Yogyakarta menggebrak sebagai tuan rumah seri pertama Indonesian Downhill 2026, sebuah ajang yang memantapkan dominasi Andy Prayoga dan Milatul Khaqimah di lintasan ekstrem. Lebih dari seratus pebalap sepeda gunung dari seluruh penjuru negeri berkumpul di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, pada Minggu, 24 Mei 2026, untuk menguji nyali dan kemampuan mereka di medan yang menantang. Sebanyak 129 downhiller nasional menunjukkan performa terbaik mereka dalam perebutan supremasi di 10 kategori yang dipertandingkan, menciptakan atmosfer kompetisi yang panas dan penuh drama, terutama di tiga kelas utama: Men Elite, Women Elite, dan Men Junior.
Puncak perhatian tertuju pada kelas Men Elite, di mana Andy "John" Prayoga berhasil menorehkan namanya sebagai juara setelah menaklukkan lintasan baru yang disajikan di Bukit Hijau Bike Park. Dengan catatan waktu impresif 2 menit 39.495 detik, Andy membuktikan ketangguhannya. Ia mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya kali ini adalah pemulihan cedera patah tulang yang dialaminya tahun sebelumnya secara total, ditambah kedisiplinan dalam menjalankan program latihan fisik dan ketahanan. Andy juga menekankan pentingnya tidak mengulangi kesalahan di masa lalu dengan memaksakan diri bertanding saat masih dalam kondisi cedera, yang justru dapat menghambat performa di seri-seri berikutnya. Dedikasi dan strategi pemulihan yang matang menjadi fondasi kesuksesannya di seri pembuka ini.
Di kelas Women Elite, Milatul Khaqimah keluar sebagai kampiun dengan mencatatkan waktu 3 menit 06.531 detik. Atlet andalan dari Tim Nokeproof Axess Racing Team ini berhasil unggul tipis, kurang dari satu detik, atas pesaing terdekatnya, Ayu Triya Andriana dari Tim Alaska Squad. Milatul menyatakan bahwa kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa baginya, mengingat ini adalah balapan pertamanya setelah menjalani masa pemulihan yang relatif singkat. Menyongsong dua seri berikutnya, ia berharap dapat mempertahankan konsistensi performa terbaiknya dan berupaya keras untuk mempertahankan gelar juara yang telah diraihnya. Semangat pantang menyerah dan persiapan matang menjadi modal berharga bagi Mila untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Kejutan terbesar justru hadir dari kelas Men Junior. Dimas Aradhana, seorang privateer atau pebalap independen, berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan waktu tercepat yang bahkan melampaui catatan waktu di kelas Men Elite. Dengan waktu 2 menit 39.094 detik, Dimas berhak atas podium tertinggi di kelasnya. Performa gemilang juga ditunjukkan oleh Nazwa Agazani yang baru saja bergabung dengan 76 Rider DH Squad. Ia menorehkan waktu 2 menit 39.794 detik, menempatkannya di posisi kedua. Sementara itu, Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team mengamankan posisi ketiga dengan catatan waktu 2 menit 43.830 detik. Persaingan di kelas junior ini menunjukkan munculnya talenta-talenta muda yang berpotensi besar untuk meramaikan kancah downhill nasional di masa depan.
Agnes Wuisan, perwakilan dari 76 Rider selaku penyelenggara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pebalap yang telah menunjukkan semangat juang luar biasa di putaran perdana ini. Ia juga mengucapkan selamat kepada para juara di setiap kelas, serta berharap mereka dapat terus meningkatkan performa dan memberikan penampilan yang semakin impresif di seri-seri selanjutnya. Komitmen penyelenggara untuk terus mendukung perkembangan olahraga downhill di Indonesia terlihat jelas melalui pelaksanaan seri pembuka yang sukses ini.
Secara rinci, hasil 5 besar pada seeding run kelas Men Elite menunjukkan dominasi Andy Prayoga dengan waktu 02.39.495 detik, diikuti oleh Agung Prio Apriliano (02.40.026 detik) dan Mohammad Abdul Hakim (02.41.264 detik). Di kelas Women Elite, Milatul Khaqimah memimpin dengan 03.06.531 detik, disusul oleh Ayu Triya Andriana (03.07.283 detik) dan Nining Purwaningsih (03.13.370 detik). Kategori Men Junior sendiri menampilkan perburuan waktu yang sangat ketat, mencerminkan tingginya tingkat persaingan di antara para pebalap muda berbakat.
Keberhasilan seri pertama Indonesian Downhill 2026 ini tidak hanya menandai dimulainya musim kompetisi yang penuh gairah, tetapi juga menjadi bukti nyata perkembangan olahraga downhill di Indonesia. Antusiasme para pebalap, dukungan dari tim dan sponsor, serta venue yang menantang menjadi kombinasi sempurna untuk menciptakan sebuah tontonan olahraga yang memukau. Para penggemar downhill kini menantikan seri-seri berikutnya yang diprediksi akan menyajikan aksi yang lebih menegangkan dan kejutan-kejutan tak terduga. Semangat kompetisi yang sehat dan sportivitas menjadi nilai utama yang terus dijunjung tinggi dalam setiap gelaran Indonesian Downhill.






