Samsung dikabarkan tengah menyiapkan fitur keamanan baru yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melindungi pengguna dari modus penipuan yang semakin canggih. Fitur ini memungkinkan smartphone mendeteksi indikasi penipuan hanya dengan menganalisis suara lawan bicara saat pengguna menerima panggilan.
AI Mendeteksi “Nada Mencurigakan”
Menurut bocoran dari sumber internal, Samsung sedang mengembangkan algoritma AI yang mampu mempelajari pola suara dan bahasa yang umum digunakan oleh pelaku penipuan. Teknologi ini akan memindai nada, intonasi, serta frasa yang sering muncul dalam percakapan penipuan, seperti permintaan transfer uang mendesak atau klaim hadiah palsu.
Jika sistem mendeteksi tanda-tanda mencurigakan, smartphone akan segera memberikan peringatan real-time kepada pengguna agar lebih waspada. Dengan begitu, korban berpotensi menghindari kerugian finansial maupun pencurian data pribadi.
Terintegrasi dengan Sistem Keamanan Samsung Knox
Fitur pendeteksi penipuan berbasis suara ini nantinya akan terintegrasi dengan Samsung Knox, ekosistem keamanan berlapis yang sudah ada di perangkat Galaxy. Dengan integrasi ini, semua data yang dianalisis AI tetap terenkripsi dan diproses secara lokal di perangkat, sehingga privasi pengguna tetap terjaga.
Bukan Hanya untuk Panggilan Telepon
Menariknya, teknologi ini dikabarkan juga akan berfungsi di berbagai aplikasi komunikasi lain seperti WhatsApp, Telegram, dan aplikasi panggilan internet lainnya. Hal ini akan memperluas perlindungan, mengingat penipuan kini tak hanya terjadi lewat panggilan seluler biasa.
Tantangan dalam Pengembangan
Meski menjanjikan, Samsung menghadapi tantangan besar untuk memastikan AI ini tidak menghasilkan false alarm yang terlalu sering. Oleh karena itu, perusahaan tengah melakukan pengujian masif di berbagai bahasa dan dialek, termasuk bahasa Indonesia, agar sistem bisa memahami konteks percakapan dengan lebih akurat.
Peluncuran Bertahap Mulai 2025
Fitur deteksi penipuan berbasis suara AI ini diperkirakan akan mulai hadir di lini Galaxy S series dan Galaxy Z series pada tahun 2025 melalui pembaruan One UI terbaru. Selanjutnya, fitur ini kemungkinan akan diperluas ke model menengah seperti Galaxy A series.
Dengan kehadiran teknologi ini, Samsung tampaknya ingin memberikan perlindungan ekstra bagi penggunanya, di tengah maraknya kejahatan siber yang menggunakan trik manipulasi suara.






