Pasar kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan semakin memanas dengan masuknya pemain baru yang siap menggebrak. PT Indomobil National Motor secara resmi mengumumkan rencananya untuk memperkenalkan merek otomotif listrik asal Tiongkok, Leapmotor, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pameran otomotif akbar ini dijadwalkan akan digelar pada akhir bulan Juli mendatang, dan kehadiran Leapmotor dipastikan akan menambah dinamika persaingan di segmen mobil ramah lingkungan.
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Rabu (6 Mei 2026), Tan Kim Piauw, selaku Chief Executive Officer PT Indomobil National Motor, membeberkan rencana strategis perusahaan. Ia menyatakan bahwa model utama yang akan menjadi ujung tombak Leapmotor di pasar Indonesia adalah Leapmotor B10. Namun, Tan juga menyiratkan adanya kemungkinan untuk memperkenalkan model lain jika persiapan menjelang GIIAS 2026 berjalan lancar. "Yang sudah pasti kami bawa adalah B10. Untuk model lainnya, kami masih dalam tahap finalisasi. Kami berharap sebelum GIIAS, semuanya sudah tuntas, sehingga kami bisa membawa lebih dari satu model ke pameran," ujar Tan.
Keputusan untuk memprioritaskan Leapmotor B10 sebagai model perdana di Indonesia bukanlah tanpa alasan. Tan menjelaskan bahwa SUV listrik ini telah terbukti kesiapannya untuk pasar internasional, termasuk dalam hal konfigurasi setir kanan. Leapmotor B10 sendiri telah berhasil diluncurkan dan diterima dengan baik di berbagai pasar global, mulai dari benua Eropa, Australia, hingga Amerika Selatan. "Mobil ini secara setir kanan sudah paling siap. Dan mobil ini juga sudah dipasarkan di berbagai negara di dunia," tambah Tan, menekankan keunggulan adaptabilitas produk ini.
Lebih lanjut, strategi Indomobil tidak berhenti pada sebatas memperkenalkan sebuah merek baru. Terungkap bahwa Leapmotor B10 tidak hanya akan diperkenalkan, tetapi juga langsung ditawarkan kepada konsumen Indonesia. Yang lebih menarik lagi, unit-unit Leapmotor B10 yang akan dijual di Indonesia akan dirakit secara lokal di fasilitas produksi Indomobil yang berlokasi di Purwakarta. Saat ini, pabrik tersebut dikabarkan tengah berada dalam tahap akhir persiapan dan uji coba operasional. "Langsung kita jualan. Kita sudah lagi prepare pabrik kita, sekarang lagi tahap uji coba. Jadi waktu GIIAS kita sudah bisa produksi dan sudah bisa supply ke customer," tegasnya, menunjukkan keseriusan Indomobil dalam menggarap pasar mobil listrik domestik.
Mengenai detail harga, Indomobil memilih untuk menahan informasi tersebut hingga momen peluncuran resmi di GIIAS 2026. Namun, sebagai gambaran awal, diketahui bahwa di pasar asalnya, Tiongkok, Leapmotor B10 ditawarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp250 jutaan. Angka ini tentu akan menjadi tolok ukur menarik bagi konsumen Indonesia yang mempertimbangkan pembelian mobil listrik dengan performa dan fitur yang ditawarkan.
Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 menawarkan performa yang cukup menjanjikan untuk segmennya. Mobil ini dibekali dengan pilihan baterai berkapasitas hingga 67,1 kWh. Dengan kapasitas baterai tersebut, Leapmotor B10 diklaim mampu menempuh jarak maksimal hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Jarak tempuh yang impresif ini tentu menjadi nilai tambah signifikan bagi konsumen yang memiliki kekhawatiran terkait jangkauan operasional kendaraan listrik.
Kehadiran Leapmotor B10 di pasar otomotif Indonesia diprediksi akan memberikan tekanan kompetitif yang cukup berarti bagi pemain yang sudah ada di segmen SUV listrik kompak. Beberapa nama yang patut diwaspadai sebagai kompetitor langsung antara lain adalah Geely EX5 dan MG S5 EV. Dengan spesifikasi yang ditawarkan dan rencana perakitan lokal yang dapat menekan biaya produksi, Leapmotor B10 berpotensi menjadi pilihan menarik dengan nilai lebih yang kompetitif.
Perkembangan industri otomotif nasional yang semakin berorientasi pada elektrifikasi tampaknya disambut baik oleh para pelaku industri. Langkah Indomobil untuk membawa merek Leapmotor dan segera melakukan perakitan lokal menunjukkan kepercayaan terhadap potensi pasar mobil listrik di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang tersedia di pasar, konsumen Indonesia akan memiliki lebih banyak alternatif untuk beralih ke mobilitas yang lebih berkelanjutan. GIIAS 2026 diprediksi akan menjadi saksi bisu dimulainya babak baru bagi Leapmotor di tanah air, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia di masa depan.






