Gempa bumi berkekuatan dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan jejak luka mendalam bagi para penduduknya. Namun, di tengah kepedihan, semangat kebersamaan dan kepedulian justru membuncah. Brotherhood Squad Indonesia (BROSQI), sebuah komunitas otomotif yang mengakar kuat, tak tinggal diam. Mereka menginisiasi sebuah ekspedisi kemanusiaan bertajuk "Humanity Tour" sebagai bentuk solidaritas nyata bagi warga yang terdampak musibah.
Perjalanan penuh makna ini dilaksanakan dalam rentang waktu delapan hari, mulai dari tanggal 22 hingga 30 Agustus 2026. Sebanyak 49 motor menjadi saksi bisu dari semangat pantang menyerah para anggota BROSQI yang menjelajahi keindahan sekaligus kepedihan Pulau Flores. Rute yang ditempuh cukup menantang, melintasi daratan Flores dari ujung barat di Labuan Bajo hingga mencapai ujung timur di Larantuka, sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Lebih dari sekadar sebuah kegiatan touring biasa, ekspedisi ini mengusung misi sosial yang mulia.
BROSQI tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan materiil semata. Perjalanan mereka memiliki agenda yang lebih luas, yakni menyentuh hati dan memberikan dukungan moral kepada berbagai lapisan masyarakat. Sepanjang rute Flores, rombongan dengan sigap menyambangi panti asuhan, institusi pendidikan, tempat-tempat ibadah, serta warga lain yang tengah berjuang menghadapi dampak gempa. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
Salah seorang juru bicara BROSQI mengungkapkan bahwa tujuan utama dari perjalanan ini jauh melampaui sekadar menikmati panorama alam Flores yang memesona. Ia menekankan bahwa esensi dari "Humanity Tour" adalah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami datang bukan semata-mata untuk menikmati keindahan Flores atau sekadar melakukan perjalanan berkendara. Kami memiliki keinginan kuat agar perjalanan ini juga membawa keberkahan dan kebaikan. Di sepanjang rute yang kami lalui, kami berupaya untuk hadir secara langsung, memberikan perhatian dan bantuan kepada saudara-saudara kami yang terdampak gempa, anak-anak di panti asuhan dan sekolah, serta seluruh masyarakat yang memerlukan uluran tangan kami," jelasnya.
Dengan semangat persaudaraan yang membara, rombongan tetap melanjutkan perjalanan mereka melintasi bentangan Pulau Flores. Mereka mendatangi berbagai titik yang membutuhkan perhatian ekstra, memberikan dukungan moril yang sangat berarti, serta menyerahkan bantuan secara langsung kepada para penerima manfaat. Fenomena menarik terjadi di sepanjang perjalanan; ketika anggota BROSQI menemukan adanya warga yang membutuhkan pertolongan, mereka tidak ragu untuk menghentikan laju kendaraan bermotor mereka. Bantuan yang telah mereka persiapkan kemudian dibagikan dengan tulus menggunakan media sepeda motor yang mereka kendarai.
Bantuan yang disalurkan oleh BROSQI mencakup berbagai macam kebutuhan pokok dan pendukung. Mulai dari bahan pangan pokok (sembako) yang menjadi kebutuhan mendasar, pakaian layak pakai untuk mengganti pakaian yang mungkin rusak atau hilang, hingga perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis kantor (ATK), dan berbagai kebutuhan anak-anak lainnya. Tidak ketinggalan pula, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan untuk kebutuhan medis, serta bantuan dana tunai yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap lokasi yang mereka kunjungi. Pendekatan yang personal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan urgensi di masing-masing daerah.
Lebih jauh lagi, misi kemanusiaan yang diemban oleh BROSQI tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan kepada korban bencana alam. Rombongan tersebut juga secara khusus meluangkan waktu untuk mengunjungi sejumlah sekolah dan panti asuhan. Bahkan, mereka tidak luput dari perhatian terhadap panti yang menjadi rumah bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Kunjungan ini menunjukkan komitmen BROSQI untuk menjangkau semua kalangan yang terdampak, tanpa terkecuali.
Di setiap titik persinggahan, para anggota BROSQI tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan. Mereka secara aktif berinteraksi, bercengkerama, dan bermain bersama anak-anak serta masyarakat setempat. Jalinan komunikasi yang hangat ini menjadi bukti bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berbentuk materiil, tetapi juga mencakup kehadiran yang penuh perhatian, kebersamaan yang erat, serta dukungan moral yang membangkitkan semangat. Momen-momen interaksi langsung ini diharapkan dapat memberikan kekuatan tambahan bagi masyarakat NTT untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka pasca gempa.
Upaya mulia yang dilakukan oleh Brotherhood Squad Indonesia ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata bagaimana komunitas dapat berperan aktif dalam membantu sesama di masa-masa sulit. Semangat persaudaraan yang mereka tunjukkan, ditambah dengan kemampuan mobilitas yang dimiliki oleh para pengendara motor, memungkinkan mereka untuk menjangkau daerah-daerah yang mungkin sulit diakses oleh bantuan lain. Semoga semangat kebaikan ini terus menyala dan memberikan inspirasi bagi banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa. Doa untuk NTT agar lekas pulih dan bangkit kembali dari keterpurukan.






