Apple kembali membuat kejutan dengan meluncurkan iPad Air 5, sebuah tablet kelas menengah yang kini sudah dibekali dengan chipset M1. Kehadiran prosesor yang sama dengan iPad Pro dan MacBook membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah perangkat ini benar-benar bisa menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang mencari tablet serbaguna dengan harga lebih bersahabat? Mari kita bedah lebih dalam dari sisi desain, performa, fitur, hingga nilai yang ditawarkan.
Desain: Tetap Elegan dengan Gaya Premium
Secara tampilan, iPad Air 5 tidak banyak berubah dibanding generasi sebelumnya. Apple mempertahankan desain flat-edge dengan bezel tipis yang modern, mirip dengan iPad Pro. Ukurannya 10,9 inci terasa ideal, cukup besar untuk multitasking dan hiburan, namun tetap nyaman dibawa bepergian.
Material aluminium dengan finishing matte memberi kesan kokoh sekaligus elegan. Pilihan warna yang bervariasi—termasuk biru, pink, hingga ungu—membuat iPad Air 5 terasa lebih personal dibanding seri Pro yang cenderung formal. Meski bobotnya ringan, perangkat ini tetap terasa premium dan solid di tangan.
Layar: Visual Tajam dengan Liquid Retina
iPad Air 5 mengusung layar Liquid Retina IPS LCD 10,9 inci dengan resolusi 2360 x 1640 piksel. Meskipun tidak menggunakan panel OLED seperti pada iPhone terbaru, kualitas layarnya sudah sangat baik. Warna tampil cerah, detail tajam, dan mendukung gamut warna lebar (P3) sehingga cocok untuk desain grafis maupun editing foto ringan.
Namun, kekurangan yang masih terasa adalah refresh rate yang hanya 60Hz. Bagi pengguna yang terbiasa dengan layar 120Hz di iPad Pro, animasi pada iPad Air 5 mungkin terasa kurang mulus. Meski begitu, untuk mayoritas pengguna, layar ini sudah lebih dari cukup untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, menonton film, hingga menggambar dengan Apple Pencil.
Performa: Chip M1 Jadi Senjata Utama
Inilah yang membuat iPad Air 5 menarik: chipset Apple M1. Prosesor ini sebelumnya hanya tersedia di iPad Pro dan MacBook, sehingga kehadirannya di iPad Air adalah lompatan besar. Dengan CPU 8-core dan GPU 8-core, performanya sangat bertenaga, baik untuk multitasking, gaming, maupun aplikasi profesional.
Bagi kreator konten, iPad Air 5 sanggup menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Photoshop, LumaFusion, hingga Procreate tanpa hambatan berarti. Bahkan, rendering video 4K bisa dilakukan dengan lancar, meskipun tentu saja kapasitas RAM yang terbatas dibanding MacBook membuatnya tidak bisa sepenuhnya menggantikan laptop.
Dari sisi gaming, judul-judul berat seperti Genshin Impact bisa dimainkan dengan pengaturan tinggi dan frame rate stabil. Ini membuktikan bahwa iPad Air 5 bukan hanya sekadar tablet konsumsi media, tetapi juga bisa menjadi mesin produktivitas dan hiburan yang serius.
Kamera dan Audio: Cukup untuk Kebutuhan Harian
iPad Air 5 dibekali kamera belakang 12MP yang kualitasnya standar untuk tablet. Hasil foto cukup tajam di kondisi cahaya terang, namun bukan yang terbaik untuk fotografi serius. Kamera depan 12MP dengan fitur Center Stage justru lebih bermanfaat, terutama untuk video call atau meeting online karena mampu mengikuti pergerakan wajah pengguna secara otomatis.
Sistem audio dengan speaker stereo juga memadai untuk menonton film atau mendengarkan musik. Meski tidak sekuat iPad Pro dengan quad-speaker, kualitas suara tetap jernih dan seimbang.
Fitur Tambahan: 5G dan Apple Pencil 2
Apple menyertakan dukungan 5G pada varian seluler, yang menjadi nilai tambah bagi mereka yang sering bekerja mobile. Selain itu, iPad Air 5 kompatibel dengan Apple Pencil generasi kedua serta Magic Keyboard, menjadikannya alat produktivitas yang fleksibel.
Bagi pelajar, pekerja kreatif, atau profesional yang butuh perangkat portabel namun tetap mumpuni, kombinasi ini terasa ideal. Anda bisa mencatat, menggambar, hingga mengetik dokumen panjang dengan lebih nyaman.
Harga: Lebih Terjangkau Dibanding iPad Pro
Salah satu daya tarik terbesar iPad Air 5 adalah harganya. Dibanding iPad Pro dengan spesifikasi serupa, Air 5 dijual dengan harga lebih ramah kantong. Perbedaan harga yang cukup signifikan membuatnya terlihat seperti “Pro versi ekonomis”.
Namun, perlu dicatat bahwa Anda akan kehilangan beberapa fitur premium, seperti layar ProMotion 120Hz, Face ID, dan sistem audio lebih bertenaga. Jadi, keputusan membeli sangat tergantung pada kebutuhan: apakah fitur ekstra tersebut penting untuk Anda, atau performa M1 dengan harga lebih murah sudah cukup memuaskan?
Kesimpulan: Worth It atau Tidak?
Secara keseluruhan, iPad Air 5 adalah tablet serbaguna dengan performa kelas atas namun harga lebih terjangkau. Bagi mayoritas pengguna, ini adalah pilihan paling seimbang antara kinerja, desain, dan biaya.
Jika Anda seorang kreator konten, pelajar, atau profesional yang membutuhkan perangkat powerful namun tidak ingin membayar harga iPad Pro, maka iPad Air 5 sangat worth it untuk dibeli. Tetapi jika Anda menginginkan pengalaman terbaik tanpa kompromi, terutama di layar dan audio, iPad Pro masih menjadi pilihan utama.
Dengan kata lain, iPad Air 5 adalah jembatan sempurna antara seri standar dan seri Pro, menghadirkan performa luar biasa tanpa membuat dompet terlalu tipis.






