Perjalanan seri Moto3 2026 akan berlanjut ke salah satu sirkuit paling ikonik di dunia balap motor, Le Mans, Prancis. Akhir pekan ini, tepatnya pada 8 hingga 10 Mei, Hakim Danish Ramli, pembalap muda potensial asal Malaysia, akan menghadapi tantangan kelima musim ini. Dengan tren performa yang menunjukkan peningkatan konsistensi, Danish diharapkan dapat meraih hasil yang lebih memuaskan, sebuah optimisme yang turut diperkuat oleh kehadiran mentornya, Zulfahmi Khairuddin.
Sejauh ini, Danish telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia berhasil mengamankan poin dalam tiga balapan beruntun, sebuah bukti nyata adaptasi dan kemampuannya untuk bersaing di level Moto3. Satu-satunya catatan minor terjadi pada seri pembuka di Thailand, di mana ia harus puas menempati posisi ke-18. Namun, setelah itu, kiprahnya di Brasil berujung manis dengan finis di urutan kesepuluh, diikuti oleh pencapaian posisi ketiga belas di Amerika Serikat dan Spanyol. Peningkatan bertahap ini menjadi modal berharga bagi Danish saat memasuki sirkuit Le Mans.
Zulfahmi Khairuddin, sosok legendaris MotoGP Malaysia yang kini menjabat sebagai manajer Danish, mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi pembalap didiknya. Ia mengakui bahwa Sirkuit Le Mans bukanlah trek yang mudah ditaklukkan. Karakteristik teknisnya yang menuntut, ditambah lagi dengan potensi cuaca yang tidak menentu, menjadi faktor yang harus diwaspadai. Namun, alih-alih terpaku pada kendala eksternal, Zulfahmi lebih memilih untuk fokus pada kemajuan yang telah ditunjukkan Danish sejak seri sebelumnya di Jerez, Spanyol.
"Le Mans selalu menyajikan tantangan tersendiri, terutama karena faktor cuaca yang seringkali tidak terduga dan juga karakteristik sirkuitnya yang sangat teknis," ujar Zulfahmi, menggarisbawahi kompleksitas lintasan asal Prancis tersebut. Ia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah bagaimana Danish dapat memanfaatkan momentum positif yang telah dibangun. Konsistensi dalam meraih poin, bahkan jika bukan podium teratas, merupakan sebuah pencapaian penting bagi seorang pemula. Hal ini menunjukkan kematangan dalam strategi balapan dan kemampuan untuk mengelola potensi yang dimiliki.
Kehadiran Zulfahmi sebagai mentor bukan sekadar memberikan dukungan moral. Pengalamannya sebagai mantan pembalap profesional memberikannya pemahaman mendalam mengenai dinamika balap, strategi yang efektif, serta cara menghadapi tekanan di lintasan sirkuit seperti Le Mans. Ia berperan sebagai penasihat strategis, membantu Danish menginterpretasikan data balapan, mengevaluasi performa, dan merancang pendekatan yang tepat untuk setiap sesi latihan dan balapan. Perpaduan antara bakat muda Danish dan bimbingan berpengalaman dari Zulfahmi menjadi kombinasi yang menjanjikan untuk meraih hasil optimal.
Perbandingan performa antara Hakim Danish dan pembalap rookie lainnya, seperti Veda Ega Pratama dari Indonesia, seringkali menjadi sorotan. Sementara Veda masih berjuang untuk menemukan ritme konsistennya di beberapa seri awal, Danish telah menunjukkan bukti kemampuannya untuk bersaing secara reguler di zona poin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Veda memiliki potensi besar dan didukung oleh latar belakang tim yang kuat, Danish justru telah menorehkan jejak yang lebih stabil dalam perjalanan awal musim Moto3 2026.
Di sisi lain, rekan setim Veda, yang merupakan murid dari Marc Marquez, telah secara terbuka menyatakan ambisinya untuk meraih hasil maksimal di Prancis. Pernyataan ambisius dari pembalap lain ini justru menjadi motivasi tambahan bagi Danish dan timnya. Persaingan yang ketat antar para rookie ini akan memanaskan atmosfer Moto3 Prancis, mendorong setiap pembalap untuk memberikan yang terbaik.
Zulfahmi juga menekankan pentingnya mempelajari setiap detail sirkuit Le Mans. "Kami telah melakukan analisis mendalam terhadap setiap tikungan, sektor, dan potensi perubahan kondisi lintasan. Kunci utamanya adalah adaptasi cepat dan eksekusi yang sempurna," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa tim telah menyiapkan strategi ban yang matang, mengingat cuaca yang berfluktuasi dapat sangat mempengaruhi performa ban.
Bagi Danish, Le Mans bukan hanya sekadar trek balap biasa. Sirkuit ini memiliki sejarah panjang dalam dunia balap motor, dan berlaga di sana merupakan sebuah kehormatan sekaligus ujian bagi setiap pembalap. Dengan dukungan penuh dari mentornya dan kerja keras tim, Hakim Danish diharapkan mampu melampaui ekspektasi dan mencatatkan namanya dalam daftar pembalap yang berhasil tampil gemilang di salah satu sirkuit paling legendaris di Prancis. Perjalanan Moto3 2026 masih panjang, namun seri di Le Mans ini berpotensi menjadi titik balik penting bagi karir pembalap muda Malaysia ini.






