Dualitas Lexus ES: Kenyamanan Eksekutif Bertemu Gairah Berkendara

Ricky Bastian

Menjelajahi Jakarta yang sarat hiruk pikuk, terlintas sebuah pertanyaan mendasar: apakah sebuah kendaraan mewah dirancang untuk memanjakan penumpangnya, atau justru menggoda pengemudinya? Pengalaman perdana dengan generasi terbaru Lexus ES tampaknya menjawab bahwa sedan premium ini mampu mewujudkan kedua ambisi tersebut, menawarkan sebuah simfoni pengalaman yang harmonis bagi siapa pun yang berada di dalamnya.

Perjalanan dimulai dari kediaman, disambut oleh kehadiran Lexus ES 350e. Sesaat setelah pintu terbuka dan melangkah masuk, nuansa eksklusif langsung menyergap. Duduk di barisan kursi belakang, dunia luar seolah tereduksi menjadi latar belakang yang tenang. Ruang kabin yang lapang dan nyaman menjadi surga kecil di tengah lalu lintas ibu kota yang kian padat. Keheningan yang tercipta, bahkan saat melibas jalanan yang mulai ramai, begitu terasa. Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah keberadaan tirai di jendela samping, yang memberikan ilusi ruang pribadi yang privat, seolah terisolasi dari kesibukan di luar.

Destinasi awal adalah Lexus Gallery di Mampang Prapatan. Di sana, sarapan disajikan sembari memperkenalkan fasilitas yang ditawarkan Lexus. Menariknya, perhatian tidak hanya tercurah pada pemilik kendaraan. Para pengemudi pun mendapatkan porsi perhatian yang sama. Fasilitas pijat gratis hingga layanan potong rambut yang tersedia menunjukkan komitmen Lexus dalam menciptakan pengalaman kepemilikan yang holistik, melampaui sekadar mengantarkan dari satu titik ke titik lain. Ini adalah sentuhan kecil yang menggarisbawahi filosofi layanan premium mereka.

Setelah menikmati suguhan kuliner dan fasilitas, peran pun berganti. Kini, giliran saya yang mengambil alih kemudi. Misi perjalanan berlanjut menuju BSD City. Di balik kemudi ES 350e, kesan intimidatif yang mungkin melekat pada sebuah sedan mewah seketika sirna. Posisi mengemudi yang ergonomis, jok yang memeluk tubuh dengan nyaman, serta setir yang ringan namun tetap presisi dalam memberikan umpan balik, semuanya berpadu menciptakan fondasi berkendara yang menyenangkan.

Lexus tetap setia pada akar kenyamanan yang menjadi ciri khas ES. Namun, generasi terbaru ini telah mengalami evolusi signifikan berkat platform TNGA GA-K, yang mencakup pembaruan pada sasis, suspensi, dan sistem kemudi. Hasilnya, pengalaman mengemudi terasa lebih natural dan terhubung dengan jalan.

Interiornya memancarkan keanggunan minimalis tanpa mengorbankan fungsionalitas. Desain yang bersih menyembunyikan teknologi canggih, seperti Responsive Hidden Switches, tombol-tombol fisik yang terintegrasi mulus ke dalam permukaan interior namun tetap mudah dijangkau dan dioperasikan. Konsep Tazuna Cockpit, yang terinspirasi dari filosofi berkendara tradisional Jepang, benar-benar memanjakan pengemudi. Informasi penting dari navigasi Apple CarPlay atau Android Auto dapat ditampilkan langsung di panel instrumen, meminimalkan kebutuhan untuk terus-menerus mengalihkan pandangan ke layar tengah.

Sebagai kendaraan listrik penuh, ES 350e menawarkan akselerasi instan yang mengesankan. Motor listriknya mampu menyemburkan tenaga 221 hp dengan torsi puncak 268,6 Nm. Energi disimpan dalam baterai berkapasitas 74,69 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 581 kilometer berdasarkan standar WLTP. Dalam mode Normal, tenaga tersalurkan dengan halus dan mudah dikendalikan. Namun, ketika mode Sport diaktifkan, respons kendaraan berubah drastis menjadi lebih dinamis dan responsif.

Kembali memasuki jantung kota Jakarta di siang hari, pengalaman berkendara ES 350e tetap menyenangkan. Manuver berhenti dan berjalan dalam kemacetan terasa ringan, sementara kabin tetap sunyi senyap. Dukungan kamera 360 derajat dan Lexus Safety System+ 4.0 semakin menambah rasa aman dan percaya diri selama perjalanan.

Usai santap siang, giliran varian ES 350h yang dijajal. Dari kursi belakang, sensasi yang dirasakan sedikit berbeda, terutama absennya tirai kaca samping. Selain itu, atap panoramic sunroof pada generasi baru ES 350h ini tampaknya memiliki desain yang terpotong, tidak menjangkau seluruh area belakang kabin. Akan lebih memanjakan jika desainnya bisa memanjang hingga ke baris belakang untuk pengalaman yang lebih menyeluruh.

Namun, ketika beralih ke balik kemudi, ES 350h kembali menunjukkan keunggulannya. Sedan dengan panjang 5,14 meter ini terasa gesit dan mudah dikendalikan, seolah bobotnya berkurang drastis. Pelek berukuran 19 inci dengan profil ban yang lebih tebal (235/55 R19) dibandingkan ES 350e (21 inci dengan ban 235/45 R21) memberikan kontribusi pada kenyamanan ekstra saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata. Kombinasi ini terasa lebih bersahabat bagi tulang punggung penumpang.

Mesin hybrid berkapasitas 2.487 cc empat silinder yang dipadukan dengan motor listrik menghasilkan total tenaga 244 hp. Perpindahan daya antara mesin konvensional dan motor listrik berjalan sangat mulus, sejalan dengan identitas Lexus yang mengedepankan kenyamanan tanpa kompromi.

Secara keseluruhan, seharian bersama dua varian Lexus ES terbaru ini meninggalkan kesan yang mendalam. ES memang masih menawarkan alasan kuat untuk dinikmati dari kursi belakang, memanjakan penumpangnya dengan kemewahan dan ketenangan. Namun, generasi terbarunya juga secara halus mengundang pemiliknya untuk merasakan sensasi mengemudi yang menyenangkan. Pengalaman duduk di barisan depan maupun belakang, keduanya menawarkan cerita yang kaya dan memuaskan, membuktikan bahwa Lexus ES mampu menyeimbangkan antara kemewahan eksekutif dan kegembiraan di balik kemudi.

Also Read

Tags