Valencia, Spanyol – Musim 2025/2026 resmi berakhir bagi Barcelona dengan sebuah noda kekalahan. Dalam partai penutup yang digelar di markas mereka, Estadio Mestalla, Minggu (24/5/2026) dini hari WIB, tim Catalan harus mengakui keunggulan Valencia dengan skor akhir 1-3. Kendati gelar juara liga telah terjamin beberapa waktu sebelumnya, hasil ini tetap meninggalkan rasa kurang puas bagi tim tamu yang biasanya mendominasi.
Pertandingan yang sejatinya tidak lagi menentukan bagi perburuan gelar ini, tak lantas membuat kedua tim bermain tanpa intensitas. Sejak awal, Valencia menunjukkan ambisi untuk memberikan perpisahan yang manis di hadapan publik sendiri. Peluang pertama yang mengancam gawang Barcelona datang pada menit ke-11. Luis Rioja, dengan insting tajamnya, berhasil menyambut bola pantulan. Tendangannya yang sudah melewati jangkauan kiper nyaris berbuah gol, namun ambisi tersebut digagalkan oleh sigapnya bek Valencia yang berada di garis gawang.
Barcelona sendiri tidak tinggal diam. Selang sepuluh menit kemudian, Alejandro Balde memberikan respons tajam. Pergerakan menusuknya di sisi lapangan diakhiri dengan sebuah tembakan yang sayangnya hanya mengenai tiang gawang. Momentum yang nyaris tercipta itu kembali terhenti oleh kerasnya mistar gawang. Ironisnya, takdir kembali mempermainkan Barcelona di akhir babak pertama. Sebuah sepak pojok yang dieksekusi dengan apik berhasil disundul oleh Robert Lewandowski. Bola yang meluncur deras, lagi-lagi, hanya membentur tiang gawang, memastikan skor tetap imbang tanpa gol saat jeda.
Babak kedua perlahan mulai memecah kebuntuan pada menit ke-61. Melalui skema serangan yang dibangun, Ferran Torres melepaskan tembakan keras. Bola tersebut kemudian mengalami sedikit perubahan arah setelah menyentuh kaki Robert Lewandowski, dan akhirnya bersarang di gawang Valencia, membuka keunggulan bagi tim tamu. Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama.
Selang satu menit kemudian, tepatnya pada menit ke-62, sebuah insiden terjadi di dalam kotak penalti Valencia. Unai Nunez terjatuh di bawah tekanan pemain Barcelona. Wasit yang memimpin jalannya pertandingan memutuskan untuk meninjau ulang kejadian tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melakukan evaluasi mendalam, sang pengadil lapangan tetap pada keputusannya awal, tidak memberikan hadiah penalti kepada Valencia.
Peluang Valencia untuk menyamakan kedudukan datang tak lama setelahnya, pada menit ke-66. Sebuah kesalahan mendasar dalam membangun serangan dari lini pertahanan Barcelona dimanfaatkan dengan cermat oleh Javi Guerra. Ia berhasil memotong bola operan yang tidak sempurna dan dengan tenang melepaskan tendangan mendatar yang sukses menggetarkan jala gawang Barcelona. Skor berubah menjadi 1-1, membangkitkan semangat tuan rumah.
Momentum berbalik sepenuhnya untuk Valencia di menit ke-71. Umpan yang dilancarkan oleh Javi Guerra sempat terhalang, namun bola muntah jatuh tepat di kaki Luis Rioja. Tanpa ragu, Rioja menyambar bola liar tersebut dengan tendangan akurat yang diarahkan ke pojok kanan gawang. Gol tersebut membawa Valencia unggul 2-1, membuat Barcelona harus berjuang lebih keras untuk menghindari kekalahan.
Kontroversi kembali mewarnai jalannya pertandingan pada menit-menit akhir. Wasit awalnya memberikan hadiah penalti kepada Valencia setelah menilai adanya pelanggaran oleh Marc Bernal. Namun, seperti insiden sebelumnya, keputusan tersebut kembali ditinjau melalui VAR. Setelah melihat kembali rekaman kejadian, wasit memutuskan untuk membatalkan hadiah penalti tersebut dan hanya memberikan tendangan bebas di tepi area terlarang.
Kekalahan Barcelona semakin tak terhindarkan di masa injury time. Pada menit ke-97, sebuah tembakan keras dari Guido Rodriguez berhasil menembus pertahanan Barcelona dan tak mampu dijangkau oleh kiper Wojciech Szczeszny. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi tim Catalan, mengunci kemenangan 3-1 untuk Valencia dan mengakhiri musim dengan catatan pahit bagi Barcelona.
Meskipun demikian, hasil minor ini tidak berdampak pada posisi Barcelona di puncak klasemen akhir. Mereka tetap kokoh di singgasana dengan mengumpulkan total 94 poin dari 38 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, Valencia berhasil menyelesaikan musim di peringkat kesembilan dengan raihan 49 poin, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi di hadapan para pendukungnya. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Barcelona, sekaligus menjadi penutup musim yang dramatis bagi para penggemar sepak bola.






