Sang Legenda di Ambang Pencapaian Puncak: Mungkinkah Piala Dunia Menjadi Penutup Sempurna Perjalanan Cristiano Ronaldo?

Darus Sinatria

Sejak menginjakkan kaki di panggung sepak bola profesional pada tahun 2002, Cristiano Ronaldo telah menorehkan jejak gemilang yang nyaris tak tertandingi. Di usianya yang kini menginjak 41 tahun, CR7 telah mengumpulkan koleksi trofi yang membuat mata terpukau, baik di level klub maupun bersama Tim Nasional Portugal. Namun, di tengah lautan gelar yang telah ia raih, masih ada satu mahkota yang belum tersentuh, satu kepingan terakhir yang dapat menyempurnakan mahakarya kariernya: trofi Piala Dunia.

Perjalanan Ronaldo dimulai dari Sporting Lisbon, kemudian berlanjut ke Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga kini membela Al-Nassr. Di setiap persinggahannya, ia selalu berhasil memboyong pulang berbagai gelar bergengsi. Di Inggris, ia telah merasakan manisnya kemenangan Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga. Di Spanyol, ia menjadi bagian tak terpisahkan dari dominasi Real Madrid dengan raihan La Liga dan Copa del Rey. Italia pun tak luput dari genggamannya, dengan Scudetto Serie A dan Coppa Italia yang tersemat di lemari trofinya. Bahkan di kancah internasional, ia telah mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub, Piala Super Eropa, Saudi Pro League, dan Arab Club Champions Cup.

Bersama Timnas Portugal, Ronaldo juga telah memberikan kontribusi yang signifikan. Ia menjadi pilar utama dalam keberhasilan Portugal menjuarai Euro 2016, sebuah momen yang akan selalu terukir dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Selang beberapa waktu, ia kembali membawa Selecao das Quinas meraih gelar UEFA Nations League pada musim 2018/2019, dan yang terbaru, pada musim 2024/2025.

Tak hanya trofi tim, Ronaldo juga merupakan magnet bagi penghargaan individu. Lima kali ia dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or, sebuah bukti nyata dominasinya di era modern sepak bola. Selama lebih dari satu dekade, namanya selalu menjadi ancaman serius bagi Lionel Messi dalam perebutan anugerah bola emas tersebut.

Namun, ironisnya, di tengah segala pencapaian gemilang tersebut, Piala Dunia masih menjadi misteri bagi sang mega bintang. Pencapaian terbaiknya di turnamen sepak bola terbesar sejagat ini adalah saat membawa Portugal menduduki peringkat keempat pada debutnya di Piala Dunia 2006. Kini, dengan usianya yang tak lagi muda, Ronaldo mendapatkan kesempatan langka untuk kembali berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Keputusan pelatih Roberto Martinez untuk kembali memasukkannya ke dalam skuad Portugal menegaskan betapa pentingnya peran Ronaldo, bahkan di usianya yang ke-41. Jika ia benar-benar tampil di turnamen tersebut, ini akan menjadi partisipasi keenamnya di Piala Dunia, sebuah rekor yang luar biasa.

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa gelar Piala Dunia adalah ‘kepingan terakhir’ yang bisa menyempurnakan seluruh perjalanan karier Cristiano Ronaldo. Sebuah penutup yang dramatis dan penuh makna bagi seorang atlet yang telah memberikan segalanya di lapangan hijau.

Menariknya, Ronaldo sendiri pernah mengungkapkan pandangannya mengenai beban untuk meraih trofi Piala Dunia. Dalam sebuah wawancara yang cukup ramai dibicarakan dengan Piers Morgan, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memerlukan gelar Piala Dunia untuk membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia berargumen bahwa penilaian atas kehebatan seorang pemain seharusnya tidak hanya bergantung pada keberhasilan dalam sebuah turnamen yang hanya melibatkan beberapa pertandingan. Menurutnya, keadilan dalam penilaian seharusnya lebih luas dan mencakup konsistensi serta kontribusi jangka panjangnya di dunia sepak bola. Ia mempertanyakan apakah adil jika karier seorang pemain legendaris ditentukan hanya oleh hasil dalam enam atau tujuh pertandingan.

Untuk Piala Dunia 2026, Portugal digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan. Kekuatan Selecao das Quinas tak hanya bertumpu pada Ronaldo. Mereka memiliki barisan pemain berkualitas seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, dan talenta muda yang menjanjikan, Joao Neves. Kombinasi pengalaman Ronaldo dengan energi para pemain muda ini bisa menjadi formula ampuh bagi Portugal untuk meraih ambisi tertinggi mereka.

Jika Portugal berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, maka Cristiano Ronaldo akan mendapatkan kepingan terakhir yang selama ini ia idamkan. Sebuah penutup yang sempurna untuk karier yang luar biasa, mengukuhkan namanya sebagai salah satu ikon terbesar yang pernah menghiasi lapangan sepak bola dunia.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags