Pertacami Mantapkan Pelatnas Demi Asa di Kancah Dunia MMA

Niam Beryl

Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Amatir Indonesia (PB Pertacami) mengintensifkan kegiatan pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai langkah strategis menjelang ajang internasional bergengsi, GAMMA World MMA Championship 2025 yang akan berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada 16 hingga 22 Juni mendatang.

Setelah sukses menyelenggarakan edisi sebelumnya dari kejuaraan ini di Jakarta pada Desember tahun lalu, PB Pertacami tak membuang waktu. Sejak Januari 2025, roda persiapan kembali diputar dengan tempo tinggi, demi menyiapkan kontingen Merah Putih agar siap tempur menghadapi lawan-lawan dari berbagai penjuru dunia.

Sekretaris Jenderal PB Pertacami, Rafiq Radinal, menegaskan bahwa pelatihan yang dilakukan bukan hanya sebatas memoles kemampuan fisik dan teknik semata. “Kami tidak sekadar mempersiapkan atlet untuk bertanding, tetapi juga membentuk karakter juang dan daya tahan kelas dunia. Ini adalah bagian dari misi kami menjadikan Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan dalam MMA amatir global,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu.

Pondasi dari program pelatnas ini tidak dibangun secara sembarangan. Sejak Juni 2024, PB Pertacami telah berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) guna merancang pelatnas berbasis ilmu keolahragaan modern (sport science). Pendekatan ini menempatkan sains sebagai tulang punggung dalam proses pembinaan atlet—mulai dari pemantauan performa, manajemen kelelahan, hingga pengembangan kekuatan mental.

Dalam prosesnya, sekitar 40 atlet terpilih ambil bagian dalam program ini. Mereka digembleng melalui skema latihan yang menyatukan beragam aspek krusial: kebugaran fisik, penguasaan teknik tarung, perencanaan strategi, serta penguatan aspek psikologis agar tetap tenang dan fokus saat menghadapi tekanan laga.

Tak hanya itu, PB Pertacami juga tengah menyusun langkah cermat dalam menyeleksi atlet terbaik yang akan diberangkatkan ke 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, yang akan digelar pada 26 hingga 28 Juni. Turnamen tersebut menjadi titik awal penting karena sekaligus berfungsi sebagai jalur kualifikasi menuju ajang yang lebih besar, yakni 3rd Asian Youth Games (AYG) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025.

Persiapan menyeluruh sepanjang tahun ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi para petarung muda Indonesia untuk menunjukkan tajinya. Target jangka panjangnya, tentu saja, adalah mengharumkan nama bangsa di Asian Games 2026, dengan torehan prestasi yang membanggakan di panggung olahraga beladiri tingkat Asia maupun dunia.

Dengan semangat juang membara dan program latihan yang makin matang, PB Pertacami menatap kompetisi global dengan penuh keyakinan seolah sedang menajamkan pisau sebelum diturunkan ke medan tempur. Dan ketika waktunya tiba, para petarung muda Tanah Air siap mengangkat bendera Indonesia di atas podium kehormatan.

Also Read

Tags