Sirkuit Catalunya, 2026 – Dalam sebuah penampilan yang menunjukkan determinasi luar biasa, pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang Moto3 Catalunya 2026. Meskipun memulai balapan dari grid ke-20 yang sangat menantang, Veda mampu merangsek maju dan menyentuh garis finis di posisi kedelapan. Pencapaian ini tidak hanya mengamankan poin penting baginya, tetapi juga menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai talenta masa depan balap motor.
Balapan Moto3 yang berlangsung di sirkuit Catalunya ini diramaikan oleh persaingan ketat sepanjang 18 lap. Kondisi cuaca yang cerah mendukung jalannya lomba yang sengit, diwarnai manuver saling salip yang memukau para penonton. Posisi terdepan saat start dikuasai oleh trio pebalap tangguh: Valentin Perrone dari tim Red Bull KTM Tech3, David Munoz dari Liquid Moly Dynavold Intact GP, dan Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo.
Nasib berbeda dialami oleh Veda Ega Pratama, yang tergabung dalam tim Honda Team Asia. Hasil kualifikasi yang kurang memuaskan memaksanya harus memulai perjuangan dari posisi ke-20, sebuah tantangan besar yang membutuhkan strategi dan konsentrasi penuh. Namun, pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta ini, tidak gentar. Sejak lampu start padam, Veda menunjukkan ambisinya untuk memperbaiki posisinya.
Memulai dari barisan belakang, Veda secara mengejutkan langsung melesat ke posisi ke-12 hanya dalam putaran pertama. Performa impresif ini menjadi sinyal bahwa Veda tidak berniat untuk sekadar menjalani balapan, melainkan berjuang untuk meraih hasil maksimal. Ia terus menjaga ritme balapnya dengan konsisten, bahkan berhasil naik ke posisi ke-11 pada lap ketiga. Puncaknya, di lap keenam, Veda sempat menyodok ke urutan kesembilan, menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan para pebalap papan atas.
Meskipun sempat mengalami sedikit penurunan posisi menjadi ke-11 pada lap kesepuluh, Veda tetap menunjukkan ketenangan dan fokus. Ketahanan mentalnya teruji hingga lap-lap akhir. Momen krusial terjadi ketika insiden terjatuhnya salah satu rivalnya, Jesus Rios dari tim Rivacold Snipers Team, menciptakan sedikit kekacauan di barisan tengah. Veda berhasil memanfaatkan situasi ini dengan cerdik. Ia mampu menghindari potensi masalah dan memanfaatkan celah yang ada untuk kembali merangsek maju. Dengan performa yang solid dan determinasi tinggi, Veda Ega Pratama berhasil mengamankan posisi kedelapan, sebuah hasil yang sangat berharga dan menambah pundi-pundi poinnya di klasemen sementara.
Sementara itu, pebalap Malaysia, Hakim Danish, yang memperkuat tim Aeon Credit-MT Helmet MSI, juga menampilkan performa yang menjanjikan. Ia sempat terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan podium, menunjukkan potensi besar untuk meraih kemenangan perdananya musim ini. Namun, di akhir balapan, Danish harus puas berada di posisi ketujuh, hanya satu tingkat di atas rekan sesama pencari poin, Veda Pratama. Meskipun gagal naik podium, penampilan Danish patut diapresiasi dan menunjukkan bahwa ia terus berkembang.
Posisi podium teratas di Moto3 Catalunya 2026 berhasil diraih oleh Maximo Quiles dari tim CFMoto Asp Team, diikuti oleh Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo di posisi kedua, dan David Munoz dari Liquid Moly Dynavold Intact GP melengkapi podium di urutan ketiga.
Hasil lengkap balapan Moto3 Catalunya 2026 adalah sebagai berikut:
- Maximo Quiles
- Alvaro Carpe
- David Munoz
- Brian Uriarte
- David Almansa
- Marco Morelli
- Hakim Danish
- Veda Ega Pratama
- Adrian Fernandez
- Casey O’Gorman
- Eddie O’Shea
- Valentin Perrone
- Adrian Cruces
- Matteo Bertelle
- Ryusei Yamanaka
- Joel Esteban
- Rico Salmela
- Joel Kelso
- Scott Ogden
- Ruche Moodley
- Guido Pini
- Zen Mitani
- Leo Rammerstorfer
- Cormac Buchanan
Perjalanan Veda Ega Pratama di Sirkuit Catalunya kali ini menjadi inspirasi bagi banyak pebalap muda. Kemampuannya untuk bangkit dari keterpurukan dan meraih hasil gemilang dari posisi yang sangat sulit menunjukkan kedewasaan dan ketangguhan mental yang luar biasa. Perjuangan kerasnya dari grid ke-20 hingga finis kedelapan menegaskan bahwa dengan tekad yang kuat dan performa yang konsisten, segala rintangan dapat diatasi. Hal ini tentu menjadi modal penting bagi Veda dalam mengarungi sisa musim Moto3 2026 dan memberikan optimisme bagi para penggemar balap Indonesia yang menantikan kiprahnya di kancah internasional.






