Nvidia Dilaporkan Menunda Seri RTX 60 dan Membatalkan Kartu RTX 50 Super

Sahrul

Pasar kartu grafis dunia sedang dilanda turbulensi besar. Nvidia, salah satu pemain utama di industri GPU, dilaporkan melakukan perubahan strategi yang mengejutkan: menunda peluncuran seri GeForce RTX 60 dan membatalkan atau paling tidak menunda ekstrim seri RTX 50 Super yang sudah lama dinantikan para gamer. Perubahan ini dipicu oleh sejumlah faktor — dari kekurangan komponen penting hingga prioritas baru perusahaan pada kebutuhan AI dan pusat data.

Tidak Ada GPU Konsumen Baru di 2026?

Menurut laporan sejumlah media teknologi dan sumber dalam industri semikonduktor, Nvidia tidak akan merilis GPU gaming baru apa pun sepanjang 2026. Ini merupakan kejadian langka dalam sejarah perusahaan yang biasa rutin memperkenalkan seri kartu grafis generasi baru setiap satu atau dua tahun sekali. Sebagian besar fokus perusahaan kini berada pada chip untuk kecerdasan buatan (AI) yang permintaannya melonjak drastis di sektor data center dan enterprise.

Kondisi ini disebabkan oleh krisis pasokan memori (RAM dan GDDR7) yang berlanjut, di mana sumber daya produksi lebih banyak dialokasikan untuk chip AI yang lebih menguntungkan, sehingga komponen untuk GPU gaming menjadi langka dan mahal. Hasilnya, rencana produksi GPU konsumen — termasuk seri yang sudah cukup lama ditunggu seperti RTX 50 Super — mengalami hambatan serius.

Nasib RTX 50 Super: Dibatalkan atau Ditunda?

Salah satu dampak paling terlihat dari situasi ini adalah pada lini RTX 50 Super yang sempat menjadi rumor kuat di kalangan komunitas PC. Seri ‘Super’ biasanya menjadi varian pembaruan dengan peningkatan memori dan performa dibanding model standar — sebuah tradisi yang dilakukan Nvidia di generasi sebelumnya. Namun, laporan terbaru menyebut bahwa RTX 50 Super kemungkinan tidak akan diluncurkan di 2026 dan bahkan bisa dibatalkan sama sekali.

Kartu seperti RTX 5070 Super, RTX 5070 Ti Super, dan RTX 5080 Super, yang diharapkan menawarkan VRAM lebih besar dan bandwidth lebih tinggi, kini tampaknya menghadapi prospek yang suram karena harga memori GDDR7 yang meroket dan ketersediaan yang sangat terbatas. Situasi ini membuat rencana Nvidia untuk menambah lini mid-tier menjadi tidak layak secara ekonomi.

Walaupun ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa RTX 50 Super hanya mengalami penundaan hingga akhir 2026 atau kuartal ketiga tahun ini, banyak analis kini meyakini kemungkinan besar lineup ini benar-benar dihentikan atau tidak lagi menjadi prioritas dibandingkan dengan lini AI Nvidia.

Penundaan Seri RTX 60 ke 2028

Tentu saja, efek domino dari penundaan RTX 50 Super juga berdampak pada seri generasi berikutnya — RTX 60. Seri ini, yang sebelumnya diprediksi hadir di akhir 2027, kini menurut laporan bisa digeser ke tahun 2028 atau bahkan lebih lambat. Hal ini karena Nvidia secara internal mengubah roadmap produksinya demi menyesuaikan dengan ketersediaan memori dan fokus investasi pada unit GPU yang menjanjikan margin besar seperti solusi AI.

RTX 60 series — yang kemungkinan akan menggunakan arsitektur baru dan menghadirkan lompatan kinerja signifikan bagi gamer dan kreator konten — kini harus menunggu lebih lama. Ini berarti celah waktu yang lebih panjang antara generasi GPU Nvidia, yang bisa membuat sebagian pengguna menunda upgrade atau mencari alternatif lain.

Dampak terhadap Gamers dan Industri

Langkah Nvidia ini tentu memberi pengaruh besar pada penggemar PC dan industri gim secara keseluruhan. Para gamer yang sudah menanti peningkatan performa dari RTX 50 Super atau seri RTX 60 harus bersabar lebih lama. Di sisi lain, harga GPU seri RTX yang ada di pasaran cenderung naik, karena produksi model lama dipangkas dan stok terbatas sementara permintaan tetap tinggi.

Situasi ini juga membuka peluang bagi rival seperti AMD dan Intel untuk menarik perhatian konsumen. Meski hingga kini keduanya masih tertinggal di beberapa segmen dibanding Nvidia, penundaan peluncuran GPU Nvidia bisa memberi ruang bagi pesaing untuk memasarkan produk baru lebih agresif.

Kesimpulan

Keputusan Nvidia untuk menunda peluncuran seri RTX 60 dan membatalkan atau memundurkan ekstrem RTX 50 Super menunjukkan betapa besar dampak krisis memori global dan pergeseran fokus ke AI terhadap industri hardware konsumen. Gamers dan pembangun PC kini harus menyesuaikan ekspektasi, sementara Nvidia tampaknya akan terus memprioritaskan pertumbuhan di segmen AI dan data center — sebuah strategi yang dipandang menguntungkan secara finansial, tetapi menantang bagi komunitas gaming yang selama ini menjadi salah satu pilar ekosistem GPU.

Also Read

Tags