Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) untuk edisi tahun 2026 telah dipastikan tetap akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Keputusan ini diambil meski sempat beredar luas wacana mengenai potensi perpindahan lokasi pameran otomotif akbar tersebut ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang berlokasi di PIK 2. Pertanyaan mengenai kemungkinan pergeseran venue ini memang telah menjadi topik hangat di kalangan industri otomotif dan para peminatnya.
Menanggapi isu tersebut, CEO Seven Event selaku pihak penyelenggara, Andy Wismarsyah, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait rencana pemindahan lokasi GIIAS di masa mendatang. Ia menjelaskan bahwa ada sejumlah pertimbangan krusial yang masih terus dievaluasi sebelum mengambil langkah strategis mengenai pemilihan venue. Menurut Andy, faktor utama yang menjadi prioritas utama dalam menentukan lokasi pameran adalah aksesibilitas menuju tempat acara. Akses yang mudah dan nyaman bagi pengunjung, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat merupakan pondasi penting dalam penyelenggaraan sebuah acara berskala besar seperti GIIAS.
Selain aksesibilitas, ketersediaan akomodasi yang memadai juga menjadi perhatian serius bagi tim penyelenggara. GIIAS tidak hanya menarik minat masyarakat umum, tetapi juga melibatkan partisipasi dari para pelaku industri otomotif, media, serta mendatangkan tamu dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas penginapan yang cukup, berkualitas, dan dengan harga yang terjangkau menjadi faktor pendukung yang tak kalah penting untuk kelancaran acara. Andy menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menggali informasi dan mengevaluasi potensi dari berbagai opsi venue, termasuk mempertimbangkan aspek-aspek logistik dan kenyamanan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Untuk saat ini, kepastian lokasi penyelenggaraan GIIAS 2026 masih berada di ICE BSD City, Tangerang. Namun, untuk edisi-edisi selanjutnya, keputusan mengenai venue baru akan terus dikaji dan dipertimbangkan secara mendalam. Pernyataan Andy Wismarsyah mengindikasikan bahwa GIIAS 2027 dan tahun-tahun berikutnya masih terbuka untuk kemungkinan perpindahan, tergantung pada hasil evaluasi dan kesiapan venue potensial.
Munculnya wacana perpindahan venue ini tak lepas dari peluncuran NICE PIK 2 sebagai kawasan pameran dan konvensi baru yang diklaim memiliki kapasitas lebih besar. Terletak di wilayah Pantai Indah Kapuk 2, NICE PIK 2 digadang-gadang menawarkan ruang yang lebih luas dibandingkan dengan ICE BSD City. Jika dibandingkan secara total area pengembangan, ICE BSD City memiliki luas sekitar 220.000 meter persegi, sementara NICE PIK 2 dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 400.000 meter persegi, yang berarti hampir dua kali lipat lebih besar.
Namun, ketika perbandingan difokuskan pada area exhibition hall atau ruang pamer tertutup, selisih antara kedua venue tersebut tidak terlalu signifikan. ICE BSD City memiliki area pameran indoor seluas sekitar 50.000 meter persegi, sedangkan NICE PIK 2 menawarkan area exhibition hall sekitar 55.100 meter persegi. Perbedaan yang relatif kecil ini menunjukkan bahwa dari segi kapabilitas ruang pamer utama, kedua venue memiliki potensi yang hampir setara.
Meskipun demikian, dengan kapasitas yang lebih besar secara keseluruhan dan area pengembangan yang luas, NICE PIK 2 dinilai memiliki potensi yang kuat untuk menjadi venue pilihan bagi penyelenggaraan pameran otomotif di masa depan. Potensi ini didukung oleh infrastruktur yang lebih modern dan ruang yang lebih fleksibel untuk menampung berbagai inovasi dan eksposur dari industri otomotif. Namun, seperti yang telah ditekankan oleh pihak penyelenggara, faktor krusial seperti aksesibilitas yang optimal dan ketersediaan fasilitas penginapan yang memadai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh NICE PIK 2 sebelum dapat secara resmi menggantikan posisi ICE BSD City sebagai tuan rumah GIIAS.
Keputusan penyelenggaraan GIIAS 2026 di ICE BSD City memberikan jeda waktu bagi para pihak terkait untuk terus melakukan studi kelayakan dan mempertimbangkan berbagai aspek teknis maupun non-teknis. Industri otomotif Indonesia yang terus berkembang membutuhkan sebuah platform pameran yang tidak hanya representatif dari segi ukuran dan fasilitas, tetapi juga dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat dan pelaku industri. Oleh karena itu, meski wacana perpindahan venue ke PIK 2 terus bergulir, kepastiannya akan sangat bergantung pada kemampuan venue baru tersebut dalam memenuhi standar dan ekspektasi yang tinggi dari penyelenggaraan pameran berskala internasional seperti GIIAS.
Perlu dicatat bahwa GIIAS bukan hanya sekadar ajang pamer kendaraan baru. Acara ini merupakan barometer perkembangan industri otomotif, platform peluncuran teknologi terbaru, ajang pertemuan bisnis strategis, dan sarana edukasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemilihan venue yang tepat memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan dan dampak acara ini. Dengan demikian, pertimbangan matang dan evaluasi komprehensif akan terus menjadi landasan dalam setiap keputusan terkait lokasi penyelenggaraan GIIAS di masa mendatang, memastikan bahwa pameran ini dapat terus memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pesertanya.






