Kontrak Luka Modric bersama AC Milan akan segera berakhir di penghujung musim kompetisi 2025/26, namun gelandang veteran asal Kroasia ini tampaknya belum memiliki niat untuk meninggalkan kota mode tersebut. Berlawanan dengan spekulasi yang beredar, Modric justru mengungkapkan hasrat mendalam untuk meraih sebuah trofi bersama tim Rossoneri sebelum gantung sepatu.
Di usianya yang telah menginjak 40 tahun, Modric masih menunjukkan kontribusi signifikan bagi AC Milan. Sepanjang musim ini, ia menjadi salah satu pilar penting di lini tengah, mencatatkan 33 penampilan di Serie A dengan sumbangan dua gol dan tiga assist. Perannya sebagai pengatur tempo permainan dan pemberi umpan matang tetap tak tergantikan, membuktikan bahwa usia hanyalah angka bagi pemain sekaliber dirinya.
Saat ini, Modric tengah dalam proses pemulihan cedera retak tulang pipi kiri yang membuatnya absen dalam tiga pertandingan terakhir. Meski demikian, ada harapan besar ia bisa kembali merumput di laga penutup Serie A musim ini, yang akan digelar pada Senin (25/5) dini hari WIB, menghadapi Cagliari. Pertandingan ini krusial bagi Milan untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Perihal kelanjutan kariernya di Milan, negosiasi perpanjangan kontrak tengah berjalan. Namun, dari gestur dan pernyataannya, Modric secara implisit menunjukkan keinginan kuat untuk bertahan. Ia mengaku sangat menikmati kehidupannya di Milan dan fokus utamanya saat ini adalah membantu tim meraih kemenangan melawan Cagliari demi mengamankan posisi di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
"Saya merasa sangat bahagia berada di Milan," ujar Modric, seperti dikutip dari media Tribuna. "Hal terpenting sekarang adalah bagaimana kita menghadapi laga melawan Cagliari, karena kemenangan akan memastikan tempat kita di Liga Champions musim depan."
Modric tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya karena timnya belum berhasil meraih gelar juara di musim ini. Namun, tekadnya untuk mengukir sejarah dengan trofi bersama AC Milan justru semakin membara. "Musim ini kami memang belum berhasil memenangi apapun, namun saya sangat berambisi untuk bisa mengangkat sebuah trofi di sini, bersama Milan," tegasnya dengan penuh keyakinan.
Saat ini, AC Milan menempati posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 70 poin dari 37 pertandingan. Persaingan untuk mengamankan empat besar demi tiket Liga Champions sangat ketat. Tiga tim lain yang berada di bawah mereka hanya berjarak maksimal tiga poin, membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Dalam situasi genting seperti ini, kehadiran dan kepemimpinan Modric di lapangan akan sangat krusial.
Lebih lanjut, Modric merasa fisiknya masih prima dan sanggup bersaing di level tertinggi sepak bola. Ia meyakini bahwa dirinya masih memiliki banyak energi dan kemampuan untuk terus berkontribusi bagi tim. Hubungan baik yang terjalin dengan klub, jajaran manajemen, serta staf kepelatihan menjadi modal penting dalam kelanjutan negosiasi.
"Saya masih merasa mampu untuk bermain dan kondisi fisik saya sangat baik. Saya memiliki hubungan yang sangat positif dengan klub, dengan manajemen, dan juga dengan pelatih. Mari kita lihat saja bagaimana perkembangan situasi setelah musim ini berakhir," tutupnya, menyisakan sedikit ruang untuk spekulasi namun tetap menunjukkan optimisme.
Keputusan Modric untuk bertahan, jika terwujud, akan menjadi angin segar bagi para penggemar AC Milan. Kehadiran pemain sekaliber dunia seperti Modric, bahkan di usia senja kariernya, mampu memberikan inspirasi dan motivasi tambahan bagi rekan-rekannya, serta menjadi magnet bagi talenta-talenta muda untuk bergabung dengan klub. Ambisinya untuk meraih trofi bersama Milan bukan sekadar pernyataan, melainkan sebuah janji yang ingin ia tepati sebelum mengakhiri babak penting dalam karier sepak bolanya. Laga terakhir musim ini dan negosiasi kontrak selanjutnya akan menjadi penentu apakah mimpi sang maestro untuk mengangkat trofi di San Siro akan terwujud.






