Momen bersejarah tercipta di Kras Stadium pada Sabtu malam (23/5/2026), ketika Willem II Tilburg berhasil mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie. Tim yang diperkuat oleh pemain Tim Nasional Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, harus melalui ujian berat berupa adu penalti melawan tuan rumah FC Volendam, setelah agregat pertandingan play-off Eredivisie berakhir imbang. Kemenangan 5-4 dalam drama adu tos-tosan mengukuhkan status Willem II sebagai tim promosi musim depan, menutup perjuangan panjang mereka di divisi kedua.
Pertandingan leg kedua ini menjadi penentu nasib kedua tim. FC Volendam datang dengan keunggulan tipis 2-1 dari leg pertama, memberikan tekanan tersendiri bagi Willem II untuk membalikkan keadaan. Kehadiran Nathan Tjoe-A-On di starting eleven Willem II memberikan suntikan moral bagi timnya, mengingat performanya yang konsisten sepanjang musim. Sejak awal pertandingan, tensi tinggi langsung terasa.
Tak butuh waktu lama bagi Willem II untuk memecah kebuntuan. Memasuki menit ke-7, Siegert Baartmans berhasil mengkonversi umpan silang matang dari Mounir El Allouchi yang datang dari sisi kanan lapangan. Gol pembuka ini sontak membangkitkan semangat juang skuad tamu. Selang sepuluh menit kemudian, tepatnya di menit ke-17, keunggulan Willem II semakin tak terbendung. Finn Stam sukses menggandakan skor lewat sebuah tendangan keras dari tepi kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Volendam.
Meski tertinggal dua gol, FC Volendam tidak menyerah begitu saja. Mereka berusaha keras untuk bangkit dan akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-36. Yannick Leliendal menjadi pahlawan bagi tuan rumah dengan melepaskan tendangan mendatar yang akurat, meluncur mulus ke sudut bawah gawang Willem II. Skor 2-1 untuk keunggulan Willem II bertahan hingga jeda babak pertama.
Memasuki paruh kedua, kedua tim menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih gol tambahan. Namun, solidnya pertahanan serta efektivitas serangan yang belum maksimal membuat skor tidak mengalami perubahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil akhir babak kedua yang tetap 2-1 untuk kemenangan Willem II membuat agregat total menjadi sama kuat 3-3. Situasi ini memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di masa perpanjangan waktu, khususnya pada menit ke-106, pelatih Willem II memutuskan untuk melakukan pergantian pemain. Nathan Tjoe-A-On ditarik keluar dan digantikan oleh Mika de Jonge, sebuah keputusan taktis yang diharapkan dapat memberikan energi baru bagi tim. Namun, baik Willem II maupun Volendam gagal memanfaatkan sisa waktu 2×15 menit untuk mencetak gol kemenangan. Pertarungan sengit ini pun harus ditentukan melalui adu penalti yang menegangkan.
Drama adu penalti menjadi saksi bisu ketegangan para pemain dan pendukung kedua tim. Willem II menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih. Mereka berhasil mengungguli Volendam dengan skor 5-4. Puncak ketegangan terjadi ketika eksekutor terakhir Volendam, Nordin Bukala, gagal menaklukkan kiper Willem II, Thomas Didillon, yang berhasil menepis tendangannya. Momen penyelamatan gemilang itulah yang memastikan kemenangan dramatis bagi Willem II dan mengantarkan mereka kembali ke Eredivisie.
Peran Nathan Tjoe-A-On dalam pertandingan ini, meskipun harus berakhir lebih awal karena pergantian pemain, tetap signifikan. Kehadirannya di lini pertahanan dan kontribusinya sepanjang musim menjadi salah satu pilar penting bagi kesuksesan Willem II meraih promosi. Pemain yang pernah mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia ini telah membuktikan kapasitasnya di kompetisi Belanda.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket promosi, tetapi juga buah dari kerja keras, semangat pantang menyerah, dan kedisiplinan tim sepanjang musim. Bagi FC Volendam, kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat, namun mereka juga telah menunjukkan perlawanan yang patut diacungi jempol.
Berikut adalah susunan pemain kedua tim yang diturunkan dalam pertandingan krusial ini:
FC Volendam: Roy Steur, Precious Ugwu, Mawouna Amevor, Nick Verschuren, Yannick Leliendal, Gibson Yah, Juninho Bacuna, Bilal Ould-Chikh, Anthony Descotte, Benjamin Pauwels, Henk Veerman.
Willem II: Thomas Didillon, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hoogma, Raffael Behounek, Finn Stam, Mounir El Allouchi, Gijs Besselink, Uriel van Alst, Nick Doodeman, Siegert Baartmans, Devin Haen.
Kisah promosi Willem II ke Eredivisie ini akan menjadi cerita inspiratif tentang bagaimana sebuah tim mampu bangkit dari keterpurukan dan meraih impian melalui perjuangan yang gigih, dengan kontribusi nyata dari setiap pemainnya, termasuk talenta muda Indonesia, Nathan Tjoe-A-On.






