Kemenangan Gemilang Sang Garuda Muda di Lintasan Jepang

Ricky Bastian

Bendera kebanggaan Indonesia, Merah Putih, kembali berkibar gagah di kancah internasional, kali ini di sirkuit legendaris Motegi, Jepang. Momen bersejarah ini tercipta berkat penampilan impresif Muhammad Badly Ayatullah, pembalap muda berbakat binaan PT Astra Honda Motor (AHM), yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih podium ketiga dalam seri ketiga Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026. Ini merupakan kali pertama bagi Badly merasakan manisnya podium di kompetisi yang sangat bergengsi ini.

Sirkuit yang juga menjadi tuan rumah seri MotoGP ini, Mobility Resort Motegi, tak hanya menyajikan tontonan kelas utama, tetapi juga menjadi arena pertarungan sengit para pebalap muda Asia dalam ajang IM4AC. Di tengah persaingan ketat, Badly sukses menunjukkan mental juara dan kelihaiannya di lintasan, mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta masa depan balap motor Indonesia.

Peluang Indonesia untuk bersinar di Motegi tidak hanya diemban oleh Badly. Terdapat empat pebalap muda Indonesia lainnya yang turut serta dalam IM4AC, yaitu Resky Yusuf, Bintang Pranata Sukma, Muhamad Badly Ayatullah, dan Maulana Malik. Mereka semua merupakan hasil pembinaan AHM yang siap unjuk gigi di kancah regional. Sesi kualifikasi yang digelar pada Sabtu (3/10) menjadi penentu posisi start. Resky Yusuf tampil sebagai yang terbaik di antara rekan setimnya, menempati posisi kedelapan. Badly menyusul di posisi kesembilan, sementara Maulana Malik berada di posisi kesepuluh. Bintang Pranata Sukma harus memulai perjuangannya dari posisi yang sedikit lebih menantang, yaitu kedelapan belas.

Balapan pertama, yang akrab disapa Race 1, berlangsung dengan drama tersendiri. Akibat beberapa kendala, jumlah putaran balapan harus disesuaikan menjadi dua belas putaran. Sejak awal, Resky Yusuf menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Ia tampil agresif, terus berupaya merangsek ke barisan terdepan, bahkan sempat merasakan posisi tiga besar. Dengan ketatnya persaingan, Resky berhasil mempertahankan posisinya hingga garis finis, meskipun harus puas di tempat keempat, hanya terpaut tipis dari zona podium.

Perjuangan Bintang Pranata Sukma juga patut diapresiasi. Ia menunjukkan progres positif sepanjang balapan, mampu memperbaiki posisinya hingga finis di urutan keenam. Maulana Malik menyusul di belakangnya, mengamankan posisi ketujuh. Sayangnya, nasib kurang beruntung menimpa Badly di Race 1. Meskipun sempat bersaing ketat dengan Resky di barisan depan, kendala teknis pada tunggangan balapnya memaksanya mengakhiri balapan lebih awal.

Memasuki Race 2 pada Minggu (4/10), Muhammad Badly Ayatullah membuktikan kapasitasnya sebagai pebalap yang pantang menyerah. Dengan start yang impresif, ia langsung bergabung dengan grup terdepan. Perebutan posisi terdepan berlangsung sangat dinamis, dengan posisi terdepan yang terus berpindah tangan. Bahkan, Badly sempat memimpin jalannya balapan dengan motor NSF250R andalannya.

Pertarungan memperebutkan podium berlangsung sengit, diwarnai aksi saling salip yang mendebarkan hingga tikungan terakhir menjelang finis. Akhirnya, Badly yang berasal dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berhasil mengamankan posisi ketiga yang sangat berharga. Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Badly, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, karena Merah Putih kembali berkibar di sirkuit bergengsi yang sama dengan gelaran MotoGP.

"Saya sangat senang bisa tampil kompetitif di race kedua ini. Saya memulai balapan dengan start yang bagus, berusaha mencari celah, dan melakukan serangan di lap-lap akhir. Syukurlah, saya berhasil meraih podium pertama saya di IM4AC musim ini. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan," ungkap Badly dengan penuh rasa syukur.

Di balapan yang sama, Resky Yusuf berhasil finis di posisi kelima, sementara Bintang menyelesaikan balapan di urutan ketujuh. Namun, kedua pebalap ini harus sedikit turun peringkat akibat penalti yang dijatuhkan, membuat Resky berada di posisi kesepuluh dan Bintang di posisi kesebelas. Maulana Malik, yang menghadapi sedikit kendala pada motornya, harus menerima finis di posisi kedua belas.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM, Andy Wijaya, memberikan apresiasi tinggi atas semangat juang dan daya saing yang ditunjukkan oleh para pebalap muda Astra Honda sepanjang putaran ketiga IM4AC di Motegi. Ia menyatakan bahwa podium yang diraih Badly, serta perjuangan keras seluruh pebalap, menjadi modal berharga untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi di kancah balap dunia, sekaligus mengharumkan nama Indonesia.

Perjalanan IM4AC 2026 akan berlanjut pekan depan dengan seri yang akan diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026. Seri kandang ini tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi para pebalap Indonesia, yang akan berkompetisi sebagai tuan rumah di hadapan publik sendiri. Momentum positif di Motegi diharapkan dapat terus dibawa oleh para pebalap muda Indonesia untuk meraih hasil terbaik di Sirkuit Mandalika.

Also Read

Tags