Surat Cinta Kekalahan: Media Tiongkok Kritik Timnas U-17nya yang ‘Menggonggong’ Tapi Tak Menggigit

Darus Sinatria

Kekalahan mengejutkan timnas U-17 Tiongkok dari timnas U-17 Indonesia dalam laga perdana Grup B Piala Asia U-17 2026, pada Selasa (5/5/2026), menuai reaksi keras dari berbagai media di Negeri Tirai Bambu. Alih-alih mendapatkan dukungan, para pemain muda Tiongkok justru menjadi sasaran kritik tajam atas penampilan yang dianggap kurang menggigit.

Dalam pertandingan yang digelar di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, timnas U-17 Indonesia berhasil mencuri tiga poin penuh berkat gol tunggal Keanu Senjaya pada menit ke-87. Gol tersebut lahir dari sebuah umpan panjang matang yang disodorkan oleh Mathew Baker, yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Keanu untuk mengoyak jala gawang Tiongkok. Kemenangan ini membuka lebar peluang bagi skuad asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto untuk melaju ke babak selanjutnya, bahkan berpotensi menembus Piala Dunia U-17 2026.

Sementara itu, di kubu Tiongkok, kekalahan perdana ini meninggalkan luka mendalam dan memicu evaluasi internal yang cukup pedas. Media-media Tiongkok tak segan-segan melontarkan analisis kritis terhadap performa tim asuhan Bin Ukishima. Salah satu sorotan utama datang dari situs berita terkemuka, 163.com, yang menggunakan analogi kuat untuk menggambarkan kondisi timnas U-17 Tiongkok. Mereka mengibaratkan penampilan tim tersebut seperti seekor anjing yang hanya pandai menggonggong, namun sama sekali tidak mampu menggigit.

Analogi tersebut bukan tanpa dasar. Data statistik pertandingan menunjukkan dominasi Tiongkok dalam hal penguasaan bola. Tim Merah Putih tercatat menguasai bola hingga lebih dari 60 persen sepanjang pertandingan, sementara timnas U-17 Indonesia hanya mampu menguasai bola sekitar 30 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa Tiongkok memiliki kontrol lebih atas jalannya pertandingan, namun sayangnya, superioritas penguasaan bola tersebut tidak berbanding lurus dengan terciptanya peluang emas atau gol yang berarti. Keunggulan ball possession yang mereka miliki lebih banyak berputar di area tengah lapangan, tanpa mampu menembus pertahanan Indonesia yang solid dan terorganisir dengan baik.

Para pengamat sepak bola Tiongkok menilai bahwa timnas U-17 mereka terlihat kesulitan dalam menerjemahkan dominasi penguasaan bola menjadi ancaman nyata di lini depan. Alih-alih menciptakan permainan yang dinamis dan menyerang, mereka justru cenderung bermain monoton dan mudah ditebak. Kurangnya kreativitas dalam serangan dan ketidakmampuan untuk memanfaatkan celah di pertahanan lawan menjadi poin krusial yang disoroti. Sebaliknya, timnas U-17 Indonesia yang notabene memiliki penguasaan bola lebih sedikit, justru mampu tampil lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan momen. Gol kemenangan yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan menjadi bukti nyata bahwa ketajaman dan kedisiplinan dalam transisi bisa menjadi kunci kemenangan, terlepas dari statistik penguasaan bola.

Kritik ini tidak hanya berhenti pada aspek teknis permainan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan determinasi para pemain. Beberapa media menyiratkan adanya penurunan intensitas permainan dari tim Tiongkok seiring berjalannya waktu, terutama setelah mereka tertinggal. Hal ini berbanding terbalik dengan semangat juang timnas U-17 Indonesia yang terus berjuang hingga peluit akhir dibunyikan.

Pihak pelatih timnas U-17 Tiongkok, Bin Ukishima, diharapkan segera merespons kritik ini dengan melakukan evaluasi mendalam terhadap performa timnya. Perlu adanya perbaikan signifikan dalam taktik, strategi, serta mentalitas para pemain agar mampu bangkit dari kekalahan ini dan memperbaiki nasib mereka di turnamen Piala Asia U-17 2026. Kegagalan dalam memanfaatkan peluang dan menerjemahkan dominasi penguasaan bola menjadi gol adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Jika tidak, peluang untuk melaju lebih jauh dalam kompetisi ini akan semakin tipis.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi sepak bola Tiongkok, khususnya bagi pengembangan talenta muda mereka. Pertandingan melawan Indonesia telah membuktikan bahwa semangat juang, efektivitas, dan determinasi seringkali lebih menentukan hasil akhir daripada sekadar dominasi statistik. Media Tiongkok berharap timnas U-17 mereka dapat segera merefleksikan kekalahan ini dan kembali menunjukkan taringnya di pertandingan selanjutnya, bukan hanya ‘menggonggong’ tapi benar-benar ‘menggigit’ lawan.

Also Read

Tags