PT Persib Bandung Bermartabat memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan lokasi pertandingan krusial melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Super League musim 2025/26. Adhitia Putra Herawan, Deputi CEO klub berjuluk Maung Bandung, menegaskan bahwa manajemen tim tidak akan mencampuri proses penentuan tempat digelarnya laga tersebut. Keputusan mengenai venue pertandingan, yang dijadwalkan pada pekan ke-32, sepenuhnya diserahkan kepada otoritas liga dan pihak terkait.
Awalnya, duel akbar antara Persib dan Persija ini direncanakan akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Namun, keputusan mendadak dari pihak Kepolisian dan penyelenggara liga, I.League, menggeser lokasi pertandingan ke Stadion Segiri, Samarinda. Perubahan ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi, terutama mengingat posisi Persib yang saat ini kokoh di puncak klasemen. Kepindahan ini secara tidak langsung dapat diartikan sebagai keuntungan bagi Persib, yang seharusnya menghadapi potensi puluhan ribu pendukung setia Persija, The Jakmania, di kandang lawan. Kini, pertandingan akan digelar di arena yang lebih netral.
Meskipun demikian, I.League tetap memberikan izin bagi suporter Persija untuk hadir menyaksikan pertandingan. Namun, kapasitas Stadion Segiri yang terbatas, hanya mampu menampung sekitar 13.000 penonton, tentu berbeda jauh dengan atmosfer GBK yang megah. Secara matematis, perpindahan venue ke kota yang secara geografis lebih jauh dari pusat kekuatan Persija ini dinilai menguntungkan kubu Persib.
Menanggapi situasi ini, Adhitia Putra Herawan menyatakan, "Kami menghormati sepenuhnya keputusan yang telah diambil oleh I.League dan pihak kepolisian terkait perubahan venue pertandingan melawan Persija. Persib Bandung tidak akan melakukan intervensi atau mencoba mempengaruhi proses penentuan lokasi pertandingan. Fokus utama kami adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan, di mana pun itu digelar."
Pernyataan ini menegaskan sikap profesionalisme Persib Bandung dalam menghadapi segala aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk yang berkaitan dengan logistik dan penentuan tempat. Alih-alih memanfaatkan situasi, manajemen Persib memilih untuk tetap fokus pada aspek teknis dan performa tim di lapangan. "Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana para pemain bisa menunjukkan permainan terbaik mereka, terlepas dari faktor eksternal seperti lokasi pertandingan atau jumlah penonton. Kami percaya bahwa kualitas permainan adalah kunci kemenangan," tambah Adhitia.
Perubahan venue ini memang bukan hal yang pertama kali terjadi dalam dunia sepak bola, terutama untuk pertandingan yang memiliki tensi tinggi dan potensi gesekan antar suporter. Namun, keputusan yang diambil oleh I.League ini patut diapresiasi karena menunjukkan upaya untuk menciptakan pertandingan yang lebih kondusif, meskipun dengan penyesuaian kapasitas. Stadion Segiri di Samarinda, yang dikenal memiliki atmosfer yang tetap meriah namun dengan skala yang lebih kecil, diharapkan dapat menjadi saksi duel klasik yang tetap menarik untuk disaksikan.
Lebih lanjut, Adhitia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga sportivitas dan persaingan yang sehat dalam kompetisi. "Kami selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Perubahan apapun yang terjadi dalam jadwal atau lokasi pertandingan, kami akan tetap menghadapinya dengan semangat kompetisi yang positif. Harapan kami, pertandingan ini dapat berjalan lancar dan menjadi tontonan yang menghibur bagi seluruh pecinta sepak bola Indonesia," tuturnya.
Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu menjadi salah satu laga paling dinantikan di kalender sepak bola Indonesia. Rivalitas kedua tim yang telah terjalin lama selalu menyuguhkan drama dan aksi menegangkan di atas lapangan. Dengan adanya perubahan venue ini, pertandingan yang seharusnya menjadi perang urat syaraf di GBK, kini akan berpindah panggung ke Stadion Segiri, Samarinda. Hal ini mungkin akan sedikit mengurangi intensitas kehadiran suporter tim tuan rumah, namun tidak akan mengurangi semangat juang kedua tim untuk meraih poin penuh.
Manajemen Persib Bandung tampaknya telah mengambil sikap yang bijak dalam menyikapi perubahan mendadak ini. Fokus pada kesiapan tim, menghormati keputusan liga, dan menjunjung tinggi sportivitas adalah prinsip yang mereka pegang teguh. Keputusan ini juga menunjukkan kedewasaan manajemen Persib dalam menghadapi dinamika kompetisi sepak bola yang terkadang tidak terduga. Dengan demikian, Persib Bandung siap untuk bertandang ke Samarinda dan menghadapi Persija Jakarta dengan segala persiapan terbaik mereka, tanpa merasa diuntungkan atau dirugikan secara berlebihan oleh perubahan lokasi tersebut. Mereka hanya ingin fokus pada performa di lapangan hijau.
Pihak Persib Bandung juga mengimbau kepada para pendukungnya untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terpancing oleh isu-isu negatif yang mungkin beredar terkait perpindahan venue ini. Komitmen Persib adalah untuk terus memberikan tontonan sepak bola yang berkualitas dan profesional, serta menjaga nama baik klub di mata masyarakat luas. Dengan adanya pernyataan resmi ini, diharapkan segala spekulasi liar dapat mereda dan fokus kembali tertuju pada jalannya pertandingan Super League musim 2025/26 yang semakin memanas.






