Jakarta – PT BYD Motor Indonesia angkat bicara mengenai maraknya rumor harga untuk model terbarunya, BYD M6 DM, yang beredar luas di jagat maya dengan kisaran Rp 310 juta hingga Rp 390 juta. Model plug-in hybrid (PHEV) perdana dari BYD di tanah air ini memang telah diperkenalkan, namun pihak perusahaan menegaskan bahwa harga resminya belum diumumkan.
Sebelumnya, berbagai bocoran mengenai estimasi harga BYD M6 DM muncul di platform media sosial. Dalam bocoran tersebut, disebutkan lima varian dengan rentang harga yang berbeda-beda. Mulai dari tipe Classic Standard yang dibanderol sekitar Rp 310 juta, diikuti oleh Classic Dynamic seharga Rp 330 juta. Kemudian, varian Cross Advanced ditawarkan pada angka Rp 360 juta, Cross Superior 7 pada Rp 380 juta, dan varian termahal, Cross Captain Seat 6, diprediksi mencapai Rp 390 juta.
Menanggapi situasi tersebut, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa BYD Indonesia memang belum secara resmi merilis harga resmi untuk M6 DM di pasar domestik. Namun, diakui bahwa sejak M6 DM diperkenalkan, antusiasme konsumen yang tinggi terlihat jelas. Banyak calon pembeli berbondong-bondong mendatangi diler untuk menanyakan perihal harga dan bahkan menyatakan minat untuk melakukan pemesanan.
"Fenomena yang terjadi adalah tingginya permintaan setelah peluncuran teknologi DM kami dua hari lalu. Hal ini memicu lonjakan kunjungan ke berbagai showroom kami, di mana para konsumen tidak hanya ingin melihat-lihat unit, tetapi juga sudah menunjukkan keinginan untuk segera melakukan pemesanan," ujar Luther kepada awak media di Jakarta pada tanggal 20 Mei 2026.
Lebih lanjut, Luther memaparkan bahwa tingginya animo konsumen tersebut mendorong pihak BYD Indonesia untuk berkoordinasi secara internal dengan jaringan penjualan mereka. Tujuannya adalah untuk menyusun dan menginformasikan "indication price" atau harga estimasi. Harga estimasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup relevan bagi calon konsumen yang ingin melakukan pemesanan. Sayangnya, Luther menyayangkan bahwa harga estimasi tersebut justru terinformasi ke publik sebelum waktunya.
Luther menegaskan kembali bahwa angka-angka harga BYD M6 DM yang telah beredar luas di media sosial bukanlah harga resmi yang akan dikeluarkan oleh BYD Indonesia. Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut hanyalah sebuah "indication price" yang disampaikan kepada jaringan penjualan sebagai panduan awal. Harga estimasi ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bahwa harga resminya nanti tidak akan jauh berbeda, baik itu sedikit di atas maupun di bawah dari angka yang beredar.
"Ini bukanlah harga resmi yang akan BYD rilis secara final. Angka tersebut hanyalah sebuah ‘indication price’ yang kami berikan kepada jaringan penjualan sebagai acuan. Diharapkan, dengan adanya estimasi harga ini, konsumen dapat merasa lebih yakin dalam mengambil keputusan pembelian. Terlebih lagi, banyak dari konsumen yang memiliki kebutuhan mendesak untuk segera memiliki kendaraan, sehingga mereka ingin segera melakukan booking di awal," jelas Luther.
BYD M6 DM sendiri hadir sebagai kendaraan elektrifikasi dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV), yang menawarkan kombinasi antara efisiensi bahan bakar dan kemampuan berkendara tanpa emisi. Sebagai MPV 7-seater, mobil ini diposisikan untuk menyasar segmen keluarga yang membutuhkan kendaraan lapang, nyaman, sekaligus ramah lingkungan. Pengenalan teknologi DM (Dual Mode) pada BYD sendiri merupakan salah satu inovasi yang ditawarkan, memungkinkan perpindahan mode berkendara antara listrik murni dan hibrida secara mulus.
Kehadiran M6 DM di pasar Indonesia disambut dengan berbagai spekulasi dan antisipasi, terutama terkait dengan penetapan harganya. Segmen SUV dan MPV elektrifikasi atau hibrida semakin diminati di Indonesia, didorong oleh kesadaran lingkungan yang meningkat dan insentif pemerintah yang mulai bergulir. BYD, sebagai salah satu pemain global di industri kendaraan listrik, tentu melihat potensi besar di pasar otomotif Indonesia.
Pihak BYD Indonesia berjanji akan segera mengumumkan harga resmi M6 DM dalam waktu dekat. Pengumuman ini diharapkan dapat menjawab rasa penasaran publik dan memfasilitasi proses pembelian bagi konsumen yang telah menunjukkan minat. Sementara itu, bocoran harga yang beredar menjadi semacam "teaser" yang cukup efektif dalam membangun awareness dan antusiasme terhadap produk baru ini.
Lebih lanjut, Luther menambahkan bahwa dinamika pasar dan respons konsumen yang positif menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi penetapan harga. "Kami ingin memastikan bahwa harga yang kami tawarkan benar-benar kompetitif dan mencerminkan nilai yang diberikan oleh BYD M6 DM. Koordinasi internal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik adalah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.
Perlu dicatat bahwa dalam industri otomotif, praktik "indication price" atau harga estimasi memang lazim dilakukan, terutama untuk produk-produk yang baru diluncurkan atau sedang dalam tahap pengenalan. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal kepada calon konsumen dan mempermudah proses diskusi dengan tim penjualan. Namun, seperti yang terjadi pada kasus BYD M6 DM, penting bagi konsumen untuk selalu menunggu pengumuman harga resmi dari pihak ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) untuk menghindari kesalahpahaman.






