Sang Pengadil Lapangan Final Piala Asia Tenggara: Mengenal Sosok Wasit Uzbekistan

Darus Sinatria

Sebuah nama telah dipilih untuk memimpin jalannya pertandingan puncak turnamen bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026, sebuah kehormatan yang akan diemban oleh wasit asal Uzbekistan, Ahrol Risqullaev. Laga krusial yang akan mempertemukan tim nasional Indonesia melawan Thailand ini akan dipimpin oleh sosok yang rekam jejaknya telah teruji dalam berbagai kompetisi internasional. Penunjukan Risqullaev ini menjadi sorotan, mengundang rasa penasaran publik mengenai latar belakang dan pengalaman sang pengadil lapangan.

Pertandingan final yang dinanti-nantikan ini dijadwalkan akan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Risqullaev tidak akan bekerja sendirian. Ia akan didukung oleh tim ofisial yang juga seluruhnya berasal dari Uzbekistan. Sanjar Shoyusupov dan Akmal Giyosov akan bertindak sebagai hakim garis yang mendampingi Risqullaev di lapangan hijau, memastikan setiap keputusan yang diambil berada dalam koridor aturan permainan. Sementara itu, Ibrohim Ismoilov dan Islom Azimov akan mengisi peran sebagai ofisial keempat dan kelima, memberikan dukungan tambahan dalam pengelolaan jalannya pertandingan.

Lebih jauh lagi, aspek teknologi dalam pengambilan keputusan tak luput dari perhatian. Posisi krusial Video Assistant Referee (VAR) akan dipercayakan kepada Akobbir Shukurullaev, dibantu oleh Alisher Usmanov sebagai asisten VAR. Keberadaan mereka diharapkan dapat meminimalkan potensi kesalahan dan memastikan integritas pertandingan. Seluruh tim ofisial yang ditunjuk ini, termasuk Risqullaev, memiliki kesamaan asal negara, yaitu Uzbekistan, menunjukkan adanya kolaborasi internasional dalam penyelenggaraan turnamen ini.

Ahrol Risqullaev, yang kini berusia 41 tahun, bukanlah nama baru di kancah perwasitan internasional. Ia telah mengantongi lisensi FIFA sejak tahun 2017, sebuah bukti pengakuan atas kompetensi dan dedikasinya dalam dunia sepak bola. Pengalaman bertahun-tahun ini telah membentuknya menjadi seorang wasit yang kredibel dan dihormati. Catatan karirnya mencakup berbagai tingkatan pertandingan, dari level senior hingga kelompok umur, yang membuktikan kemampuannya beradaptasi dengan dinamika permainan yang berbeda.

Rekam jejak Risqullaev menunjukkan bahwa ia telah dipercaya memimpin pertandingan kategori A, sebuah klasifikasi yang menandakan level kompetisi yang tinggi. Salah satu penugasan penting yang pernah diembannya adalah saat memimpin kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Australia melawan Bangladesh pada tahun 2023. Selain itu, ia juga aktif di berbagai ajang kelompok umur, seperti Piala Asia U-20 dan Piala Asia U-23, yang menunjukkan kedalaman pengalamannya dalam membina dan mengawasi talenta-talenta muda sepak bola.

Tak hanya di kompetisi resmi, Risqullaev juga memiliki pengalaman memimpin sejumlah pertandingan uji coba internasional yang melibatkan tim-tim nasional dari berbagai konfederasi. Beberapa di antaranya adalah laga antara Kyrgyzstan melawan Palestina pada tahun 2021, Rusia melawan Irak pada tahun 2023, serta Tajikistan melawan India pada tahun 2026. Pengalaman ini membekalinya dengan pemahaman terhadap gaya bermain yang beragam dan kemampuan untuk mengelola emosi pemain dalam situasi pertandingan yang intens.

Di level klub, kepiawaian Risqullaev juga telah teruji. Ia pernah ditugaskan untuk memimpin pertandingan di tiga kompetisi antarklub Asia yang berbeda. Pengalamannya meliputi AFC Challenge League, AFC Cup yang kini dikenal sebagai AFC Champions League Two, dan AFC Champions League yang kini berevolusi menjadi AFC Champions League Elite. Tingkat kompetisi di level klub Asia ini menuntut ketelitian dan ketegasan yang tinggi, yang telah terbukti mampu dipenuhi oleh Risqullaev.

Lebih spesifik lagi, Risqullaev memiliki catatan yang cukup relevan dengan persepakbolaan Indonesia. Ia pernah memimpin dua pertandingan yang melibatkan tim asal Indonesia di Piala AFC pada tahun 2022. Laga tersebut adalah pertandingan antara Bali United melawan Kedah Darul Aman, serta PSM Makassar melawan Kedah Darul Aman. Dalam salah satu pertandingan tersebut, yakni PSM Makassar melawan Kedah Darul Aman, Risqullaev tercatat mengeluarkan total 11 kartu kuning dan dua kartu merah. Hal ini mengindikasikan bahwa ia adalah wasit yang tegas dalam menegakkan aturan dan tidak ragu memberikan sanksi ketika diperlukan, sebuah kualitas yang sangat penting dalam pertandingan final yang penuh gengsi. Penunjukannya sebagai wasit final FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan dapat membawa ketenangan dan keadilan di lapangan, memungkinkan para pemain untuk menampilkan performa terbaik mereka.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags