Perhelatan akbar kemenangan ganda Serie A dan Coppa Italia oleh Inter Milan di musim 2025/2026, sebuah pencapaian gemilang yang patut dirayakan, ternyata menyimpan potensi lain di balik euforianya. Di tengah gegap gempita perayaan tersebut, ada bayang-bayang perpisahan yang membayangi sejumlah punggawa senior yang telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi klub berjuluk Nerazzurri ini. Akhir musim yang manis ini, seperti yang kerap terjadi dalam dinamika sepak bola, bisa jadi menandai babak baru sekaligus akhir dari perjalanan beberapa pemain berpengalaman di Giuseppe Meazza.
Inter Milan mengakhiri kampanye domestik mereka dengan hasil imbang 1-1 melawan Hellas Verona FC pada Minggu, 17 Mei 2026. Pertandingan tersebut menjadi momen simbolis ketika skuad asuhan pelatih Cristian Chivu menerima trofi Serie A, sebelum kemudian melanjutkan perayaan dengan parade bus terbuka yang meriah melintasi jalanan kota Milan. Namun, di balik kemeriahan dan kebahagiaan yang meluap, terselip spekulasi bahwa beberapa figur veteran dalam tim kemungkinan besar akan meninggalkan klub seiring dengan berakhirnya kontrak mereka pada penghujung musim ini.
Bayang-bayang Kepergian Kiper Veteran dan Benteng Pertahanan Kokoh
Salah satu nama yang paling santer dikabarkan akan berpamitan adalah penjaga gawang berpengalaman, Yann Sommer. Kontrak pemain berusia 37 tahun ini akan kadaluwarsa pada tanggal 30 Juni mendatang. Selama tiga musim membela panji Inter, Sommer telah mencatatkan total 139 penampilan yang mengesankan, membuktikan konsistensinya di bawah mistar gawang. Kepergiannya tentu akan meninggalkan lubang yang signifikan di lini pertahanan tim.
Tak hanya Sommer, lini belakang Inter juga berpotensi mengalami perombakan besar. Tiga bek sentral senior, yakni Matteo Darmian, Francesco Acerbi, dan Stefan de Vrij, juga dijadwalkan akan mengakhiri masa bakti mereka bersama klub pada akhir bulan Juni. Laporan dari media ternama sepak bola Italia, Football Italia, mengindikasikan bahwa ketiganya tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang Inter untuk musim kompetisi mendatang. Kehilangan pengalaman dan ketenangan mereka di jantung pertahanan tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi manajemen klub.
Keraguan Gelandang Senior Menambah Ketidakpastian
Di lini tengah, nasib gelandang veteran asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan, masih diselimuti ketidakpastian. Pemain berusia 37 tahun ini sendiri mengaku masih dalam tahap pertimbangan matang mengenai masa depannya. Ia tengah menimbang apakah akan memutuskan untuk gantung sepatu alias pensiun dari dunia sepak bola profesional, atau memilih untuk melanjutkan kariernya setidaknya satu musim lagi.
Menyampaikan kepada media olahraga DAZN, Mkhitaryan menyatakan, "Saya belum mengambil keputusan final mengenai apa yang akan saya lakukan." Ia menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, ia akan segera melakukan diskusi mendalam dengan pihak klub. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, dan kemudian saya akan memutuskan apakah akan melanjutkan permainan atau mengakhiri karier saya," jelasnya. Pernyataan ini membuka kemungkinan bahwa perpisahan bisa saja terjadi, meskipun belum ada kepastian mutlak.
Potensi Perpindahan Pemain Kunci Lainnya
Selain para pemain veteran yang kontraknya segera habis, ada pula beberapa nama lain yang berpotensi menyusul keluar dari Giuseppe Meazza. Denzel Dumfries, bek sayap asal Belanda, disebut-sebut memiliki kemungkinan untuk hengkang karena adanya klausul pelepasan yang tertera dalam kontraknya. Klausul ini memberikan opsi bagi klub lain untuk merekrutnya dengan nominal tertentu, sehingga membuka pintu bagi spekulasi transfer.
Lebih lanjut, Davide Frattesi juga berpotensi menjadi salah satu pemain yang akan dilepas oleh Inter. Keputusan ini tampaknya didasari oleh minimnya jam terbang yang ia dapatkan selama musim berjalan. Frattesi hanya berhasil mengumpulkan total 552 menit bermain dalam 22 pertandingan Serie A, dan tercatat hanya tiga kali menjadi starter di liga. Minimnya kesempatan bermain ini bisa menjadi indikasi bahwa manajemen klub sedang mempertimbangkan opsi untuk mencari klub baru baginya, di mana ia bisa mendapatkan menit bermain yang lebih reguler.
Fondasi Tim yang Kuat Tetap Bertahan
Meskipun terdapat potensi perombakan signifikan pada beberapa lini, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar kerangka inti kekuatan Inter Milan diprediksi akan tetap dipertahankan. Di lini serang, duet maut Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, bersama dengan talenta muda Francesco Pio Esposito, diproyeksikan akan terus menjadi andalan tim di musim mendatang. Kekompakan dan sinergi yang telah terbangun di antara mereka menjadi aset berharga yang tak tergantikan.
Bergerak ke lini tengah, para pemain kunci seperti Nicolo Barella, Petar Sucic, dan Piotr Zielinski juga diperkirakan akan tetap menjadi bagian integral dari skuad. Hakan Calhanoglu, yang sempat dikabarkan akan merapat ke klub Turki, Galatasaray SK, juga dilaporkan tidak memiliki niat untuk meninggalkan Inter. Keberadaan mereka akan memastikan stabilitas dan kualitas permainan tim tetap terjaga, menjadi penopang bagi para pemain baru yang mungkin akan didatangkan. Dengan demikian, perayaan double winner ini, meski diwarnai potensi perpisahan para veteran, tetap menjadi fondasi yang kokoh untuk menatap masa depan yang lebih cerah bagi Inter Milan.






