). Di awal sesi yang berlangsung Jumat sore waktu Indonesia, ia berhasil menempatkan dirinya di posisi teratas. Dalam kondisi lintasan yang masih lembap akibat guyuran hujan, pembalap berusia 18 tahun itu mampu mencatatkan waktu tercepat 2 menit 12,621 detik, mengungguli para pesaingnya. Momentum positif ini sempat memberinya harapan untuk memulai seri Moto3 Italia dengan gemilang.
Namun, keberuntungan seolah berpaling dari Hakim Danish. Tak lama setelah memimpin, insiden tak terduga terjadi. Ia terjatuh di tikungan kedua dan ketiga sirkuit. Kejadian ini memaksa panitia mengibarkan bendera kuning (yellow flag), yang menandakan adanya bahaya di lintasan. Akibat kecelakaan tersebut, sesi FP1 bagi Hakim Danish harus berakhir lebih cepat, enam menit sebelum waktu yang ditentukan. Lebih lanjut, posisinya yang semula teratas merosot tajam ke peringkat delapan.
Kegalauan kembali menghampiri Hakim Danish di sesi latihan berikutnya. Saat mencoba meningkatkan performanya, ia kembali mengalami insiden, kali ini sebuah insiden highside yang cukup keras terjadi di tikungan ke-14. Kecelakaan tersebut bermula saat Hakim Danish berusaha bangkit dari posisi menikung. Motornya kehilangan traksi, menyebabkan sang pembalap terpental dari tunggangannya dan meluncur di atas aspal. Beruntung, Hakim Danish berhasil berguling ke sisi lintasan, menghindari tabrakan dengan pembalap lain yang melaju di belakangnya. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan cedera, namun ia dilaporkan baik-baik saja, meski harus menelan pil pahit atas dua insiden yang dialaminya.
Akibat dua kali terjatuh tersebut, Hakim Danish harus puas mengakhiri sesi latihan dengan menempati posisi ke-21. Hasil ini tentu saja menjadi pukulan berat baginya, karena ia gagal menembus kualifikasi kedua (Q2). Ini berarti, Hakim Danish harus berjuang ekstra keras di sesi kualifikasi berikutnya untuk bisa mendapatkan posisi start yang lebih baik demi menghadapi balapan utama.
Berbanding terbalik dengan nasib Hakim Danish, rekan setimnya yang juga merupakan bagian dari program talenta Red Bull, Veda Ega Pratama, justru menunjukkan performa yang impresif di Sirkuit Mugello. Berbeda dengan Hakim Danish, Veda Ega Pratama justru mampu bangkit dari posisi yang kurang menguntungkan di sesi latihan bebas pertama.
Di FP1, Veda Ega Pratama sempat berada di posisi ke-20. Namun, di sesi latihan berikutnya, ia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Pembalap asal Indonesia ini berhasil melesat ke posisi kesembilan, sebuah lompatan yang patut diapresiasi. Dengan performa solidnya tersebut, Veda Ega Pratama berhasil mengamankan tiket ke Q2 Moto3 Italia 2026. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi tim dan menunjukkan potensi yang dimiliki pembalap muda Indonesia di kancah internasional. Perbedaan nasib kedua pembalap ini menyoroti betapa kompetitif dan penuh tantangan ajang Moto3, di mana setiap detail dan sedikit kesalahan bisa berakibat fatal.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






