Jakarta – PT Honda Prospect Motor mengumumkan peluncuran kendaraan listrik terbarunya, yang dijuluki ‘Brio Listrik’ oleh publik Indonesia, di pasar Jepang. Kendaraan ini secara resmi dinamakan Honda Super-One, dan banderolnya di Jepang berkisar di angka Rp 300 jutaan. Peluncuran ini menandai langkah strategis Honda dalam merespons tren mobilitas berkelanjutan dengan menawarkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menyajikan pengalaman berkendara yang penuh semangat.
Menurut keterangan pers resmi dari Honda Motor Co., Ltd., Honda Super-One dirancang khusus sebagai kendaraan listrik (EV) berukuran kompak. Tujuannya adalah untuk mentransformasi rutinitas berkendara sehari-hari menjadi sebuah pengalaman yang tidak hanya efisien, tetapi juga menyenangkan dan mampu membangkitkan antusiasme penggunanya. Konsep ini tercermin dalam pengembangan sasis yang dibuat secara spesifik untuk Super-One, memberikan dimensi yang sedikit lebih lebar dibandingkan dengan model Honda N-ONE e:. Selain itu, berbagai fitur inovatif disematkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kenikmatan penumpang di dalam kabin.
Salah satu keunggulan utama Honda Super-One untuk pasar Jepang terletak pada konfigurasi powertrainnya yang ringkas. Kendaraan ini mengintegrasikan e-Axle yang efisien dengan baterai berkapasitas tinggi yang memiliki profil ramping. Inovasi yang patut disorot adalah hadirnya Mode BOOST yang dirancang khusus untuk model ini. Ketika diaktifkan, mode ini mampu meningkatkan daya keluaran maksimum dari 47kW pada Mode NORMAL menjadi 70kW. Peningkatan tenaga ini memberikan dorongan akselerasi yang lebih signifikan, menjadikannya pilihan menarik bagi pengemudi yang mendambakan performa lebih.
Lebih dari sekadar peningkatan tenaga, Honda Super-One juga berupaya mereplikasi sensasi berkendara mobil konvensional. Hal ini dicapai melalui sinkronisasi simulasi transmisi 7-percepatan yang dirancang untuk meniru sensasi perpindahan gigi layaknya kendaraan sport bermesin pembakaran internal. Selain itu, sistem Active Sound Control (ASC) turut dihadirkan untuk menciptakan dan memutar suara mesin "virtual" di dalam kabin. Suara ini disesuaikan secara dinamis berdasarkan input pengemudi melalui pedal gas. Kombinasi fitur-fitur ini memungkinkan pengemudi untuk merasakan nuansa mengendarai kendaraan sport yang bertenaga, sembari tetap menikmati berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi kendaraan listrik.
Aspek visual juga tidak luput dari perhatian Honda. Untuk meningkatkan daya tarik dan memberikan indikasi mode berkendara yang sedang aktif, Super-One menyajikan iluminasi garis panel instrumen LED di sisi penumpang depan. Tampilan Multi-Information Display (MID) juga mengalami perubahan visual, bertransisi dari warna biru menjadi ungu saat Mode BOOST diaktifkan. Perubahan estetika ini tidak hanya menambah sentuhan futuristik, tetapi juga berfungsi sebagai elemen informatif yang intuitif bagi pengemudi dan penumpang.
Dalam hal jangkauan, Honda Super-One diklaim mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, berdasarkan standar pengujian WLTC (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle). Untuk pengisian daya, dibutuhkan waktu sekitar 4,5 jam menggunakan charger standar. Namun, jika menggunakan fasilitas pengisian daya cepat, waktu yang dibutuhkan dapat dipersingkat menjadi sekitar 30 menit, menjadikannya pilihan yang praktis untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Fitur lain yang menambah nilai fungsionalitas Honda Super-One adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai sumber daya eksternal. Dengan memanfaatkan Honda Power Supply Connector, sebuah perangkat output daya AC eksternal, Super-One dapat menghasilkan listrik hingga 1.500 Watt. Daya ini dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan berbagai peralatan listrik di luar ruangan, seperti alat elektronik atau perlengkapan kemping. Selain itu, fitur ini juga dapat berfungsi sebagai sumber daya cadangan yang krusial dalam situasi darurat, seperti saat terjadi pemadaman listrik.
Secara resmi, Honda Super-One ditawarkan di pasar Jepang dengan harga 3.390.200 yen. Nilai tersebut setara dengan kisaran Rp 378 jutaan, dan angka ini sudah termasuk pajak konsumsi sebesar 10 persen yang berlaku di Jepang. Harga ini menempatkan Super-One sebagai opsi kendaraan listrik yang kompetitif di segmennya, menawarkan kombinasi teknologi canggih, pengalaman berkendara yang unik, dan fungsionalitas yang luas. Kehadiran Super-One di Jepang diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi pengembangan kendaraan listrik kompak di masa depan, menggabungkan inovasi teknis dengan apresiasi terhadap sensasi berkendara tradisional.






